Kabareskrim Calon Kuat, Komisi III: Kapolri Non Muslim Tak Masalah
Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo. (Dok: Ist)

Kabareskrim Calon Kuat, Komisi III: Kapolri Non Muslim Tak Masalah

Jakarta – Masa bakti Kapolri Jenderal.idham.Aziz akan berakhir Januari 2021. Jabatan pengganti Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), sejumalh nama sudah mulai digodok Komisi III DPR RI.

Indonesia Police Watch (IPW) melansir  sejumlah nama bakal calon kuat pengganti Kapolri Idham Aziz. Satu diantaranya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo termasuk orang dekat Presiden Joko Widodo.

“Sigit sangat berpeluang menjadi Kapolri,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane ketika dihubungi wartawan  Sabtu, 13 Juni 2020 lalu.

Terkait ha tersebut Komisi III angkat bicara calon kuat Kapolri yang diprediksi IPW tersebut. Adalah Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni tak mempersalahkan jika Listyo Sigit Prabowo notabenenya non muslim menjadi orang nomor di kepolisian tersebut.

“Begini, kita harus lihat bahwa Polri adalah instrumen negara yang semua agama ada di dalamnya. Institusi Polri untuk kamtibmas seluruh Indonesia. Institusi Polri bukan lembaga dakwah Islam yang pimpinannya wajib agama Islam,” kata Sahroni kepada wartawan, dikutip dari Tagar.id, Senin, 23 November 2020.

Dengan tidak mempermasalah sosok calon  petinggi di Korps Bhayangkara beragama non muslim, Sahroni mematahkan sekaligus anggapan bahwa Kapolri harus beragana muslim.

“Polri bukan lembaga dakwah. Polri adalah instrumennya negara untuk Kamtibmas. Jadi, menurut saya enggak masalah (Polri dipimpin nonmuslim), selama kapabilitasnya bagus,” ia menambahkan.

Bahkan, politisi Partai NasDem menolak jika  masa jabatan Idham Azis diperpanjang
“Saya tidak setuju kalau (Idham Azis) diperpanjang, karena akan merusak institusi Polri sendiri. Sekali pun presiden ingin diperpanjang itu haknya presiden,” Sahroni menandaskan.

Ia mengungkapkan Kapolri Sahroni harus perwira berpangkat komisaris jenderal (komjen) dan tidak boleh calon Kapolri berpangkat inspektur jenderal (irjen).
“Dari irjen wajib ke komjen dulu, tidak serta merta lompat langsung Jenderal Pol. Melalui jabatan bintang 3 dahulu,” tegas Sahroni. (***/SC-01)

CATEGORIES
TAGS