Kontraktor Disebut Wanprestasi, PPK Yakin Tak Ada Kerugian Negara
Proyek RKB SMPN 44 psca diputus kontrak dan diblacklist (dok:Esco)

Kontraktor Disebut Wanprestasi, PPK Yakin Tak Ada Kerugian Negara

Pekanbaru – Dinas Pendidikan Kota Peknbaru menegaskan bahwa kegiatan proyek SMPN 44 Pekanbaru yang dikerjakan kontraktor CV. Anugerah Purnama telah dimasukkan perusahaan daftar hitam (blaclist-red). Selain itu, jaminan bank perusahaan tersebut telah disita dan denda keterlambatan sedang dihitung.

Hal itu disampaikan Pejabat Pelaksana Komitmen (PPK), pada kegiatan proyek SMPN 44, Pekanbaru, Ngadimin, ketika Tim Media menyambangi diruangannya, di Gedung Diknas Kota Pekañbaru, Kamis, (20/2/2020).

Ia mengakui dengan tidak rampungnya kegiatan proyek RKB SMPN 44 itu, dirinya telah ditegur Walikota Firdaus. “Tak ada kerugian negara,” ujar Ngadimin. Kontraktor bisa kita katakan wanprestasi (ingkar janji-red),” katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan soal denda keterlambatan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. “Baru saja, saya dari BPK Ri terkait keterlambatn proyek tersebut” ucap Ngadimin juga Kepala Bidang Sarana dan Prasana Diknas Kota Pekanbaru itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski, pihak kontraktor diberi waktu perpanjang 50 (lima puluh) hari dari bataa kontrak, pihak kontraktor tak kunjung menyelesaikan pekerjaan seratus persen.

Kondisi, pasca batas akhir perpanjangan kontrak 50 (lima puluh) hari selesai, kondisi RKB cukup memprihainkan. Seakan gedung RKB tak bertuan.

Tampak dilokasi pekerjaan proyek RKB SMPN 44, sejumlah item pekerjaan belum rampung. Dari lantai bawah, halaman gedung RKB tampak tumpukan material berserakan. Di teras gedung RKB, belum dibersihkan. Kabel-kabel dan material juga berserakan. Pintu ruangan kelas terbuka tanpa dikunci.

Dilantai dua gedung RKB tersebut, lebih memprihatinkan lagi. Tampak kaca jendela masih ada yang belum terpasang. Pagar pembatas dinilai asal jadi. Besi pembatas hanya dilas dan hanya ‘nyantol’ dibaut pada dinding penyambung batas pagar.

Tidak hanya itu, tanda (x) dibeberapa titik tertera. Dari pengamatan tanda (x), ditemukan dinding terjadi retak. Diruangan lain, tanda kali (x) ada kwalitas plestetan kurang bagus.

Di pembatas pagar tak luput ada tanda (x), pertanda daya tahan sambungan dinilai kurang kuat. Bahkan, tangga ke lantai dua ada tanda (x) ikut menghiasi belum rampungnya proyek RKB tersebut. Hampir, disetiap ruangan dilantai dua, penuh tanda (x).

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengakui proyek RKB SMPN 44 Pekanbaru, progres kerja tak kunjung rampung.

“Iya benar. Progres pekerjaan RKB hanya mencapai 85 (delapan puluh) persen walau sudah diberi waktu 50 (lima puluh) hari sesuai Perpres 54 Tahun 2018,” ujar Kadisdik Abdul Jamal, kepada Tim Media, Selasa, (18/2/2020) sore.

Ia menjelaskan, pihaknya sedang mempersiapkan sanksi tegas berupa tidak mencairkan jaminan bank serta harus membayar denda keterlambatan serta perusahaan masuk daftar hitam (blakclist-red) terhadap rekanan pelaksana RKB SMP 44 tersebut.

“Kita siapkan sanksi blaclist, jaminan bank disita serta denda keterlambatan dihitung setelah berakhirnya masa kontrak awal pada 29 Desember 2019 lalu,” tegas Abdul Jamal.

Dirincikan Jamal, denda keterlambatan terhadap pelaksana proyek CV. Anugerah Purnama, diperkirakan besarannya ratusan juta rupiah.

“Perkiraan sementara Rp300 jutaanlah dan harus dibayar. Jaminan Bank ditahan. Sanksi blacklist juga diumumkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” jelas Jamal akrab disapa.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 untuk pembangunan RKB SMPN 44 dengan nilai kontrak Rp2.5 miliar lebih.

Sementara, terhadap progres proyek RKB SMPN yang dikerjakan oleh CV. Anugerah Purnama telah dicairkan 60 (enam.puluh) persen dari nilai kontrak yaitu sekitar Rp2.5 miliar. (*)

CATEGORIES