Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Tinggal Sebulan Lebih, Proyek RKB SMPN 44 Baru 30 Persen
×
×
ESCO-Pekanbaru, Proyek pembangunan Kelas Baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) 44 Palas, Kecamatan Rumbai belum baru mencapai 30 persen. Selain itu, sejumlah kendala bakal dihadapi proyek tersebut tatkala cuaca musim penghujan. Kemudian, nilai kontrak pembangunan kelas baru sesuai rencana anggaran belanja (RAB) senilai Rp2.5 miliaran lebih. Sedangkan, pemenang tendernya CV.Anugrah Purnama dan konsultan pekerjaan CV. Inovatif Konsultan. “Kalau ditaksir, mendekati 30 persen. "Itulah perkiraan kita,” ujar Ahdra Yedi kerap dipanggil kepada awak Media dilokasi proyek Pembangunan SMP 44, di Pekanbaru, Rabu, (13/11/2019).
Ia menjelaskan, pekerjaan proyek tersebut dimulai pada 19 Agustus 2019 lalu. “Batas pekerjaan pada 29 Desember 2019 sudah selesai,” tegas Andra. Ditambahkannya, meski musim penghujan jadi kendala, pihaknya berharap agar pelaksana kontraktor mampu menyelesaikan kontrak kerja. “Tentu optimis,” imbuhnya.
Kurang Tenaga
Mengenai kelengkapan peralatan pekerjaan milik CV. Anugrah Purnama dalam mengerjakan proyek tersebut, Nico selaku Supervisor Manager (SM), menjawab sejumlah pertanyaan wartawan. “Genset belum disiapkan. Dump truk disiapkan jika dibutuhkan. Masih numpang aliran listrik dari pihaksekolah. Awalnya, tenaga kerja kurang, kini sudah mencapai 17 (tujuh belas) orang. Tenaga kerja dari warga setempat sepertinya tidak ada,” ujar Nico sedikit ragu dan memastikan jawabannya dengan menanyakan kepada rekan kerjanya kepada pelaksana proyek, Robert.
Mengenai tenaga ahli dan pengawas pelaksanaan proyek tersebut, Nico menyebutkan Fery Syukur selaku pejabat pelaksana tehnis (PPTK) dari Dinas Pendidikan sebagai pengawas proyek dan Ngadimin selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) tersebut. Nico menambahkan, tahapan proyek pekerjaan yang sedang dikerjakan baru pekerjaan struktur. “Baru item pekerjaan struktur dari 14 (empat belas) item pekerjaan yang ada di RAB,” kata Nico. Disinggung soal kehadiran PPTK dan PPK dilokasi proye?, baik Nico dan Andra, enggan memastikan kapan turun dilokasi.
Sudah Ditegur
Ngadimin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ketika dihubungi tak bisa, karena telepon selularnya tak aktif. Sedangkan, Feri Syukur menjelaskan perusahaan tersebut sudah 2 (dua) kali ditegur terkait lambannya progres kerja kontraktor tersebut. “Kita sudah tegur dua kali.
Kalau tidak tercapai sesuai target, kita blacklist (red-masuk daftar hitam). Kita tidak mau tau. Siap, gak siap itu ada aturan dan ada konskwensinya,” tegas Feri. Namun, Feri masih optimis pihak pelaksana pekerjaan proyek tersebut, masih bisa menyelesaikan pekeejaan sesuai progres kerja. “Untuk saat ini, kita masih optimis,” ujar Feri.(Ter/Lon)


Komentar Via Facebook :