Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Soal Transfomator Listrik
Kepsek SMAN 17 Pekanbaru Sebut Bayar, Kata Humas PLN Tak Bayar
Pemasangan transformator jaringan listrik ke SMAN 17 Pekanbaru, Provinsi Riau. (Dok: SC)
Pekanbaru - Kali ini, sorotan tak hanya dialamatkan ke pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan akses Jalan ke SMA Negeri 17 Pekanbaru, Provinsi Riau. Pun, jadi sorotan pembayaran fasilitas listrik berupa seperti pembayaean Transformator atau dengan kata lain disebut trafo.
Trafo bisa disebut juga pengubah arus adalah peralatan listrik yang mengubah bentuk energi listrik menjadi suatu bentuk energi listrik yang lainnya. Nilai tegangan listrik yang dihasilkan oleh transformator ditentukan oleh kebutuhan energi listrik.
Adalah Kepala SMA Negeri 17 Pekanbaru, Elmida membenarkan pembayarwn trafo dan SLO dibebankan ke bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA).
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Revitalisasi pembangunan UKS, Perpustakaan dan Toilet di SD Negeri 15 Pekanbaru, Sarkani selaku Kepsek SD Negeri 15 Pekanbaru, setelah 2...
Diketahui SLO adalah bukti pengakuan formal bahwa suatu instalasi tenaga listrik sudah berfungsi sesuai persyaratan dan siap dioperasikan secara aman. Sertifikat ini wajib dimiliki oleh berbagai instalasi listrik karena memastikan keamanan, mencegah kecelakaan seperti kebakaran, dan diperlukan sebagai syarat untuk menyambung listrik baru atau tambah daya ke PLN.
Terhadap pembayaran trafo dan SLO, kata Elmida, pihak sekolah merogok kas BOSDA lebih kurang Rp93 juta untuk pembayaran trafo. Sementara, lanjut Elmida, pembayaran SLO kurang lebih Rp5 jutaan.
"Sudah dibayar. Sebesar Rp93 jutaan untuk pembayaran trafo. Angka persisnya, saya lupa. Juga kami bayar SLO lebih kurang Rp5 jutaan. Angka persisnya gak saya ingat," ujar Kepsek SMA 17 Pekanbaru, Elmida saat bincang-bincang via panggilan elektronik whatsapp, pada Kamis, (31/9/2025) lalu.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Pengerjaan dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2025 di SD Negeri 15 Pekanbaru, Provinsi...
Ia berharap, proses pembangunan dan perpindahan anak-anak sekolah ke gedung aslinya SMAN 17 Pekanbaru berjalan dengan lancar.
"Kita udah siap mau pindah, tinggal menunggu jalan disiram sertu biar bisa mobil masuk angkat barang. Sekarang jalan sedang pengerjaan PUPR Kota. Listrik sudah masuk," ungkapnya.
Terpisah, Humas PLN Pekanbaru, Fauzar Zein didampingi rekan sejawatnya saat kepada wartawan termasuk satelit.co di kantor Cabang Pekanbaru di Jalan Setia Budi, Pekanbaru, Jumat, (3/10/2025), menjelaskan bahwa pemasangan tentu diawali pengajuan pemasangan jaringan listrik dan dituangkan dalam bentuk kerja sama dengan istilah lain MOU (Memorandum of Understanding)
Diketahui, MoU merupakan dokumen pernyataan niat untuk menjalin kerja sama atau kemitraan antara dua pihak atau lebih, namun umumnya belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat seperti kontrak.
"Semua proses itu dilakukan pihak yang mengajukan jaringan listrik termasuk pihak SMAN 17 Pekanbaru," ujar Fauzar Zein.
Namun, soal SLO, juga meteran merupakan tanggungjawan SMAN 17 Pekanbaru, bukan pihak PLN.
"Pembayaran jaringan dan pemasangan trafo merupakan tanggungjawab PLN, artinya tidak ada pembayaran disana, termasuk trafo," ungkap Fauzar.
Ia kembali mengaskan, bahwa pemasangan trafo yang ada di SMAN 17, merupakan bagian pelayanan termasuk pelayanan fasilitas pendidikan.
Disinggung soal ada pembayaran trafo sebesar Rp93 juta di dekat SMAN 17, pihak PLN menanyakan soal kebenarannya.
"Mana buktinya, " timpal rekan Fauzar Zein yang mendampinginya. (Red-)




Komentar Via Facebook :