Home Serambi Riau Inhil

Bangunan Sekolah Marjinal di Area Kebun PT ASI Bayas Inhil Memprihatinkan

Lihat Foto
×
Kondisi Sekolah Marjinal Menginduk SD Negeri 010, Deaa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupatem Inhil, Provinsi Riau. (Dok: SC)
Bangunan Sekolah Marjinal di Area Kebun PT ASI Bayas Inhil Memprihatinkan

Kondisi Sekolah Marjinal Menginduk SD Negeri 010, Deaa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupatem Inhil, Provinsi Riau. (Dok: SC)

Pekanbaru - Sekolah Marjinal (kurang mampu- red) menginduk ke Sekolah Dasar (SD) Negeri 10, Desa Bayas, Kecamaatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil, Provinsi Riau.

Kondisi Sekolah Marjinal menginduk SD Negeri 10 itu, berlokasi di area kebun PT. Agro Lestari Sarimas Indonesia (ASI), sangat memprihatinkan.

Tangkapan layar video yang dikirim warga pada 8 April 2022 lalu ke redaksi www.satelit.co bahwa kondisi sekolah dinilai sangat tak layak. Sekolah Marjinal berdiri pada 2009 lalu, tampak bangunannya mulai lapuk.

Meja belajar tanpakmiring kaki meja hanya dua. Sedangkan kaki meja lainnya hanya dipaku ke broti yang membentang dekat dinding. Selanjutnya, tempat duduk murid belajar, hanya dipasang aatu lembar papan panjang.

Demikian juga meja dan kursi yang dipakukan ke dinding, meja tak lagi sempurna berdiri. Sebab, satu per satu papanya sudah bolong-bolong. Dikuar bangunan sekolah, tak ada tampak fasilitas sekolah yang bisa mengundang minat untuk sekolah.

Menaggapi kondisi sekolah marjinal yang menginduk SD 010 itu, Kepala Sekolah Saipudin mengakuinya.

"Saya baru jabat Kepsek SD 10 sejak diangkat akhir 2021 lalu. Saya baru turun sekali. Benar memang seperti itu kondisi sekolah tersebut," kata Saipudin.

Namun, Saipudin, tidak bisa mengejelaskan detail perihal kondisi sekolah sejak berdiri pada 2009 lalu.

"Kalau bisa ditanyakan langsung ke guru yang sudah lama bertugas," pinta Saipudin.

Terkait hal tersebut, salah seorang guru Sekolah Marjinal SD 10, Muhammad Syafei membenarkan kondisi sekolah marjinal tersebut dilingkungan kebun PT. ASI tersebut.

"Iya benar. Sejak berdiri pada 2009 lalu, sampai sekarang sudah 12 tahun belum pernah diperbaiki. Adapun perbaikan-baikan, hanya saat kondisional saja," ujar Syafei saat dihubungi satelit.co via telepon selularnya, Senin, (11/4/2022).

Ia menceritakan, berdirinya sekolah tersebut mengingat anak-anak pekerja perusahaan kebun itu, butuh pendidikan. Sebab, kata dia, jangkauan sekolah Induk SD 10, lumayan jauh ke kebun.

"Ada sekitar 15 kilomterlah dari jalan besar. Ruangan belajar ada 6 (enam) lokal dengan jumlah 50an murid. Sedangkan, jumlah guru ada 5 guru terdiri dari 2 laki-laki dan 3 perempuan," jelas Syafei.

Syafei melanjutkan, bantuan pemerintah seperti bantuan operasional sekolah (bos), diterima berupa buku-buku sekolah dan fasilitas olah raga.

"Kami hanya di drop dari sekolah induk saja, kalau ada bantuan. Secara administrasi SD 010 yang berurusan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil," ucap Syafei.

Disinggung soal apakah pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil menyambangi sekolah marjinal tersebut?

"Sudah lama. Dulu namanya Korwil atau UPT hanya sekali datang sejak sekolah marjinal ini berdiri. Sekarang, hanya Kepala Sekolah SD 10 aja yang datang," Syafei menambahkan.

Saat ditanya, bagaimana perhatian pihak perusahaan soal kondisi sekolah marjinal tersebut, Syafei mengakui ada wacana perbaikan.

"Hanya saja kita gak tau perkembangan realisasinya. Kita tidak terlalu mengurusi hal tersebut. Kami digaji dari pihak perusahaan," ucapnya.

Ia berharap, dinas pendidikan, provinsi dan pusat menaruh perhatian terhadap kondisi sekolah marjinal di Inhil, terutama sekolah marjinal yang menginduk SD 010.

"Harapan kita diperbaiki agar minat belajar dan sekolaj di sekolah marjinal semakin meningkat. Kalau bangunan dan lokalnya bagus, minat sekolah pasti makin meningkat. Sebab, masih banyak anak-anak di kebun tersebut, tak sekolah," ujar Syafei.

Sementara itu, mantan Kepala Sekolah SD 010, Sumaryono, tak berhasil dimintai tanggapannua. Konfirmasi dikiriim via pesan elektronik whatsapp, Senin, (11/4/2022), tak kunjung dibalas. Dihubungi via telepon biasa maupun whatsaap, tak kunjung diangkat neskipun aktif.

Pihak perusahaan PT. ASI melalui staf HRD, Dalisman, beum berhasil dimintai tanggapannya. Meski sempat tersambung via telepon selularnya saat dihubungi, Senin, (11/4/2022) pagi, tak bisa melanjutkan tanggapannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Muhammad Irwan, ketika dikonfirmasi via telepon selularnya, Senin, (11/4/2024) perihal kondisi Sekolah Marjinal tersebut, awak media ini disarankan memintai tanggapan ke Bidang SD  Disdik Kabupaten Inhil.

"Konfirmasi dengan Kasi atau Kabid SD. Saya lagi kegiatan di Disdik Provinsi Riau," ujar Irwan. (***)


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :