Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Diprotes Warga, Saluran Limbah Komplek STT STAR Terancam Ditutup
Lurah Bencah Lesung, Tenayanraya, Alwis Septian bersama tim tinjau langsung parit limbah STT STAR, Selasa, (1/12/2022). (Dok: Ist)
Pekanbaru - Saluran limbah bersumber dari Komplek Sekolah Tinggi Theologia Arastama Riau (STT STAR) terancam ditutup karena diduga belum mengantongi izin dari warga.
Pun, hasil mediasi yang dimotori pihak Kelurahan Bencah Lesung, warga sepakat memberi batas waktu kepada.pihak STT STAR memperbaiki saluran limbag dalam waktu 3 (tiga) bulan dan menyanggupinya.
Jika dalam waktu rentang tersebut tak dilaksanakan pihak STT STAR, pihak Kelurahan pun mengaku tak bisa melarang warga menutupnya. Sebab, pembangunan saluran limbah melintas tanah warga, diduga belum mengantongi izin.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Annggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru 2023, akhirnya diketuk palu pada agenda Paripurna DPRD Pekanbaru yang digelar di...
"Langkah kami dari Kelurahan, ingin mengetahui bagaimana izin saluran bisa melewati tanah warga tersebut. Apakah ada izinnya atau tidak. Jika tidak kami pun juga tak bisa melarang pihak keluarga tersebut untuk menutup saluran limbah," ujar Lurah Bencah Lesung, Alwis Septian, menjawab pertanyaan wartawan satelit.co pada Kamis, (1/12/2022) terkait pemberitaan protes warga soal saluran limbah berasal dari Komplek STT STAR tersebut.
Namun, kata Alwis, sebelum turun lapangan bersama tim, pihaknya telah melaksanakan mediasi dikantor lurah.
"Dan, hasilnya adalah pihak humas dari STT STAR meminta waktu 3 bulan untuk membuat drainase pembuangan limbah dan pihak yang mengeluh setuju akan hal tersebut," ujar Alwis.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Penerbitan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) milik warga berinisial AN berbuntut panjang. Setelah sebelumnya, Ketua RT 04/RW 03 Jefri...
Pun, Alwis membenarkan dirinya langsung turun melihat limbah dari sekolah STT STAR bersama Seklur, Kasi Pem, Kasi Kesos, Kasi PMK dan staff dan Humas dari STT STAR Bapak Sanggup Manulang, beserta Keluarga yang mengeluh mengenai limbah tersebut," imbuhnya.
"Saat turun kami melihat limbah rumah tangga dari sekolah tersebut. Kami sudah 3 minggu tau. Sebelumnya seklur dan Kasipem sudah turun ke lapangan," ungkapnya.
Pengelolaan limbah Pembangunan Sekolah Tinggi Theologia Arastamar Riau (STT STAR), dipersoalkan wàrga berkedekatan dengan alamat Kampus itu di Jalam Usaha Maju Indrapuri Ujung, RT. 04/ RW. 05, Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.p
Seperi diketahui, kepada wartawan, Selasa, (1/12/2022), salah warga Bencang Lesung, Lamtiur Silitonga (78), protes salurah limbah berasal dari Komplek STT STAR tersebut.
Warga tersebut mengaku, tak kuasa menahan bau busuk yang sangat menyengat keluar dari kampus berlabel keagamaan itu, pembuangan parit limbah ditengarai dibangun 'serampangan'.
"Kebetulan kediaman kami berada di bagian bawah, otomatis semua limbahnya tumpah-ruah ke lokasi kami. “Baunya tak kepalang tanggung,” kata Lamtiur Silitonga (78) janda almarhum M Albert Siahaan di lokasi kepada rombongan Lurah Bencah Lesung Alwis Septian, Selasa, (29/11/2022).
Pada kesempatan yang sama, Hotmaruli Tua Siahaan mengaku kecewa kurangnya kepedulian pengelola STT STAR terhadap lingkungan.meskipun sudah puluhan tahun keberadaan STT STAR di daerah tersebut.
Hotmaruli Tua Siahaan mengungkapkan di komplek STT STAR itu, selain berdiri sekolah TK, SD, SMA hingga Sekolah Tinggi Theologia Arastamar Riau, juga dibaangun rumah kost atau asrama sebagai sarana tempat tinggal siswa.
"Apakah limbah dari ratusan orang itu tidak membahayakan bagi keluarga kami yang tinggal di sekitar ini," kata Hotmaruli Tua mempertanyakan. (Red)




Komentar Via Facebook :