Home News Hukum

Hasil Operasi Pembalak Liar Nihil,  BKSDA: Ada Oknum Selalu Bocorkan Operasi

Lihat Foto
×
Hasil Operasi Pembalak Liar Nihil,  BKSDA: Ada Oknum Selalu Bocorkan Operasi

Pekanbaru- Operasi penangkapan pembalak liar di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, hasilnya nihil. Sebab, pelaku selalu kabur ketika petugas. Rencana operasi itu bocor, pihak  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mensinyalir ada oknum yang selalu membocorkan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro,  menanggapi hasil operasi penertiban di kawasan konservasi itu berlangsung selama tiga hari sejak Senin lalu (9/3) di Pekanbaru, Riau, Kamis, (12/3/2020) yang dilansir dari antaranews.com

Ia mengatakan, operasi penangkapan pembalak liar tersebut juga didukung oleh petugas Polhut dan tenaga fungsional BBKSDA Riau.

Meskipun, operasi yang sudah disiapkan dengan matang, kata Heru, namun tak berhasil menangkap satu pun pelaku pembalakan liar. Tim hanya menemukan gubuk kosong.

Dikatakan  Heru, ada gubuk-gubuk pembalak liar tersebut berada di dalam Giam Siak Kecil yang disebut daerah Kampung 40, lokasinya terpencil dari jalan raya. Untuk menuju lokasi, tim operasi harus berjalan kaki 10 kilometer, masuk dari hutan tanaman industri (HTI) dan dibaliknya baru bisa mencapai kawasan konservasi tersebut.

"Pelaku nggak ada. Itu yang sejak dulu Kampung 40 banyak mata-mata. Kita masuk sudah kosong, gubuk masih ada. Peralatannya juga disembunyikan, itu kita cari," kata Heru.

Ia mengatakan di lokasi tersebut tim menemukan menara berupa antena penguat sinyal yang dibuat oleh pembalak liar. Hal itu memungkinkan para pelaku masih bisa menerima pesan singkat SMS.

"Menara tinggi di pohon-pohon sekitar 10-20 meter, dibikin kayak tangga," katanya.

Menurut dia, kejahatan lingkungan tersebut dilakukan oleh pelaku yang sudah terbiasa dan terorganisir. Mereka mengolah kayu dalam bentuk papan dan broti di dalam hutan. Kemudian menggunakan sepeda kargo, berupa sepeda motor yang dimodifikasi untuk mengangkut kayu olahan.

Sepeda kargo tersebut berjalan di rel yang dibuat pelaku menuju kanal. Dari kanal tersebut kayu olahan dibentuk rakit dan didorong dengan sampan.

Tim BBKSDA Riau memusnahkan 10 gubuk dan 10 sepeda kargo dengan cara membakarnya. Sedangkan, sekitar 10 meter kubik kayu alam bermacam-macam jenis dihancurkan dengan cara dicincang dengan gergaji mesin. (***)


Komentar Via Facebook :