Home • News • Politik
Ketua Golkar Humbahas ke Pilkada: Tunggu 6 September, Melawan Kotak Kosong Atau Tidak?
×
×
Doloksanggul - Terpilihnya Harry Marbun kembali menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Humbang Hasundutan (Humbahas), sinyal bagi Dewan Pengurus Partai Golkar (DPP) bahwa kadernya siap bertarung melawan petahana maju di Pilkada Humbahas pada 9 Desmeber 2020 mendatang.
Sebab, sejauh ini rumor yang berkembang peserta pilkada Humbahas hanya diikuti satu pasangan, yaitu calon incumben atau petaha. Kekhwatiran itu, juga dirasakan tokoh lintas agama bahwa peserta pilkada Humbahas hanya diikuti calon petahana tanpa pesaing alias melawan kotak kosong, dinilai bukan pendidikan demokraasi.
Bukti, Harry Marbun mampu menjaga soliditas partainya berkat proses pemilihan yang diikuti 10 pimpinan anak cabang, bulat memilih Harry Marbun menahkodai Partai Beringin Kabupaten Humbang Hasundutan, pada gelaran Musda ke-4 di Hotel Martin Anugerah, Dolok Sanggul pada Senin, (318/2020).
"Sebagai kader partai saya meyakini kader partai akan diusung di Pilakada Humbahas yang dihelat 9 Desember 2020 mendatang. Namun demikian, itu semua kita serahkan ke Ketum Partai Golkar," ujar Harry Marbun, saat jumpa pers dengan sejumlah awak media termasuk SATELIT.Co usai Musda ke-4 Partai Golkar Humbahas.
Keyakinan itu, sambung Harry, melihat kinerja kepengurusan dan kader bisa unjuk kerja dengan mengusung tunggal kadernya tanpa berkoalisi dengan partai lain di pilkada nanti. Bahkan, Harry mengungkapkan, masih simpang siurnya balon yang akan diusung di Pilkada Humbahas, bahwa Partai Golkar akan membuat kejutan bagi dirinya. Sebab, Harry optimis sebagai partai politik, Golkar pasti lebih dahulu menawarkan ke kader potensial bukan dari luar yang akan maju di Pilkada. Namun sebaliknya, sambung Harry, jika pengurus, kader dan masyarakat pemilih Partai Golkar kecewa berat terhadap putusan DPP Partai Golkar, Harry Marbun akan menentukan sikap nantinya.
"Akan bisa mengakhiri saya sebagai Ketua Partai Golka, dan mungkin alternatif lain. Ini bukan masalah calon Bupati, melainkan masalah paling penting tidak boleh sesuatu yang menentang identintas partainya. Sebagi partai harus melahirkan pemimpin. Itu makanya, di partai gollkar ada pemimpin desa, kecamatan dan kabupaten. semua itu, jika diberikan tugas, tentunya harus siap. Dan, kebetulan Partai Golkar bisa berlayar," tegas Harry.
Ia menegaskan, jika dirinya ditanya soal pilihan diusung calon maju di pilkada, sebagai kader partai tidak ada yang diragukan dan harus berani menampilkan kader bukan menghambatnya.
"Kalau kita baca di media massa akan melawan kota kosong. Masyarakat memilihnya yang memutuskan, menerima atau menolak keputusan kepartaian. Kalau itu terjadi (melawan kotak kosong-red) sepertinya Partai Golkar jadi mandul," kata Harry.
Untuk menjawab calon yang didukung Partai Golkar di Pilkada Humbahas, Harry tak menampik, sejumlah pengurus dan kader akan menanyakan langsung ke Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartato untuk memastikan calon Bupati yang diputuskan Partai Golkar di pilkada Humbahas 9 Desember 2020.
"Ketum pernah menyampaikan kader potensial bisa memajukan kaderya. Itu amanat munas. Apakah itu diingkari, akan kita lihat. Saya tidak bisa memberikan penghakiman dan historis saja. MUnas Golkar Desember 2019 lalu, masih kader yang dimajukan. Saya sebagai kader golkar kalau diminta tentu siap, untuk maju di Pilkada,' ujar Harry menguatkan keyakinannya.
Optimis Harry Marbun mengklaim hasil survei tingkat elektabilitasnya kader Partai Golkar di Pilkada Humbahas bagus. "Kita tunggulah sampai pada 6 Juni 2020. Belum diumumkannya calon dari Partai Golkar, mungkin sebuah kejutan," jelas Harry meyakinkan.
Bahkan, Harry mengajak politik Indonesa akan kembali politk kebenaran dengan politik demokrasi bukan persengkokolan bersama, bukan karena prestasi bupatinya atau gubernurnya, apalagi tidak memungkinkan disukai atau dipilih.
"Ini kejahatan poltik politik sebnarnya. Politk sehat itu sebaiknya menampilkan kader-kadernya. Apabila bisa berlayar sehingga tidak menutup pintu bagi orang lain atau masyarakat bukan malah memilih kotak kosong. Ini pasti bingung," ulas Harry.
Sementara, fungsionaris Golkar DPD I Sumatera Utaram Viktor Silaen meyakini sejauh ini menegaskan proses pemilihan dan penetapan Harry Marbuan terpilih kembali sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Humbahas telah sesuai aturan partai dan sah.
"Bapak Harry Marbun sebagai Ketua DPD Golkar Humbahas untuk periode 2020-2025 secara aklamasi dipilih 10 pimpinan cabang Kecamatan yang ada di Kabupaten Humbahas. Komitmen kami membesarkan Partai Golkar di Humbahas," tegas Viktor.
Demikina halnya, pencalonan Harry Marbun sebagai calon bupati dari Partai Golkar, sambung Viktor prosesnya sesuai dengan tahapan penjaringan di tingkat PAC dan DPD yang dijalani Harry Marbun.
"DPD I Sumut mengusulkan Bapak Harry Marbun ke DPP untuk calon bupati Partai Golkar periode 2020-2024. Apapun keputusannya dari DPP kita patuh," jelas Viktor.
Seperti rumor berkembang, bahwa Partai Golkar lebih memilih berlabuh Calon Bupati petahana dibandingkan kadernya ddan sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Humbahas. Padahal, secara persyaratan suara untuk mengusung calon di Pilkada, syarat Partai Golkar sangat mumpuni mengusung kadernya dengan perolehan 5 (lima) kursi di DPRD Kabupaten Humahas. Jika Partai Golkar lebih memilih berlabuh Calon Petahana, pupuslah harapan ada duel head to head di Pilkada pilkada Humbahas alias melawan Petahan lawan kota kosong.
"Saya baru dengar lisan. Formulir B1. KWK-nya, belum saya lihat," tukas Harry memnanggapi rumor tersebut. (Vernando Nahampun/SC-01)


Komentar Via Facebook :