Home Serambi Riau Pekanbaru

Pj Wako Sentil Adik Sekdako, "Dibelakang Kantor MPP Macam Gudang"

Lihat Foto
×
Kondisi belakang kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Senin, (2/8/2022) pukul 08.46. (Dok: SC)
Pj Wako Sentil Adik Sekdako, "Dibelakang Kantor MPP Macam Gudang"

Kondisi belakang kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Senin, (2/8/2022) pukul 08.46. (Dok: SC)

Pekanbaru - Pj Waikota Pekanbaru, Muflihun tak segan-segan menyentil adik Sekretaris Daerah (Sekdako) M. Jamil yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan (DPMPTSP).

Dihadapan Sekretaris Daerah (Sekda), M. Jamil, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga dihadiri para Camat serta para Kabag dilingkungan dilingkungan Sekda, Muflihun tak luput menyoroti kondisi kebersihan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Unek-unek Muflihun disampaikan itu, saat digelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Tugas Kewilayahan di Gedung Utama Perkantoran Lt 6, Komplek Perkantoran Tenayanraya, Senin, (1/8/2022).

"Saya lihat itu pak Akmal, di kantor MPP. Saya masuk dibelakang, itu macam gudang. Tolong dirawat. Satpol PP jang nongkrong disitu. Namanya Mall Pelayanan Publik, supaya masyarakat nyaman dalam pengurusan. Tolong dirapikan pak," ujar Muflihun.

Seperti diketahui, Kepala Dinas DPMPSTP, Akmal Khairi merupakan adik dari Sekretaris Daerah (Sekdako) Pekanbaru, M. Jamil. Akmal Khairi menjabat Kepala Dinas DPMPPTSP menggantikan M. Jamil yang kini menjabat Sekretaris Daerah (Sekdako).

Awak media ini menelusuri, belakang kantor MPP disebut macam gudang tersebut. Pantauan dilokasi, Selasa, (2/8/2022) pukul 08.26, persis dibelakang gedung yang baru dibangun dan belum difungsikan tampak tumpukan material bangunan dipojok.

Material hasil bobokan dinding dan kayu-kayu, tampak menumpuk, dan seakan merusak pandangan. Berbeda dengan kondisi depan kantor MPP, cukup indah dipandang mata.

Selain itu, dibelakang kantor MPP itu, ada juga kolam kondisi air sudah kering. Lalu, tampak juga ada berjejer tempat duduk seperti kantin. Kondisinya, bangku ada yang rusak dan lantai sangat jorok bertaburan sampah.

Kegiatan Pemeliharaan dan Perjalan Dinas Pernah Dilaporkan
Tak hanya Pj Walikota Muflihun menyoroti Kepala DPMPTSP Akmal Khairi tersebut. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (SPKN) pernah melaporkan kegiatan dilingkungan Dinas Penanaman Modan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru yang dianggarkan pada 2019 dan 2020.

"Kegiatan di DPMPTSP telah kami laporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru terkait kegiatan perjalanan dinas dan anggaran pemeliharaan tahun 2019 dan 2020," ujar Sekjem SPKN, Romi Frans kepada satelit.co di Pekanbaru, Jumat, (25/2/2022) lalu.

Menurut Romi Frans, pihaknya telah meminta klarifikasi perihal kedua item kegiatan ke pihak DPMPTSP tersebut. Sayangnya, lanjut Romi, hanya mendapat jawaban lisan dari pihak dinas terkait.

"Baiknya, surat klarifkasi kami dijawab. Tujuan surat itu, bukan disampaikan secara lisan," sesal Romi Frans.

Dijelaskan Romi Frams, SPKN mempertanyakan alokasi anggaran kedua item tersebut yang dilaksanakan ditengah penularan pandemi Covid-19 cukup menakutkan pada tahun 2020.
    
"Bisa dibayangkan ada alokasi kegiatan pemeliharaan dan perjalanan dinas ditengah diterapkan PSBB pada 2020. Sebab, pada tahun 2020 penularan pendemi sedang kencang-kencannya dan larangan kegiatan keluar kota dan berkerumun," terang Romi Frans.

Romi Frans pun merinci alokasi anggaran perjalanan dinas dan kegiatan pemeliharaan di DPMPTSP Kota Pekanbaru pada tahun 2019 dan 2020.

"Untuk perjalanan dinas 2019 dan 2020 masing-sebesar Rp 2 miliar lebih. Kemudian, pada 2020 senilai Rp 969 juta lebih. Dan, anggaran Pemeliharaan pada tahun 2019 senilai Rp 1.7 miliar lebih dan Tahun 2020 Rp 8 miliar lebih," ujar Romi Frans. Sayang, pekermbangan laporan LSM SPKN tak diketahui, pangkal ujungnya. (Up)

 

 


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :