Home • Ragam •
Mau Jadi Peserta Kartu Pra Kerja? Perhatikan 3 Tahap Ini..
Jakarta-Kartu Pra Kerja menjadi salah satu jurus pemerintah untuk meringankan beban masyarakat karena serangan virus corona. Apalagi, sudah ada jutaan pekerja yang kena PHK atau dirumahkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan masyarakat bisa segera menikmati program ini, terutama bagi yang terdampak virus corona.
Syarat peserta program Kartu Pra Kerja adalah WNI berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.
-
Perlu Dibaca :
"Menanti harapan semerbak wangi, menanti musim yang bersemi, menanti Rhapsodia kehidupan, menanti arah! Revolusi wangi bergulir malam ini...
Sementara itu proses pendaftarannya terdiri dari 3 tahap yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
“Pertama, calon peserta atau pendaftar membuat akun Prakerja di situs www.prakerja.go.id. Kemudian pendaftar memasukkan biodata, seperti nama, tempat/tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan sebagainya,” kata Airlangga saat siaran langsung di youtube Kemenko Perekonomian, Sabtu (11/4).
Airlangga menjelaskan data yang dikirimkan akan diverifikasi ke Kementerian atau Lembaga terkait. Setelah dinyatakan sesuai, pendaftar akan lanjut ke tahap berikutnya.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta-Kepergian selamanya penyanyi melankolis Glenn Fredly, tak hanya para penggemarnya merasa kehilangan. Pun, Organisasi terbesar Nadhlatul...
"Kedua, pendaftar mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama kurang lebih 15 menit. Ketiga, pendaftar bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka," terang Airlangga.
Airlangga mengakui banyak masyarakat yang saat ini tidak mempunyai pekerjaan baik karena PHK maupun masih proses mencari. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang sudah mengakses situs resmi Kartu Pra Kerja.
“Kami memahami bahwa ekspektasi masyarakat terhadap program ini cukup besar terlihat dari jumlah pengunjung website pra kerja sudah mencapai 1,3 juta, mereka yang ingin mendapatkan info terkait kartu ini,” ujar Airlangga.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui sudah ada jutaan pekerja yang di PHK saat virus corona masih berlangsung. Ida meminta para perusahaan mengurangi beban operasional terlebih dulu sebelum memilih PHK karyawan.
"Beberapa yang kita imbau ke pengusaha sebelum sampai PHK adalah mengurangi upah dan fasilitas di tingkat atas, mengurangi shift, menghapuskan lembur, mengurangi jam hari atau jam kerja, merumahkan bergilir, dan ini banyak yang diambil teman-teman pengusaha," ungkap Ida saat siaran langsung bersama Airlangga.
Ida juga menyarankan para pengusaha mengajak Serikat Buruh untuk duduk bersama. Sehingga segala permasalahan yang ada bisa dibicarakan baik-baik dan ada keterbukaan.
"Prinsipnya apa yang jadi kesulitan pengusaha dibuka secara transparan dan didengar pengusaha. Kita semua tak ingin kondisi ini terjadi," ujar Ida.
Sumber: Kumparan




Komentar Via Facebook :