dr. Helmi Purba, Sp.Pd; Edukasi Kesehatan Lewat Media Sosial
dr. Helmi Purba, Sp.Pd

dr. Helmi Purba, Sp.Pd; Edukasi Kesehatan Lewat Media Sosial

Dokter cantik yang dipanggil dr.Helmi Purba, Sp.Pd. Beliau adalah dokter spesialis pe­nyakit dalam yang kesehariannya sibuk melayani pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau. Selain berprofesi dokter, siapa sangka, dokter berdarah Tapanuli juga seorang influencer. Sudah banyak karya-karya videonya yang telah di unggah ke youtube dan juga instagram.

Dalam beberapa video yang diunggahnya, kebanyakan adalah video edukasi  tentang kese­hatan. dr. Helmi banyak memberikan ulasan tentang cara hidup sehat kepada masya­rakat. Edukasi kesehatan merupakan pilihan  sarana tersendiri ibu dua anak ini.

Bahkan, pertengahan Oktober lalu, Dokter yang murah senyum ini menciptakan sebuah lagu tentang cara mencuci tangan yang lebih akrab didengar de­ngan lagu Hand Hygiene. Bersama para sejawatnya di RSUD Arifin Achmad, dr. Helmi memberikan edukasi kepada masyara­kat tentang tata cara mencuci tangan supaya higienis. Berpadu dengan tarian, lagu Hand Hygiene yang diciptakannya bahkan mendapat penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau beberapa waktu yang lalu.

Tim Hand Hygiene ini mendapat juara satu di acara puncak Hari Kesehatan Nasional yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau 17 November 2019 lalu. Bersama dengan tim yang juga personil di RSUD Arifin Achmad, dr. Helmi berharap dengan ada­nya Hand Hygiene ini dapat mempermudah memberikan edukasi kepada masya­rakat akan penting­nya mencuci tangan.

“Tujuannya edukasi kese­hatan, memberi edukasi ke masyarakat. Terutama cuci ta­ngan itu sangat penting. Karena tangan itu kan banyak kuman. Jadi kita berusaha memberikan edukasi ke masya­rakat, bukan hanya memberi obat, tapi pencegahannya seperti edukasi untuk mengikuti pola hidup sehat itu yang paling penting,” terang dokter yang berusia 37 tahun ini.

Dia juga menyampaikan, pencegahan dari berbagai penyakit adalah yang utama. Bahkan pemberian obat yang secara belebihan akan menambah racun di dalam tubuh kita. ”Yang paling penting itu edukasi. Dokter dan pasien harus kerjasama. Edukasi dari dokter yang paling penting. Jadi bukan memberi obat terus-terusan, tapi pasiennya sendiri tak bisa menjaga makanan. Ya, percuma saja,” terangnya.

Doker berusia 37 tahun ini,  menyayangkan banyaknya ma­syarakat yang mengkonsumsi junk food. Marak­nya kehadiran junk food dan makanan cepat saji secara tidak langsung akan mempengaruhi kesehatan masyarakat dan mudah terjangkit  berbagai penyakit, seperti diabetes, kanker dan lainnya.

“Zaman sekarang susahnya ini, paling banyak itu junk food. Banyak kita jumpai seperti ayam tepung, apalagi digoreng. Itukan kalorinya luar biasa. Intinya kontrol diri kita sendiri. Bisa menjaga pola makanan yang sehat,” ungkapnya.

Untuk itu, dokter lulusan UGM ini, berulangkali me­nyampaikan perlunya memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat Riau agar selalu menjaga kesehatan. Caranya, pola makan sehat, berolahraga selama 150 menit se­minggu dan istirahat dengan teratur.

Oleh karenannya, ber­bagai edukasi kesehatan bisa dengan sarana penyuluhan langsung ataupun menonton unggahan edukasi ke­sehatan via channel akun youtube ‘dr.Helmi Purba’ miliknya. (MedikAA)

CATEGORIES
TAGS