Home Sumatera Utara Nias Raya

Dikritik Pemborosan Ditengah Pandemi, Mobdin Berbiaya Rp 1,6 M Segera Ditunggangi Bupati Dosmar

Lihat Foto
×
Dikritik Pemborosan Ditengah Pandemi, Mobdin Berbiaya Rp 1,6 M Segera Ditunggangi Bupati Dosmar

DOLOKSANGGUL - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, bakal segera menunggangi mobil dinas baru yang harganya mencapai Rp 1,6 miliyar. Alasannya, pemakaiannya tak bisa ditunda apalagi dibatalkan karena sudah dibeli.

Mobil dinas itu disebut-sebut tidak masalah karena prosedur sesuai dan mekanisme yang berlaku meski harganya fantastis dan dibeli ditengah pandemi covid-19 sedang melanda.

Bahkan  Sekda Humbahas Tonny Sihombing selaku kordinator pengelola keuangan daerah secara terangterangan kepada sejumlah wartawan menyebut pembelian mobil dinas dengan harga fantastis itu, telah melalui beberapa tahapan mulai dari pengajuan, pembahasan hingga penetapan di lembaga DPRD.

Ia menambahkan, pembelian mobil dinas seharga Rp 1,6 M itu, tidak bisa lagi ditunda apalagi dibatalkan lantaran sudah dibeli.

Padahal, sebelumnya, Jumat 27 Agustus 2021lalu Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor kepada sejumlah wartawan di Medan menyebut kalau dirinya sudah menginstruksikan Sekda Humbahas untuk mencoret anggaran pembelian mobil dinas tersebut dan mengalihkan anggaranny untuk penanganan COVID-19.

“Saya sudah perintahkan Sekda untuk membatalkan pembelian tersebut dan mengalihkan untuk kegiatan lain terutama untuk menangani Pandemi," kata Dosmar kala itu.

Sementara itu, sejumlah pihak menilai pembelian mobil dinas Bupati berbiaya Rp 1.6 miliar itu merupakan kebijakan yang tidak sensitif sosial, dimana saat ini perekonomian sedang sulit dampak dari pandemi covid-19.

"Kita tidak mempersoalkan mekanisme pembelian mobil dinas bupati sebagaimana disampaikan Sekda Humbahas itu, hanya saja Rp 1.6 Miliyart itu jelas tidak akuntabel lebih kepemborosan anggaran," kata M. Ranmuklis seorang pengamat ekonomi Sumut kepada satelit.co Minggu, 28/11.

Dia juga menyebutkan kalau pembelian mobil dinas Bupati Humbahas itu tidak masalah sesuai regulasi dan mekanisme yang dilakunan Pemkab.

"Benar, pembeliannya sudah melalui tahapan dan mekanisme. Tetapi dasar pemkab untuk membeli mobil dinas sebesar Rp 1.6 M apa tidak pemborosan? Ini yang memicu opini miring dipublik," ujarnya.

Menurutnya, ditengah keadanan masyarakat sedang sulit, justru pemkab seolah tidak peduli dan justru membeli mobil dinas Bupati dengan angka fantastis.

"Kita tidak tahu, apa yang mendasari pemkab membeli mobil dinas semahal itu. Jadi wajar publik menilai sikap itu lebih kepemborosan anggaran demi kepentingan pribadi dan mengarah pada sebuah bentuk  perilaku koruptif," tandasnya.(Bernard LGaol/SC-01)


Komentar Via Facebook :