Home News Ekonomi

Dinas PKH Riau Tidak Tahu Penyebab 16 Ekor Sapi Mati dan Kambing Hilang

Lihat Foto
×
Dok: Ist
Dinas PKH Riau Tidak Tahu Penyebab 16 Ekor Sapi Mati dan Kambing Hilang

Dok: Ist

Pekanbaru - Dinas Peternakan dan Kesehatan (PKH) Provinsi Riau tidak penyebab kematian 16 ekor sapi dan hilangnya 3 ekor kambing pada item kegiatan belanja penyediaan benih/bibt ternak bersumber dari APBD Riau 2023 lalu. 

Diketahui, pada tahun anggaran 2023, Dinas PKH Riau menerima penyerahan 175 ekor sapi dari Provinsi Sumatera Utara dan 380 kambing dari Sumatera Barat. 

Demikian jawaban tertulis terkait temuan BPK RI Perwakilan Provinsi Riau  yang diterima Media SATELIT Riau dan Media Online satelit.co, yang dilayangkan ke Dina PKH Provinsi Riau pada 24 Januari 2025 lalu. Sedangkan jawaban tertulis diterima Redaksi Media ini, pada Rabu, (12/2/2025).

"Tidak tau," singkat jawaban tertulis yang diserahkan Rido selaku Staf Bidang Produksi PKH Riau. 

Anehnya, surat jawaban tertulis yang diterima redaksi ini, tanpa kop surat PKH dan tak distempel, juga tak diketahui siapa pihak bertanggungjawab atas jawaban tertulis tersebut.

Namun, Media ini mengonfirmasi ulang soal siapa yang bertanggungjawab atas jawaban surat tersebut, salah pejabat meresponnya.

"Tentu PPTK. Walaupun sudah pensiun, dia tetap bertanggungjawab atas kegiatan tersebut. PPTK ES," ujar Pejabat Bidang Produksi yang berinisila D tersebut.

Seperti diketahui, hasi LHKPD BPK RI Perwakilan Provinsi Riau 2023, menemukan ada 16 dari 175 ekor mengalami kematian. Dan, 2 (dua) ekor kambing tidak diketahui keberadaannya alias hilang. 

Selain itu, BPK RI menemukan Kelompok Tani tidak melaporkan perkembangan ternak sesuai juknis sehingga berakibat 1 ekor sapi dipindahkan tangankan dan 2 ekor hilang.

Ditanya soal kondisi kesehatan ternak sapi yang berjumlah 175 ekor sapi dan kambing sebanyak 380 ekor, disebutkan dalam kondisi sehat. 

"Ya," menjawab pertanyaan apakah kondisi 175 ekor Sapi dan 380 ekor Kambing diterima dalam kondisi sehat?

Kemudian, ditanyakan juga apa tujuan pendamping Kelompok Tani penerima manfaat dan siapa saja personil pendamping.

"Memastikan bantuan yang diserahkan kepada masyarakat dapat berkembang dan mempunyai nilai ekonomi bagi kelompok. Personalnya adalah petugas pendamping pada kabupaten/kota di Riau," demikian jawaban tertulisnya.  (Bersambung)(Lin/Red)


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :