Home • News •
Pemerintah Aceh Siapkan Kuburan Massal Solusi Jika Virus Corona Makin Memburuk
Aceh - Langkah antisipasi menghadapi penyebaran virus corona jika makin memburuk, Pemerintah Aceh terpaksa mengumumkan langkah atau kebijakan dinilai pasrah atau kurang baik diengar oleh siapapun.
Salah satunya langkah itu dilakikan Pemerintah Aceh, dengan menyiapkan kuburan massal untuk pasěen Covid-19 yang meninggal dunia.
Diberitakan kumparan.com, Juru bicara COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan meski informasi terkait lokasi penguburan massal bukanlah kabar baik untuk disampaikan, ia menyebut harus menginformasikannya sebagai salah satu bukti kesiapan pemerintah daerah.
-
Perlu Dibaca :
Merauke - Sosialisasi pencegahan penyebaran penyebaran Virus Corona atau Covid-19, gencar dilakukan. Asalah, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw...
“Satu hal barangkali yang tidak menyenangkan, tapi saya ingin sampaikan. Pemerintah Aceh sedang mempersiapkan tanah untuk kuburan massal korban virus corona,” ujarnya saat menyampaikan update corona di Aceh, yang disiarkan secara live pada laman facebook, Biro Humas Pemerintah Aceh, Minggu (29/3/2020).
Ia mengatakan, langkah mempersiapkan lokasi penguburan bagi pasien meninggal dunia, bukan dilakukan di Indonesia, juga dilakukan 160 negara lainnya.
Menurut Saifullah, langkah itu dinilai wajar ditengah rasio kematian akibat COVID-19 di Indonesia termasuk yang tertinggi di atas rasio kematian di negara lain.
-
Perlu Dibaca :
Merauke - Personel Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) Ke-107 Kodim 1707/Merauke ajari anak-anak pedalaman tepatnya di Kampung...
“Berdasarkan pengalaman tersebut tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya. Kita persiapkan ruang perawatannya, kita persiapkan peralatannya, kita persiapkan SDM-nya. Dan juga tentu saja kita tidak bisa nafikan kalau takdir menentukan, barangkali dipanggil oleh Allah walaupun sudah dipertahankan diobati dengan sebaik-baiknya. Kita harus menyiapkan tempat,” ungkap.
Kesiapan ketersediaan lokasi penguburan massal, kata Saifullah, Sekda Aceh telah melihat langsung lokasi kuburan massal pada Sabtu (28/3) pagi. Sehingga, kata Saifullah, dalam waktu dekat ditargetkan tanah itu bisa dimiliki dan digunakan oleh Pemerintah Aceh.
“Bapak Sekda Aceh, Taqwallah, sudah melihat lokasinya. Mudah-mudahan bisa langsung dalam waktu dekat kita memiliki satu tempat untuk memakamkan jenazah korban virus corona ini,” tuturnya.
Tercatat berdasarkan data per Sabtu (28/3), Jumlah total Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam proses pemantauan sebanyak 416 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 39 orang, namun tiga diantaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Sementara pasien positif corona di Aceh sebanyak empat orang. Tiga diantaranya tengah menjalani perawatan di rumah sakit, dan satu pasien yang diketahui merupakan warga asal Lhokseumawe meninggal dunia saat ia masih berstatus PDP.
“Sedangkan satu lagi (PDP) meninggal dunia yang dibawa pulang ke Aceh Utara, itu sampai sekarang hasil uji swab yang di periksa di Laboratorium Balitbangkes Jakarta memang belum ada hasil yang kami terima,” kata Saifullah. (U/*)




Komentar Via Facebook :