Kandas, Stadion Utama Riau Tak Masuk Stadion Piala Dunia Sepakbola  U-20
Stadion Utama Riau (dok ist)

Kandas, Stadion Utama Riau Tak Masuk Stadion Piala Dunia Sepakbola U-20

Pekanbaru-Harapan Stadion Utama Riau dipilih menjadi tuan rumah final Sepakbola U-20, kandas. Pasalnya, 10 (sepuluh) stadion yang diusulkan PSSI ke organisasi sepakbola tertinggi dunia, FIFA, Stadion Utama Riau tak ada dalam daftar stadion yang diusulkan. Perhelatan final Sepakbola U-20 akan digelar 24 Mei hingga 12 Juni 2021 mendatang.

Stadion yang diusulkan PSSI dalam perhelatan Final Sepakbola Dunia U-20, yaitu, stadion Gelora Utama Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Doni Aprialdi masih menunggu berharap agar Stadion Utama Riau menjadi ikut terlibat perhelatan tersebut.

“Masih menunggu,” kata Doni Aprialdi, melalui pesan elektronik whattsap, Jum”at, (26/1/202) malam.

Tak hanya itu, PSSI juga tak mengusulkan Stadion Utama Riau menjadi opsi lain dari 4 (empat) cadangan yang diusulkan PSSI.

Diketahui, cadangan stadion yang diusulkan PSSI ke FIFA diantaranta, Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung), sepertinya akan menjadi opsi cadangan.

Meski demikian, Doni Aprialdi masih menaruh harapan agar PSSI melirik Stadion Utam Riau terpilih menjadi tuan rumah perhelatan tersebut.

“Harapan itu tetap ada yang penting kita semangat,” kata Doni lagi.

Tak terlibatnya Stadion Utama Riau menjadi tuan rumah Final Sepakbola U-20, tentunya menjadi tugas berat Kadispora Riau tersebut. Upaya merangkul pihak ketiga tak tertarik atas tawaran pihak Pempeov Riau agar mau menggelontorkan anggaran untuk mengelola stadion tersebut.

Sejauh ini, pihak Pemprov Riau belum memberikan keterangan soal gagalnya merangkul pihak ketiga tersebut. Dikabarkan, sejumlah pihak ketiga seperti PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) bahkan pengusaha Osma Sapta Odang (OSO) (eks Ketua DPD RI-red) sempat ditawarkan. Namun, upaya tersebut nampaknya tak berhasil.

“Butuh anggaran Rp30-an miliar membenahi Stadion Utama Riau tersebu. Pihak ketiga seperti RAPP dan OSO kita tawarkan,” kata Doni beberapa waktu lalu.

Kondisi diluar Stadion Utama Riau terkini, memang cukup.memprihatinkan. Pembangunan Stadion Utama Riau semasa.Gubernur Riau, Rusli Zainal tersebut berbiaya mencapai Rp1 triliun lebih, tampak diluar stadion tak terurus lagi.

Andai saja, pihak Dinas Pemuda.dan Olahraga mengoptimalkan penagihan restribusi penggunaan veneu-venue dari pihak ketiga yang menggukannya, bisa menambah anggaran perawatan yang telah ada sehingga bisa digunakan untuk merawat venue-venue termasuk Stadion Utama Riau.

Berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan Provinsi Riau 2018, sejumlah temuan itu, belun ditagihnya restribusi penggunaan venue-venue atau stadion tersebut oleh pihak ketiga. Andai saja, itu restribusi itu bisa ditagih oleh Dispora Provinsi Riau, sebagian perawatan venue-venue termasuk Stadion Utama Riau, sedikit banyaknya bisa membantu anggaran yang dibutuhkan menutupi biaya pengelolaan dan perawatan venue-venue tersebut.

Seperti diberitakan, 6 (enam) stadion tersebut adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Bogor), Manahan (Solo), Mandala Krida (Yogyakarta), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Menurut Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa, 6 (enam) stadion tersebut dipilih oleh FIFA. Namun, Gatot tidak menjelaskan alasan FIFA memilih stadion-stadion tersebut.

“Enam itu sudah sesuai permintaan FIFA, tapi beberapa stadion yang belum jadi itu harus direnovasi,” kata Gatot saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2020). (Red)

CATEGORIES
TAGS