Dituding Mencuri, Arogansi Oknum Mengaku Securiti Chevron “Interogasi” Warga Palas
Illustrasi

Dituding Mencuri, Arogansi Oknum Mengaku Securiti Chevron “Interogasi” Warga Palas

Pekanbaru-Warga Palas, Rumbai, Pekanbaru, Normal Simanungkalit (50) tak menyangka dirinya dituduh menerima atau memindahkan barang illegal menjadi miliknya. Kejadian dialami Normal Simanukalit itu, saat sejumlah orang yang mengaku securiti Chevron (dulu terkenal dengan Caltex), mendatangi gudang barang bekas atau lebih dikenal dengan usaha besi tua.

Luar biasa terkejutnya, Normal Simanungkalit ketika rombongan kendaraan parkir di dekat rumahnya. Orang mengaku securiti Chevron hampir bersamaan dengan oknum aparat dilengkapi senjata laras panjang. Disusul dengan pihak aparat Polsek Minas. Peristiwa itu terjadi Jumat, (17/4/2020) sekira pukul 16.00 wib sore.

Jumlah kedatangan banyak orang dan oknum.aparat itulah Normal Simanungkalit, membuat dirinya banyak bertanya maksud dan tujuan rombongan tersebut.

“Mereka (rombongan yang mengaku securiti Caltex (Chevron-red) tiba-tiba datang ke gudang saya. Kedatangannya menanyakan ada barang Caltex (Chevron) ada digudang kami. Lalu, saya bilang, jangan gitulah pak,” kata Normal.Simanungkalit memulai percakapannya, Minggu, (19/4/2020)

Atas tuduhan itu, Normal Simanukalit membantah tudingan mencuri, dan mengaku dirinya tak pernah sama sekal menerima barang bekas atau besi tua dari Caltex. “Besi tua yang ada di pick-up, yang diantar oleh pihak PLN. Barang-barang tak terpakai itu djual PLN ke kami, karena kami kebetulan kerjasama dengan pihak biro PLN,” kata Normal menampik tuduhan itu.

Ketika pihak Security masih saja “ngotot” barang yang ada digudang diklaim security milik Caltex, kata Simanukalit dirinya meminta surat resmi dari perusahaan atau pimpinan securiti sebagai keabsahan tujuan mereka mendatangi gudangnya.

“Saya kan sudah bilang pak. Tak pernah ada kami beli barang-barang bekas Caltex. Karena mereka (securiti-red), ngotot terpaksa saya minta surat resmi tujuan datang mencari barang-barang bekas tersebur ada digudang saya;” kisah Simanungkalit

Ia mendesak pihak securiti agar menunjukkan surat resminya kalaupun gudang digeledah.

“Mana suratnya. Ayo kta ambil kalau ada di mobil. Setahu saya, karena termasuk menyangkut wilayah pribadi dan usaha, tentunya secara resmi. Kalau saya kerumah bapak, ada surat atau hal lain tujuan saya datang. Demikian sebaliknya pak,” ujar Simanukalit memberikan penjelasan perihal keabsahan kedatàngan memeriksa gudangnya.

Tak sampai disitu, kata Simanungkalit, saat dirinya mau dipegang oknum yanģ memegang tangannya, anggotanya tak rela.

“Saya masih ngotot minta surat resmi. Kalau ada surat perintah, saya pasti tidak ngotot seperti ini,” lanjut Simanungkalit.

Dengan sikap Simanungkalit menolak tuduhan itu, oknum securiti berembuk dengan kawan-kawan termasuk oknum aparat yang datang menyandang senjata laras panjang dan juga hadir dari Polsek Minas.

Dikatakan Simanukalit, dirinya dan istri dan anak merasa tak nyaman, dia minta suaka ke saudaranya yang bertugas di salah satu angkatan di Pekanbaru.

“Pun, mereka datang bertiga. Saya minta mereka datang karena anak saya nangis-nangis dan istrinya seperti takut dirinya akan ditangkap dan trauma. Mereka datang minta penjelasan pihak-pihak yang mendatangi gudang tersebut. Sempat terucap dengan saudara saya itu, menanyakan apakah saudara saya ini dianggap teroris sehingga kedatangab aparat seperti ini. Dan saudara saya itu pun meminta diakhiri, “tutur Simanukalit.

Ia menegaskan, kedatangan saudaranya ke gudang maupun ke rumahnya, hanyalah bersifat keluarga dan meminta menenangkan ketakutan keluarga.

“Karna istri ketakutan dan anak, karena kami didatangi oknum-oknum aparat dilengkapi dengan senjata laras panjang. Kami bukan teroris. Kalau ada masalah bisa duduk bersama dan tahu sebab musababnya,” tutur Simanungkalit.

Ia menyatakan, usaha barang bekas atau lebih dikenal usaha besi tua, sepengetahuannya tak pernah menerima atau membelinya barang bekas milik Caltex (Chevron)

“Kalau saya tahu itu barang bekas dari chevron, saya tak niat belinya. Setahu saya saya tak pernah beli barang bekas dari Caltex dan menyuruh mencuri barang-barang bekas agar dijual dan diantar ke gudang saya, ” tegas Simanukalit

Menanggapi ada kejadian itu, pihak Polsek Minas, Kepolisian Resort Siak membenarkan kejadian tersebut “Iya benar. Kedatangan kami kesana (tempat kejadian-red) atas laporan pihak security Chevron,” ujar Kanitreskrin Polsek Minas, Dafris, Minggu, (19/4/2020)

Ia mengatakan, kejadian itu karena pihak securiti Chevron mengaku kehilangan semacam kabel. Pihak PLN sudah diminta klarifikasi bahwa kabel yang diklaim hilang oleh securiti ada di gudang tersebut ternyata milik pihak PLN,” ia menjelaskan.

Sementara, pihak Humas PT. CPI dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, hingga berita ini diturunkan, belum berhasil memberi tanggapan.

Reporter: Piter
Ediitor : Binsar

CATEGORIES