Anwar Ibrahim Diusung Calon Perdana Menteri Malaysia
Anwar Ibrahim (kiri) dan Mahatir Mohammad. (Dok: Ist)

Anwar Ibrahim Diusung Calon Perdana Menteri Malaysia

Jakarta – Pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim diusung oleh koalisi Pakatan Harapan (PH) sebagai calon perdana menteri Malaysia.

Menurut Anwar, keputusan itu diambil setelah Perdana Menteri Sementara Malaysia, Mahathir Mohamad, menolak menghadiri dalam rapat dewan pemimpin PH.

“Dewan Presidensial Pakatan Harapan mengundang Tun Dr. Mahathir dalam rapat untuk membangkitkan lagi koalisi Pakatan Harapan, tetapi Tun tidak sepakat untuk menghadiri pertemuan itu dalam rapat pada Selasa (25/2) malam,” kata Anwar saat membacakan pernyataan pers PH, seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (27/2).

“Kemarin, dewan presiden memutuskan untuk mengkonfirmasi bahwa calon Perdana Menteri dari Pakatan Harapan adalah Datuk Seri Anwar Ibrahim,” ujar Anwar.

Anwar menyatakan PH bekerja keras menjaga mandat rakyat, sejak ada upaya untuk menyingkirkan pemerintahan yang saat ini berkuasa.

“PH tidak sepakat dengan upaya membentuk pemerintahan bayangan,” kata Anwar.

“Akibat upaya untuk membentuk pemerintahan bayangan, Tun Dr. Mahathir mengundurkan diri dari jabatan PM,” kata Anwar.

Saat ini koalisi Pakatan Harapan hanya terdiri dari tiga partai anggota, setelah ditinggalkan oleh Bersatu. Yakni PKR, Partai Aksi Demokratik (DAP), dan Partai Amanah Malaysia.

Di dalam parlemen (Dewan Rakyat), kekuatan PH saat ini berjumlah 92 anggota. Terdiri dari 42 anggota fraksi DAP, 39 anggota fraksi PKR, dan 11 anggota fraksi Amanah.

Mereka harus berusaha mencari dukungan lain supaya bisa mencapai jumlah 112 anggota di parlemen, sebagai syarat untuk membentuk pemerintahan.

Anggota parlemen dari fraksi Bersatu, Gabungan Partai Sarawak (GPS), dan Partai Warisan Sabah menyatakan tetap mendukung Mahathir untuk menjadi perdana menteri.

Sedangkan Barisan Nasional dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS) mendesak pembubaran parlemen supaya bisa menggelar pemilihan umum.

Keputusan untuk menunjuk perdana menteri baru kini ada di tangan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah. Dia sudah memanggil seluruh anggota Dewan Rakyat yang berjumlah 222 orang, untuk mencari tokoh yang paling banyak didukung untuk menjadi perdana menteri. (Cnni)

CATEGORIES
TAGS