Kadisdik Pekanbaru Ultimatum Tuntaskan Proyek RKB SMPN 44,  Kontraktor Maju-Mundur Kena
Kadisdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal gelar rapat di lokasi menyikapi tèrhentinya proyek RKB SMPN 44.(dok: esco)

Kadisdik Pekanbaru Ultimatum Tuntaskan Proyek RKB SMPN 44, Kontraktor Maju-Mundur Kena

Pekanbaru – Sengkarut proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMP Negeri 44, Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, ditanggapi serius Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Kehadiran Kepala Dinas Kota Pekanbaru, Abdul Jamal didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Muzailis dan Kabid Sarana Prasana sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ngadimin dan Kepala Sekolah SMP Negeri 44, Khariati, dinilai mendadak turun dan gelar rapat di lokasi proyek RKB SMP Negeri 44 Jumat, (27/1/2019).

Rapat digelar di lokasi proyek bersama rekanan pemenang proyek RKB yaitu CV. Anugerah Pratama, untiuk menindaklanjuti pemberitaan soal terhentinya pengerjaan proyek RKB SMPN 44 tersebut.

“Jika tidak selesai dilakukan rekanan hingga per 17 Februari nanti, tanpa mengurangi rasa hormat kami terpaksa melakukan pemutusan kontrak dan memblaclist perusahaan berikut dendanya,” tegas Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal kepada Team Media oketimes.com dan satelitriau.co Jumat (17/1/2020) di lokasi proyek usai meninjau kondisi terkini bangunan tersebut, Jumat, (17/1/2019) sore.

Penegasan, Abdul Jamal tersebut, merespon konfirmasi Tim Media oketimes.com dan satelit.co atas kondisi terkini proyek RKB SMPN 44 seolah-olah tak bertuan tersebut.

“Kami tak ingin disalahkan masyarakat, sebab ini semua ditengarai soal permasalahan di pihak rekanan yang dinilai kurang siap dan tanggap,” tukas Abdul Jamal.

Untuk itu, kata Abdul Jamal, pihaknya sudah memberikan semacam peringatan terakhir bagi kontraktor CV Anugrah Purnama.

“Termasuk saat ini kami sudah memberlakukan denda biaya keterlambatan pekerjaan kepada rekanan, pasca diberikan penambahan waktu kerja selama 50 hari sejak kontrak berakhir pada 29 Desember 2019 lalu,” tegas Abdul Jamal.

Jamal juga mengungkapkan pihaknya bersama rekanan dan Kabid Sarpras selaku PPK dan PPK dengan disaksikan Kepala Sekolah SMPN 44, tengah berjanji untuk segera merampungkan pembangunan RKB tersebut dengan secepatnya.

“Paling tidak dua atau tiga hari ini sudah selesai semua ini kalau rekanan cepat menggesanya. Kalau lambat, tentu bisa saja sampai berminggu-minggu dan berbulan,” klaim Abdul Jamal.

Ultimatum.tersebut, kata Abdul Jamal, tak bisa ditawar lagi. “Sanksinya jelas. Didenda, diputus kontrak, dan diblakclist serta jaminan diambil dari Bank,” tegas Jamal.

Yang menarik atas ultimatum tersebut, pihak rekanan seakan ketiban sial. Sebab, meskipun kontraktor menyanggupi penyelesaian proyek RKB SMPN dengan batas waktu sampai 17 Februari 2019, belum tentu pembayaran bisa langsung dilakukan.

“Walau sudah selesai proyek dikerjakan, belum tentu 100 persen dibayar atau tunda bayar. Proyek yang tepat waktu selesai dikerjakan, tunda bayar koq. Apalagi proyek terlambat seperti ini,” kata Jamal.

Pada kesempatan sama, Kepala Bidang Sarpras Disdik Pekanbaru Ngadimin, mengàtakan proyek tuntas sebelum batas akhir toleransi selama 50 (lima puluh) hari sejak masa kontrak kerja proyek selesai pada 29 September 2019.

“Saya yakin bisa tuntas dan tak ada penyimpangan,” klaim Ngadimin.

Menurut Ngadimin, pihak rekanan baru.menerima termin 40 persen dari nilai proyek Rp2,5 miliar yang dianggarkan APBD Murni 2019 Kota Pekanbaru tersebut. Padahal, realisasi fisik sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Yang menjadi masalah, dibayar.100 persen, jika progres fisik dibawahb100.persen’,” kilah Ngadimin.

Menanggapu ultimatum tersebut, Yulhendri Direktur CV Anugrah Purnama didampingi Salmon selaku penanggunjawab proyek, mengaku siap menyanggupi ultimatum pihak Disdik Pekanbaru bahwa sebelum batas toleransi pekerjaan jatuh pada 17 Pebruari 2020, proyek RKB SMP N 44 tuntas.

“Kami siap dan segera menyelesaikan proyek ini dengan sepatnya. Sebab kami sudah diberikan peringatan keras oleh Disdik Pekanbaru. Pokok lebih cepat selesai lebih bagus, sebab kami tidak ingin diputus kontrak atau blacklist,” ujar Yulhendri yang diamini Salmon.

“Para tukang dan materil bangunan sudah kami siapkan dan kami sedang bekerja saat ini, sabar aja pak, kami akan tuntaskan dengan segera,” pungkas Yulhendri.

Mencuatnya proyek RKB SMPN 44 ke permukaan, tatkala proyek serupa yaitu proyek RKB SMPN 42. Sesuai data papan proyek kedua sekolah tak jauh beda penandatangan kontrak dilakukan sekitar bulan September 2019. Pekerjaan proyek ditengarai bulai Oktober 2019. ProyeK RKB SMPN 42 begitu turun kontraknya langsung dikerjakan.

Sedangkan, proyek RKB SMPN 44 baru dikerjakan di awal Oktober 2019. Sehingga, pertengahan Desember 2019 baru mencapai 30 persen progres pekerjaan. Mengingat perbandingan tersebut, kontraktor pemenang proyek.RKB SMPN 44 dinilai tak profesional dan wanpestasi (red-tak patuh perjanjian kontrak). (Red)

CATEGORIES
TAGS