Lembaga IPSPK3-RI Desak BPK RI Audit Seluruh Proyek PL Dinas Perkim Pekanbaru
Ketua Umum Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI), Gand Mora. (Kiri). Papan proyek kegiatan penataam dan pembangunan kawasan permukiman cenderung kumuh di Dinas Perkim Kota Pekanbaru. (Dok: Ist)

Lembaga IPSPK3-RI Desak BPK RI Audit Seluruh Proyek PL Dinas Perkim Pekanbaru

Pekanbaru – Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI) mendesak seluuh proyek penunjukan langsung (PL) du Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru. Desakan itu, berdasarkan pihaknya “mencium’ dugaan praktek-praktek pemecahan proyek seyogyanya bisa dilelang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi, Kolusi, Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI), menanggapi pemberitaan SATELIT.CO  terkait proyek penunjukan langsung (PL) di Dinas Perkim Kota Pekambaru, Rabu, (13/1/2021)

Menurut Ganda, proyek penunjukkan langsung cukup rawan diselewengkan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

“Misalnya, proyek penunjukkan langsung (PL) proyek saluran air dengan alokasi anggaran Rp191 juta lebih. Jika panjangnya 200 meter, maka bisa dihitung kurang lebih Rp900 ribu per meter. Nah, jika ditelisik jauh lagi, bagaimana kualitas pekerjaan saluran dengan biaya Rp900 ribu per meter. Sesuai tidak kualitas dan harga dengan hitung-hitungan kasar disebutkan diatas?. Dasar itulah desakan kita ke BPK RI Perwakilan Provinsi Riau untuk diaudit bisa dilihat nantinya dalam Laporan Hasil Pemerksaan (LHP) Pengelolaan Keuangan Pemko Pekanbaru 2020 terutama di Dinas Perkim,” ujar Ganda.

Ia menjelaskan, pihaknya berharap audit yang dilakukan BPK RI Perwakilan tidak hanya di Dinas Perkim juga dinas lainnya.

“Saya ingin, BPK bisa mencium proyek PL yang diduga dipecah-pecah di Dinas Perkim maupun satker lain dilingkungan Pemko Pekanbaru,” pungkasnya.

Enggan Berkomentar
Terkait proyek saluran air di Gang Damai II, di Jalan Damai, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Krismat Hutagalung terkesan menghindar saat dimintai tanggapannya.

Tanggapan Krismat Hutagalung diperlukan berdasarkan informasi yang diperoleh Lurah Palas, Kecamatan Rumbai itu, Rezky bahwa proyek saluran air tersebut merupakan proyek aspirasi Dewan. Sebab, pihak masyarakat dan publik juga mengetahui kinerja anggota Dewan apa saja diperjuangkan untuk kemajuan dan pembangunan daerah yang ia wakili.

“Kayaknya itu tidak substansi dan penting, maaf ya..,” ujar Krismat terkesan arogan saat dikonfirmasi SATELIT.CO, Rabu, (13/1/2021)

Sebelumnya diberitakan, Teka-teka proyek saluran air di Gang Damai III, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, mulai menemui titik terang. Proyek saluran dikerjakan di penghujung Desember 2020 iru, sempat dipertanyakan.

Sebab, sepanjang penelusuran dilapangan, tidak pernah ditemui papan plang proyek. Meski belakangan, papan plang proyek muncui, setelah foto papan plang proyek ditujukkan Kepala Bidang (Kabid) Pemukiman Dinas Perkim, Suryana Hakim diruang kerjanya, saat disambangi SATELIT.CO, Senin, (11/1/2021).

“Yang mana yang baru mulai, gini saja. Dari siapa datanya, suruh telpon saya,. Karena yang menghubungi via telepon itu, belum saya kenal. Soalnya pekerjaan saya itu, ada juga 2 (dua) Wartawan diisana. Saya bilang, saya beri proyek ini ke tempat kalian, kalian kontrol supaya bagus pekerjaannya dan yang menikmati kalian juga. Dulu kan air kotoran hewan peliharaan masuk ke jalan kalau sudah hujan. Sekarang sudah tidak lagi. Kalian kontrol tolong bantu  kami, karena kalau saya kan tidak tiap hari disana,” kisah Suryana sempat berdebat soal pekerjaan saluran air tersebut saat dikonfimasi SATELIT.CO akhir Desember 2020 lalu.

Selain itu, Suryana Hakim sangat yakin bahwa proyek saluran air tersebut bukan aspirasi Dewan, melankan hanya permintaan warga. Adalah Lurah Palas, Rezky menjawab misteri proyek saluran air yang dikerjakan CV. Arindo tersebut. Menurut infornasi yang diperoleh Lurah Palas tersebut, bahwa proyek tersebut merupakan aspirasi dewan.

Ya (Saya tahu ada proyek itu-red). Namun, kalau pengusulan mungkin di tahun 2019 dan 2020. Saya tidak mengetahui secara pasti, karena saya baru duduk menjabat Lurah di Palas bulan Februari 2020,” ujar Rizky via Whatshapp menjawab pertanyaan SATELIT.CO, Selasa, (12/1/2021).

“Info yang saya dapat anggota Dewan berinisial K. (Rezky menyebut anggota Dewan yang dimaksud-red), tapi coba saja anda konfirmasi ke Dewannya,” saran Rezky.

Proyek saluran air Gang Damai, Jalan Damai, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai dengan alokasi anggaran Rp191.421.000 dikerjakan CV. Arindo Karya. Proyek saluran air tersebut, dikerjakan hingga dipenghujung Desember 2020 lalu.

Saat peneusuran SATELIT.CO dilokasi, tak ditemukan plang proyek tersebut. Plang proyek diketahui saat Kabid Pemukiman Dinas Perkim Kota Pekanbaru, Suryana Hakim, menunjukkan foto plang proyek diruang kerjanya, Senin, (11/1/2021).(Pung EM/MS/SC-01)

CATEGORIES
TAGS