Home • News • Ekonomi
Kapolri Turun ke Pasar Pastikan Stok Minyak Goreng Aman
Kapolri saat tturun ke pasar teadisional bantar gebang , Bekas, Jawa Barat. (Dok: Humas)
Bekasi - Kelangkaan minyak goreng terjadi belakangan ini, membuat pihak Kepolisian mencari akar permasalah. Setelah sebelumnya, Kapolri tinjau pabrik minyak goreng PT Mikie Oleo Nabati Industri Bekasi, Jawa Barat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun turun ke pasar tradisional Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, memastikan stok atau ketersediaan minyak goreng untuk memehuhi kebutuhan dari masyarakat aman.
Selain memastikan kelangkaan minyak terjadi, Sigit sempat berdialog kepada para pedagang di pasar tersebut, untuk mengecek harga jual dari minyak goreng dipasaran.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Oknum polisi berinisal YR (38) yang didapatkan bersamaan dengan barang bukti berat 5 kilogram, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau...
Saat berdialog dengam pedagang pasar, Sigit menanyakan apakah stok minyak goreng yang dibutuhkan masyarakat kondisi aman atau tidak.
"Stok minyak goreng cukup untuk berapa hari?," tanya Sigit kepada pedagang minyak goreng di pasar tradisional Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022).
"Setiap hari pak. Paling lama dua hari sudah datang," jawab salah satu pedagang pasar kepada Kapolri.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2024, bisa terhitung kurang lebih tiga tahun lagi. Riak-riak kontenstan ikut meramaikan calon...
Saat turun ke pasar, Sigit masih mendapat keluhan dari pedagang pasar soal masih terjadinya kelangkaan dari minyak goreng curah. Berdasarkan pernyataan dari para pedagang, permintaan minyak curah dari masyarakat sangat tinggi.
Sebelum ke pasar tradisional Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Kapolri juga mengecek pabrik minyak goreng PT Mikie Oleo Nabati Industri Bekasi, Jawa Barat. Hal itu untuk memastikan proses produksi hingga pendistribusian ke pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Sigit juga mensosialisasikan kebijakan terbaru Pemerintah Indonesia yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto soal subsidi harga minyak curah dari harga Rp 11.500 per liter menjadi Rp 14.000 per liter. Terkait minyak kemasan akan disesuaikan dengan nilai keekonomian.
"Tentunya dalam kesempatan ini saya imbau kepada seluruh stakeholder terkait mulai dari perusahaaan produsen kemudian perusahaan CPO yang mempersiapkan bahan baku dan juga penjual yang distribusikan baik di pasar modern maupun tradisional, saya harapkan untuk barang-barang bisa didistribusikan seperti biasa jangan sampai ada kelangkaan. Sehingga stok tetap terjaga," ujar eks Kabareskrim Polri ini.
Dikatakan, Sigit berharap, dengan adanya kebijakan tersebiut tidak kembali terjadi fenomena-fenomena antrean panjang saat masyarakat membeli minyak goreng.
"Sekali lagi harapan kita kedepan dengan adanya kebijakan-kebijakan yang ada tidak ada lagi antrean terkait dengan masyarakat yang membutuhkan minyak karena adanya kelangkaan," ucap mantan Kapolda Banten tersebut. (***)




Komentar Via Facebook :