Home Ragam Sosok

Benarkah Klaim DLHK Pekanbaru Pengangkutan Sampah Mulai Normal?, Ini Faktanya

Lihat Foto
×
Tumpukan sampah di Jalan Air Hitam (Atas). Tumpukan sampah masih tak berubah dan menggunung di Jalan Stadion Utam Riau. Foto diabadikan Kamis, (11/1/2024). (Dok: Esco)
Benarkah Klaim DLHK Pekanbaru Pengangkutan Sampah Mulai Normal?, Ini Faktanya

Tumpukan sampah di Jalan Air Hitam (Atas). Tumpukan sampah masih tak berubah dan menggunung di Jalan Stadion Utam Riau. Foto diabadikan Kamis, (11/1/2024). (Dok: Esco)

Pekanbaru - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru akui masih banyak tumpukan sampah di TPS yang resmi. Meski demikian, DLHK mengklaim pengangkutan sampah mulai normal. 

"Iya memang kita lihat adanya tumpukan baru di TPS TPS yang resmi, tapi pengangkutan sudah mulai normal," kata Plt Kepala DLHK Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Rabu (10/1/2023) dikutip dari pekanbaru.go.id.

Bahkan, kata mantan Kadis Perindag Pekanbaru ini, walau ditengah masa peralihan DLHK meminta kepada operator agar tumpukan sampah yang ada pada TPS di nol-kan. Sebab, perintah ia terimanya dari Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun agar Pekanbaru bersih dari sampah dan Operator angkutan harus bertanggung jawab agar tidak ada lagi tumpukan sampah di TPS.

"Kita kan koordinasikan juga dengan lurah dan camat masing-masing tempat supaya sama-sama kita mengawasi (TPS liar). Warga kita diawasi agar tidak buang sampah di tempat yang tidak ditetapkan. Kita kan sudah tetapkan lokasi TPS resmi," imbuhnya.


Belum Terangkut
Hasil penelusuran disejumlah ruas Jalan di beberapa titik Kota Pekanbaru, penumpukan sampah masih ada, terutama di jalan dalam Kota Pekanbaru. Sementara di Jalan-jalan utama ataupun protokol, memang tampak sampah berangsur diangkut. 

Lokasi lain.misalnya, tumpukan sampah masih bisa dikatakan masih menggunung atau belum terangkut, ditemukan di Pasar Palapa dan Kodim. 

Penelusuran Awak Media dilakukan dua terangkum dilakukan Kamis, (11/1/2024) sekira pukul 10.49 Wib hingga pukul 11.10 Wib. Kemudian, pantuan kembali dilakukan pada pukul 13 02 Wib hingga pukul 14.16 Wib. 

Saat pantauan di ruas Jalan Nenas, Sukajadi, tumpuh sampah rumah tangga masih ada menumpuk dan bergelantungan. Diawali Jalan Nenas hingga tembus ke Jalan Nangka, masih ada tumpukan sampah belum terangkut. Tak jauh dari toko Waralaba itu, sampah ada yang dibungkus plastik dan karung goni.

Bergeser masuk dari arah Jalan Belimbing, tepatnya mulai dari pintu masuk SMA 5 tembus arah jalan Paus, tumpukan sampah masih ada. Meskipun relatif sedikit. 

Kemudian menelusuri Jalan Paus hingga tembus ke Jalan Arifin Achmad, tumpukan nyaris terangkut semua. Walapun ada beberapa titik di pinggir Jalan Paus yang tampak banjir dan berlobang.

Penelusuran dilanjutkan Jalan Srikandi tembus ke Jalan Kamboja, tumpukan sampah mudah ditemukan mulai dari lampu merah jalan Kamboja hingga tembus ke Jalan Panam, sampah nyaris setiap ada dipinggir jalan tak berjauhan tumpukannya. 

Dua orang pedagang berhasil diwawancarai, menyebut sampah baru diangkut saat hujan Rabu, (10/1/2024) kemarin. 

"Kalau pagi hari ini, tak ada lewat truk sampah," ujar penjaja ayam chiken di pingir Jalan Kamboja. 

"Sampah akan numpuk, kalau tidak diangkut setiap hari," ujar pria paru baya penjual cendol tersebut mengaku telah lama menjajakan cendolnya di pinggir Jalan Kamboja. 

Dibeberapa Jalan Utama seperti Jalan Rajawali, Jalan Durian dan Soekarno Hatta, bisa dikatakan sampah tak ada dipinggir jalan.

Penelusuran sesion pertama ini berakhir di Jalan Stadion Utama Riau hingga Jalan Melati. Ironisnya, tumpukan sampah di seperti TPS tak berubah saat diberitaka awak media beberapa waktu lalu soal kondisi TPS di Jalan Stadion Utama Riau tersebut.

Kemudian, diujung Jalan Melati, tepatnya di simpang Jalan Arengka 2, tampak pengumuman ada larangan pembuangam sampah, meskipun sampah belum terangkut di lokasi tersebut.

Penelusuran sesion kedua, dimulai pukul 13.02 wib pada Kamis, (11/1/2024), pinggir Jalan Air Hitam sejauh seakan sudah berubah menjadi tempat pembuangan sementara (TPS). Jalan Nasional itu saban hari, tiada hari tanpa tumpukan sampah. 

Tumpukan sampah di Jalan Air Hitam ini, sebelum Ahmad Ingot Hutasuhut menjabat Plt Kadis DLHK, ada spanduk berupa larangan agar jangan membuang sampah. Alhasil, berangsur-angsur sampah tak lagi menumpuk. Saat penelusuran, tumpukan sampah tiap hari ada hingga aroma tak sedap tercium saat melintas.

Bergeser penelusuran di Jalan Dharma Bhakti, kondisi jalan kian mengancam pengendara itu, masih dihiasi gelantungan plastik sampah dan tumpukan sampah. Meski tak signifikan beberapa hari sebelumnya tumpukan sampah ada setiap pinggir jalan. Tak jauh dari pertingaan arah ke Jalan Dharmaloka, ada pita kuning tanda dilarang membuang sampah dan spanduk himbauan agar tak membuang sampah.

Selanjutnya, penelusuran dari Jalan Garuda tembus Jalan SPBU Ababil, tumpukan sampah ramai ditemukan mulai dari simpang Pasar Palapa hingga pertingaan Jalan Kutilang. 

Parahnya, tumpukan sampah di depan Pasar Palapa, aroma baunya sangat menyengat. Tumpukan sampah, seakan lama tak diangkut. 

Bedanjak dari situ, penelusuran kembali ke arah Jalan Tulip dan Jalan Lurah Sukajadi. Cukup mencengangkan, di Jalan Lurah Sukajadi, tak berjarak jauh dari rumah ke rumah, ada tumpukan sampah dipinggir jalan dan bergelantungan. Aromannya pun, sangat terasa bau busuk. Sedangkan, di Jalan Tulip, ada beberapa titip tumpukan sampah.

Terakhir, tumpukan sampah belum terangkut, mengganggu aroma dan pandangan saat sampah belum terangkut di TPS disimpang Pasar Kodim dekat kantor Lurah Pulau Karam. 

Biasanya, setiap pagi TPS tersebut sudah ada tampak truk sampah. Namun, hingga pukul 14.16 Wib, sampah masih belum terangkut. Benarkah, pengangkutan sampah di Pekanbaru disebut mulai normal?


Dikelola PT BRS

Sebagai tambahan, untuk pengelolaan sampah pihak ketiga pada tahun 2023, 2 (dua) perusahaan sebelumnya yaitu PT. Godang Tua Jaya dan PT Samhana tak lagi menangani. Pengelolaan sampah di Pekanbaru dimenangkan PT Bina Riau Sejahtera. Perusahan menjadi operator sampah baik untuk zona I maupun zona II pada tahun 2024.

Diketahui, pengelolaan sampah untuk zona I, pagu anggarannya di angka Rp28,8 miliar, dan terkontrak di angka Rp27,9 miliar. Sementara, anggaran pengelolaan sampah untuk zona II di angka pagunya Rp27,5 Miliar dan terkontrak di angka Rp26,8 miliar.

Seperti diketahui, ada tiga zonasi untuk pengangkutan dampah ini, zona satu, meliputi Kecamatan Binawidya, Tuah Madani, Payung Sekaki, dan Marpoyan Damai, diangkut oleh PT Godang Tua Jaya. Dan  PT Samhana Indah mengangkut sampah di zona dua, yang meliputi Kecamatan Bukit Raya, Sukajadi, Kecamatan Pekanbaru Kota, Senapelan, Kecamatan Limapuluh, Kecamatan Sail, dan Kecamatan Tenayan Raya serta Kulim. Sedangkan, kecamatan diluar 2 zona tersebut dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru. (Tim)

 


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :