Ogah Pengurus PCNU Dilepas, Dua Plt Kakan Kemenag Kabupaten Dicopot
Foto bersama sesama kader NU. (Dok: Ist)

Ogah Pengurus PCNU Dilepas, Dua Plt Kakan Kemenag Kabupaten Dicopot

Pekanbaru – Tanpa alasan jelas pihak Kantor Wilayah Kementiran Agama Provinsi Riau, copot Plt Kakan Kemenag Kabupaten Bengkalis dan Kakan Kemenag Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Pengakuan itu disampaikan kedua Plt Kakan kepada awak media, Jumat, (4/6/2021).

Adalah Carles Plt Kepala Kantor Agama Kabupaten Bengkalis mengaku dicopot mendadak dan tanpa administrasi yang jelas. Alasan lain,diirinya diancam dcopot kalau tak melepaskan jabatan Ketua PCNU Bengkalis.

“Diicopot karena tidak mau melepaskan jabatannya sebagai Ketua PCNU Kabupaten Bengkalis,” kata Charles.

Ia menambahkan, diriinya sempat berdiskusi panjang dan menjelaskan jabatan sebagai Plt Kakan tak lepas latar belakang dirinya dari kader dan Pengurus PCNU

“Namun, apa yang terjadi, Kakanwil seolah balik mengancam dicopot sebagai Kakan kalau tidak mengundurkan sebagai Ketua PCNU. Atas kekukuhan tak bisa melepas jabatan PCNU, Kakanwil menunjuk saudara Khaidir sebagai Plt Kakan Kemenag. Ditunjuknya Khaidir seolah menjawab rumor pencopotan juga karena adanya titipan untuk menggantikan saya sebagai Plt,” ujar Carles.

Charles mencium sejauh ini Mahyudin selaku Kakanwil Kemenag Riau seakan tidak menunjukkan kepedulian terhadap organisasi NU.

“Ini terlihat saat 23 Oktober 2019, PWNU Provinsi Riau beserta rombongan hadir acara di Susuka Hotel Duri kecamatan Mandau dalam agenda penguatan konsolidasi NU beberapa waktu lalu. Mahyudin selaku Kakanwil tidak ada respon. Bahkan beliau melarang Kepala KUA kecamatan agar tidak hadir pada acara tersebut. Informasi ini saya dapat informasi dari Kepala KUA pada saat itu saya menjabat sebagai Kepala Subbag TU Kemenag Bengkalis,” ungkapnya.

Tak hanya itu, saat kehadiran KH.Manan Gani selaku ketua PBNU hadir pada acara pelantikan MWC NU di halaman kantor Camat Siak Kecil yang dihadiri seluruh MWC NU.

“Saya melapor kepada kakanwil kemenag Riau namun beliau tidak peduli sama sekali,” kesalnya.

Selain itu, lanjut Carles, setiap masukan dan saran ke Kakanwil Kemenag Riau itu, tentang moderasi beragama, tampak merespon.

“Sehingga pembinaan bagi penyuluh agama tentang radikalisme,terorisme tidak mendapat tempat yang baik, seolah-olah ada kesan pembiaran,” tuturnya.

Charles ternyata bukan satu-satunya yang menjadi korban kesewenang-wenangan Mahyudin. Plt Kepala Kemenag Rohil Drs.H.Sakolan Kalil MAg juga dicopot mendadak pada 19 Mei 2021 lalu.

Korban pencopotan rupanya juga dirasakan Plt  Kemenag Rokan Hilir, Sakolan Khalil. Naini Plt yang ditunjuk menggantikan Sakolan juga berstatus.

Penunjukkan Naini juga dipersoalkan karena tidak sesuai SK Kakanwil Kemenag Riau Nomor : B-05/Kw.04.2/KP.01.01/2020 tanggal 7 Januari 2020 bahwa Sakolan Khalil menjabat sebagai Plt. Kepala Kemenag Rohil sampai adanya Kepala Kantor Kemenag Defenitif. Nyatanya, Salokan Khalil juga dicopot tanpa alasan yang jelas. Bahkan, alasan pencopotan karena memasuki pensiun dibantahnya.

“Salah satu alasan dalam surat yang disampaikan ke Kementrian Agama RI, bahwa dirinya telah masuk masa pensiun. Padahal, masa aktif saya sebagai PNS masih beberapa tahun lagi,” ungkapnya

Peristiwa pencopotan jabatan yang dinilai nonprosedural itu terjadi pada Kamis, 20 Mei 2021 lalu, dibungkus dengan agenda pembinaan kepegawaian di lingkungan Kemenag Bengkalis yang dilakukan oleh Edi Tasman, Sub Koordinator Kepegawaian dan Hukum Kanwil Kemenag Provinsi Riau.

Modus ini terungkap bahwa agenda tersebut tanpa surat resmi Kepala Kanwil Kemenag Riau, Kepala Kepegawaian Kemenag Riau dan tanpa sepengetahuan Kabag Tata Usaha (Kabag TU sebagai pembina Kepegawaian).

Modus pencopotan sebagai Plt, diungkapkan Charles dilakukan disisipkan dalam sebuah acara pembina kepegawaian sambil menyerahkan surat perintah Plt.Kakankemenag Bengkalis di hadapan Kepala Seksi/Penyelenggara dan staf Kemenag Bengkalis.

Atas kondisi tersebut, Charles menyampaikan ke Sekretaris Itjen Kemenag RI tentang pemberhentiannya sebagai Plt, Kakemenag Bengkalis dan sempat protes.

“PIhak Sek Itjen Kemenag meminta mediasi dengan Ketua Anshor Kabupaten Bengkalis atau Provinsi Riau. Agar bisa disampaikan ke pusat (Kemenag RI,red). Saya protes, kepada Sek Itjen, apa kaitan Kemenag dengan Anshor,” papar Charles

Lantas Charles memaparkan keganjilan asministrasi atas surat perintah pergantian Plt ke Plt Kemenag tersebut.

Pertama, penelusuran surat usulan nomor 1021 tanggal 08 April 2021 adalah usulan pelaksana harian (Plh) bukan pelaksana tugas (Plt).

“Kedua alasan menunjuk Plt.Kakan Kemenag Bengkalis yang baru karena saya disebut telah memasuki masa pensiun. Ini jelas kebohongan besar, karena faktanya saya masih bersatus PNS aktif dan baru akan pensiun 13 tahun lagi,” terangnya.

Kejanggalan lain, kata Charles terungkap dalam isi aurat perintah nomor B.II/3/000771, tak lengkap sebagaimana mestinya.

“Kalimat berbunyi PLT….sampai dengan ditetapkan dan dilantiknya pejabat kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang definitif. Ini artinya, Plt diganti dengan Plt. Padahal, saya sudah melaksanakan tugas selama 1,5 tahun, tanpa ada surat pencabutan dan pemberitahuan sebagai bentuk pelaksanaan dari etika birokrasi,” pungkasnya.

Sejauh ini, sedang berupaya memimta tanggapan terkait hal tersebut ke Kemenang Provinsi Riau. (***/SC-01)

CATEGORIES
TAGS