Mengapa Perlu Ahok Memimpin Pertamina ?

Mengapa Perlu Ahok Memimpin Pertamina ?

Presiden Jokowi akan menugaskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memimpin Pertamina. Tentu bukan tanpa tujuan, selain membangun kembali Pertamina untuk kepentingan nasional. Sudah menjadi keprihatinan nasional, mengapa kelumpuhan Pertamina terus berlarut-larut.

Oleh: Erizeli Jely Bandaro

TADINYA sistem pengelolaan Migas di Indonesia menerapkan skema bagi hasil atau Production Sharing Cost (PSC) Cost Recovery. Namun sekarang sudah diganti dengan skema Gross Split. Apa bedanya dengan Cost Recovery ? Kalau dianalogikan, Skema PSC cost recovery seperti pemilik lahan sawah dan orang lain sebagai penggarap. Dalam hal ini, Pemilik lahan sawah adalah pemerintah, sementara penggarap yang diminta menggarap lahan milik pemerintah adalah perusahaan migas atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sewaktu penggarap menggarap sawah yang diperintahkan pemilik, didapati hasil kotornya adalah 10 karung.

Nah, jika menggunakan skema PSC cost recovery, semua biaya operasi beli bibit, perawatan, usir burung, hitung habis biayanya lima karung, dan sisanya tinggal lima karung. Dari lima karung yang tersisa itu, jika PSC cost recovery ada perjanjian antara pemilik dengan pekerjanya itu 85 persen dari 5 karung milik pemilik sawah, maka KKKS mendapati 15 persen dari 5 karung dari pemilik lahan. Namun faktanya, berpotensi mudah dikorup. Karena bisa saja ada permainan antara Pejabat SKK Migas dengan KKKS (kontraktor kontrak kerja sama). Kongkalikong soal cost production bisa saja terjadi, agar semakin kecil bagian pemerintah.

Oleh karenannya, pemerintah akhirnya memutuskan mengubah skema PSC menjadi gross split. Di mana, pembagian migas, 57 persen untuk negara dan 43 persen untuk kontraktor, sementara pembagian untuk gas bumi 52 persen ke negara, 48 persen untuk kontraktor. Jadi kalau hasil 10 karung, mau si pekerja sawahnya (KKKS) pakai pupuk apa, bibit seperti apa, pokoknya dari 10 karung hasilnya, ya 5 karung negara, 5 lagi kontraktor dengan catatan semua cost ditanggung sendiri. Mau cost 8 karung pokoknya 5 karung negara, mau cost-nya lebih rendah tiga karung misalnya, tetap negara 5 karung.

1
2
CATEGORIES