Home Ragam Varia Natal

Natal PJJ Sektor Sion GBKP Bukit Raya Pekanbaru Penuh Sukacita

Lihat Foto
×
Kika) Ketua PJJ Sektor Sion Bahtera Perangin-angin, Dk Harryson Ginting dari BPMR GBKP Bukit Raya Pekabaru bersama tamu undangan dan jemaat menyampaikan sambutan saat acara Natal. (Dok: Ist)
Natal PJJ Sektor Sion GBKP Bukit Raya Pekanbaru Penuh Sukacita

Kika) Ketua PJJ Sektor Sion Bahtera Perangin-angin, Dk Harryson Ginting dari BPMR GBKP Bukit Raya Pekabaru bersama tamu undangan dan jemaat menyampaikan sambutan saat acara Natal. (Dok: Ist)

Pekanbaru - Perayaan Natal Perpulungen Jabu-jabu (PJJ) Sektor Sion Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Bukit Raya Pekanbaru berlangsung penuh sukacita, Minggu (4/12) sore hingga malam di Jambur Timothy Kompleks Kantor Klasis GBKP Riau-Sumbar di Jalan Rajawali Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau.

Natal mengambil tema "Tetap ukurta ibas persadan ras Kristus (Bdk Kolose 2:6-10)", diikuti sekitar 120 jemaat dan tamu undangan. 

Pdt Imanuel Edi Utama Ginting STh dalam khotbahnya mengatakan,  Natal adalah peristiwa yang menuntun orang Kristen menjadi pribadi yang lebih setia lagi kepada Tuhan.

"Natal yang kita rayakan hari ini hendaknya tidak hanya sebagai suatu acara perayaan, tetapi lebih jauh dari pada itu membawa kita kepada suatu makna yang menuntun kita semakin dekat dengan Tuhan," kata Ketua Klasis Riau-Sumbar itu.

Ia mengatakan, tahun 2023 oleh sejumlah orang diperkirakan sebagai tahun krisis ekonomi dunia. Itu merupakan tantangan dan ancaman bagi kita.

Tantangan dan ancaman dalam kehidupan kita sebagai manusia akan selalu ada. Bahkan  Yesus Kristus sendiri dalam hidupnya di dunia juga selalu diisi dengan berbagai ancaman, termasuk dari Raja Herodes di masa kecilNya, hingga dari orang farisi dan Yahudi setelah Yesus dewasa, lanjutnya. 

"Ancaman dan tantangan hidup akan membuat kita lebih kuat dalam menjalani kehidupan jika kita bersama Tuhan. Respon kita jika ada masalah adalah berdoa, berserah kepadaNya, dan tetap berpikir positif. Sedangkan orang yang tidak mengikut Tuhan, biasanya responnya adalah bersungut-sungut, merajuk dan menyalahkan orang lain," ujar pendeta.

Natal juga diisi dengan puji-pujian vokal grup, fragmen bertajuk "Hamba yang setia" oleh moria (kaum ibu), penyerahan bingkisan kepada pertua (penatua) dan diaken serta pengurus PJJ, juga bingkisan diakonia. Usai ibadaj, acara dilanjutkan dengan "landek" (menari) yang berlangsung meriah. Turut hadir, pendeta Runggun Bukit Raya Pekanbaru Pdt Saul Ginting STh Mdiv, Dk Harryson Ginting Suka dari Badan Pekerja Musyawarah Runggun (BPMR) Bukit Raya Pekanbaru, dan para undangan dari sektor lain. (***)


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :