Kejagung Periksa Adik BTS dan Istri IWS Bersama 16 Saksi
Kepala Pusat Penerangan Kejagung RI, Leonard Simanjuntak. (Dok: Ist)

Kejagung Periksa Adik BTS dan Istri IWS Bersama 16 Saksi

Jakarta – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung kembali memeriksa 18 (delapan belas) orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) PT. ASABRI.

Dari 18 (delapan belas) saksi yang diperiksa, istri tersangka IWS dan adik tersangka BTS masuk dalam daftar saksi yang akan diperiksa berdasarkan press release yang diterbitkan Pusat Penerangan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, di Jakarta, Rabu, (14/4/2021)

“Ada 18 (delapan belas) saksi yang akan diperiksa terkait perkara dugaan tipikor kasus PT. Asabri,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kejagung RI, Leonard Simanjuntak.

Adapun saksi-saksi yang diperiksa terdapat 15 (lima belas) saksi yang memakai nama dari para tersangka alias Nominee diantaranya, AHC, AT, MP, AST, M, E DM, EB, SL JI, LL, AA, HS, WM, ABS.

“Tiga saksi, AIP selaku Isteri Tersangka IWS, JT selaku Adik Tersangka BTS dan DRF selaku Karyawan PT. Tedo Utama,” rinci Leo.

Menurut Leon, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

“Guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI,” terang Leo.

Terhadap pemeriksaan saksi, tetap memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

“Jaga jarak aman antara saksi diperiksa dengan penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” tandas Leo.

Sebagai informasi, tersangka Ilham W Siregar (IWS) merupakan, Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017. Kemudian, adik tersangka BTS alis Benny Tjokrosaputro (Bentjok), Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX).

Sejauh ini, Kejagung juga telah 9 (sembilan) yaitu, ARD sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, SW sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015.

Kemudian, Hari Setianto (HS), Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019. Selanjutnya, Ilham W Siregar (IWS), Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi (LP), Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), Heru Hidayat (HH) Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Benny Tjokrosaputro (BT) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Jimmy Sutopo (JS), Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.

Dua terdakwa Benny Tjokro dan Heru Hidayat dihukum pidana penjara seumur hidup dan kewajiban mengembalikan kerugian kepada negara. Berdasarkan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi periode 2012-2019 Asabri merugikan kerunagan negaramencapai Rp 23,74 triliun. (***/SC01)

CATEGORIES
TAGS