Home • Sumatera Utara •
Jalan Rusak Parah dan Tikungan 'Maut' di Simarhilang, Apa Kabar Pemerintah dan CSR PLTA?
Parlilitan - Parahnya Jalan Simarhilang, Desa Sion Selatan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, bak kisah panjng tak berujung. Jarak tempuh antara Sitapung ke Kota Parlilitan hanyalah 7 kilometer. Namun, perjalanan rasanya, bak melewati terjal menuju dakian gunung. Betapa tidak, tarik nafas memanjang baik mengendarai roda dua maupun roda empat bagi yang jarang melintas di daerah itu. Meski begitu, bagi warga Dusun Simarhilang, sudah menjadi terbiasa dan tak lagi menyeramkan.
Kisah panjang itu, dulu Kecamatan Parlilitan menginduk ke Kabupaten Tapanuli Utara, dan sekarang menjadi Kabupaten Humbang Hasundutan telah berusian 17 tahun, berharap pembangunan menjadi perhatian ekstra oleh Pemerinta Daerah, Provinsi maupun Pusat. Kondisi jalan Simpang Lae Pinang, sepanjang sekitar 500 meter didaerah Simarhilang dari arah Parlilitan ke jembatan dan sebaliknya, bak 'jalan menantang maut'. Tak hanya itu, ada tantangan satu lagi tantangan lagi, yaitu tikungan menyerupai sudut siku.
'Jangan coba-coba bawa kendaraan roda dua dan empat kalau belum pernah melintas di daerah ini," ujar salah seorang warga Huta Hutagalung enggan dituliskan namanya, saat berhenti sejenak melintas usai pulang dari Pasar Parlilitan, Selasa, (28/7/2020).
-
Perlu Dibaca :
Parlilitan - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-17, Kabupaten Humbang Hasundutan, (Humbahas) Camat Parlilitan gelar video...
Seperti diketahui, di Kecamatan Parlilitan, hanya dua sekali setiap pekannya yaitu pasar, yaitu Pasar Hutagalung setiap Hari Senin dan pada Hari Selasa di Pasar Parlilitan. Pasar sekali setiap pekan itu, disebut "Maronan". Jalan Simarhilang itu, merupakan jalan Provinsi, penghubung antara Kabupaten Humbahas dengan Kabupaten Pakpak Bharat.
Kondisi jalan rusak parah dan tikungan bisa dikatakan 'maut' itu, diakui pihak aparat Desa Sion Selatan. Adalah Kepala Desa Sion Selatan, Jonner Tinambunan tak menampik kondisi jalan tersebut.
"Kondisi jalan simpang (pertigaan-red) Lae Pinang itu, kurang perhatian, termasuk pihak pengelola PLTA yaitu PT. PT. Mega Power Mandiri (MPM) dengan warga Sion Selatan, khususnya dan warga Parlilitan umumnya,' ujar Jonner saat bincang-bincang dengan SATELIT.CO, di Simahilang, Parlilitan, Selasa, (28/7/2020).
-
Perlu Dibaca :
Parlilitan - Kondisi jalan rusak di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, (Humbahas) menjadi perhatian PT. CITRA MULTI ENERGI...

Senada dengan Jonner, Kepala Sekolah SMP Negeri 4, Kardinus Munthe, saban hari melintas di daerah itu berharap ada perhatian khusus terkait perbaikan jalan di Simarhilang dan tikungan tersebut. "Saya setiap hari jalan mengajar ke Hutagalung, resah dan selalu berhati-hati, Kita berharap, supaya jalan itu diperbaiki, jangan sampai ada makan korban," pinta Kardinus.
Hal yang sama juga disampaikan warga Sion Runggu, Edong Maharadja minta pemerintah tidak mengabaikan perbaikan jalan rusak parah di Simahilang tersebut.
"Pemerintah jangan tutup mata kondisi jalan rusak parah dan tikungan sudut tersebut. Padahal, ini jalan provinsi menghubungkan Kabupaten Humbahas dan Pakpak Bharat," ujar Edong, Selasa, (28/7/2020).

Selain jalan rusak parah Simarhilang, ada sebuah tikungan 'maut', tepatnya di simpang jalan Dusun Solok. Tikungan tersebut, hampir mencapai 45'C. Sehingga, ketika melintas pergi dan datang, perlu ekstra hati-hati. Sedikit lengah, bisa masuk ke jurang arus aek simonggo mengalir.
Menanggapi kondisi jalan rusak parah tersebut, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (PUPR) Kabupaten Humbahas belum berhasil dimintai tanggapannya. Sementara sorotan terhadap 'kaburnya' realiasasi Coorporate Social Responsibilty (CSR) dari pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang oleh PT. Mega Power Mandiri, saat disambangi di Kantornya di Lokasi PLTA Sion Runggu, tak berada ditempat. "Pak Heru ada di Medan." ujar salah seorang karyawan PT. MPM, Selasa, (28/7/2020). .
Pun, bentuk kepedulian berupa CSR yang disalurkan PT. MPM ke Wilayah Sion Selatan dipertanyakan .
Untuk itu peran lembaga, tokoh adat dan agama di Sionom perlu melibatkan demi kemajuan daerah Sionomo Hudon. Jangan sampai sejumlah ketertinggalan pembangunan di Wilayah Sionom Hudon menjadi kisah tak berujung. (Vernando Nahampun/SC-01)




Komentar Via Facebook :