Delapan Miliar Minta Revisi RT/RW Riau, Gulat Manurung Dipercaya Gubernur
Terdakwa Suheri Terta (kiri) dan Gulat Medali Emas Manurung. (Dok: Ist)

Delapan Miliar Minta Revisi RT/RW Riau, Gulat Manurung Dipercaya Gubernur

Pekanbaru – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Suheri Terta telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan memberi uang dalam bentuk mata uang dolar Singapura yang nilainya setara dengan Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dari uang yang dijanjikan seluruhnya sebesar Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Demikian bagian isi dakwaan pasa sidang perdana secara daring dengan agenda pembacaan dakwaan Suherdi Terta oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, HERADIAN SALIPI dkk dihadapan Hakim Ketua Majelis, Saut Maruli Tua Pasaribu, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin, (29/6/2020).

Jaksa menyebutkan, SUHERI TERTA bersama dengan SURYA DARMADI pada 17-18 September 2014 dibeberapa lokasi melakukan pertemuan, diantaranya Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rumah Dinas Gubernur Riau dan tempat lainnya.

Pertemuan tersebut bertujuan, agar Gubernur Riau saat itu, Annas Ma’mun memasukkan lokasi PT  PALMA SATU, PT PANCA AGRO LESTARI, PT BANYU BENING UTAMA, serta PT SEBERIDA SUBUR yang terletak di Kabupaten Indragiri Hulu yang merupakan anak perusahaan PT DARMEX AGRO milik SURYA DARMADI ke dalam Surat Gubernur Riau No.050/BAPPEDA/8516 Tentang Revisi Usulan Perubahan Luas Kawasan Bukan Hutan di Provinsi Riau sebagai Usulan Revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.673/Menhut-II/2014 tanggal 8 Agustus 2014, kendati lokasi perusahaan tersebut tidak termasuk dalam lokasi yang diusulkan oleh Tim Terpadu.

Sekitar Agustus 2014, Suherdi Terta memperoleh informasi bahwa adanya revisi usulan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau dan mendatangi Kepala Dinas Perkebunan kala itu dijabat Zulher.

1
2
3
4
5
6
CATEGORIES
TAGS