KPK Periksa Saksi Terhadap Tiga Tersangka Tipikor Proyek Jalan Lingkar Bengkalis
Illustrasi

KPK Periksa Saksi Terhadap Tiga Tersangka Tipikor Proyek Jalan Lingkar Bengkalis

Pekanbaru – Penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), kembali memeriksa sejumlah saksi-saksi untuk tersangka tindak pidana korupsi pembangunan jalan lingkar Barat Duri tahun jamak (multiyears-red) tahun APBD 2013-2015, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

“Tujuh saksi diperiksa untuk 3 (tiga) tersangka VS, SHT dan DH. Sejumlah saksi itu, diperiksa di Mako Brimob Polda,  di Pekanaru, Provinsi Riau,” ujar Jubir KPK, Ali Fikri, Jumat, (20/3/2020).

Sejumlah saksi-saksi diperiksa tersebut diantaranya;

  1.  SULYADI Direktur PT Surya Pratama Yudhi
  2.  AMAT Alias ACAI Suplier PT. Arta Niaga Nusantara (tahun 2015)/Wiraswasta
  3. DRUS MAARIF Swasta (Supplier pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu -Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013- 2015
  4. RAMADHAN Polri (Babinkamtibmas Polsek Siak Kecil)/Supplier Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil (Multyears) Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013 -2015
  5. JONNY Swasta (Suplier)
  6. ADHE AD Wiraswasta CV Wahyu Rintiyani Abadi
  7. SOPIYAN Direktur PT Alas Watu Emas

Diberitakan aebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait empat proyek jalan di Kabupaten Bengkalis, Jumat (17/1/2020) lalu.

Penetapan 10 (sepuluh) orang tersangka itu, yakni M. Nasir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK), serta delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

Seperti diketahui, pada 2013 telah dilakukan tender terhadap enam proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis dengan nilai total proyek sebesar Rp 2,5 triliun.

Selain proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dan proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning yang sudah dan sedang disidik KPK, empat proyek lainnya, yakni proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri dan proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

10 (sepuluh) tersangka itu diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait empat proyek ini, seperti pengaturan tender, hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan pekerjaan yang kualitasnya jauh dari yang dipersyaratkan.

“Pihak-pihak yang diduga terlibat adalah pejabat proyek, kontraktor/rekanan serta pihak lain yang diduga turut serta dalam proses penganggaran maupun dalam pelaksanaan proyek,” paparnya.

Terkait proyek peningkatan jalan lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, tersangka yang dijerat KPK yakni M. Nasir, Handoko Setiono, dan Melia Boentaran. Kerugian keuangan negara terkait korupsi dalam proyek ini ditaksir mencapai sekitar Rp 156 miliar.

Untuk pproyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis yang ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp 126 miliar, KPK menjerat M. Nasir Tirtha Adhi Kazmi, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, dan Firjan Taufa.

Dalam proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri yang diperkirakan merugikan negara senilai Rp 152 miliar, KPK menetapkan M. Nasir, dan Victor Sitorus sebagai tersangka. Sedangkan terkait proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri dengan nilai kerugian Rp 41 miliar, KPK menjerat M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando.

“Berdasarkan hasil perhitungan sementara terhadap ke empat proyek tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar total Rp 475 miliar,” kata Firli.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, 10 tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (**)

CATEGORIES
TAGS