Proyek Jembatan Didanai APBN Disorot, BPJN II Akui Rekanan PT. Nagamas Terlambat Kerja
Lokasi proyek Jemabatan Lubuk Jambi diambil Desember 2019 lalu. (Dok:Ist)

Proyek Jembatan Didanai APBN Disorot, BPJN II Akui Rekanan PT. Nagamas Terlambat Kerja

Pekanbaru – Sejumlah proyek pembangunan jembatan didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 disorot. Misalnya, proyek pembangunan jembatan Lubuk Jambi di Kabupaten, Inhu, Provinsi Riau dengan nilai anggaran Rp21 miliar lebih.

Meski diakui pihak Balai Besar Pelaksanaa Jembatan Nasional II Medan, progres sudah mencapai 95 persen Februari 2020, namun ada keterlambatan prgres kerja oleh kontraktor.

Dihimpun informasi dari lokasi proyek pembangunan Jembatan Lubuk Jambi, pekerjaan masih berlangsung tahap akhir. “Masih ada pekerjaan tahap akhir hingga 17 Februari 2020, ” ujar seorang pekerja dilokasi proyek, baru-baru ini.

Diketahui,  progres pembangunan Jembatan Lubuk Jambi yang dikerjakan PT. Nagamas Mitra Usaha pada Desember 2019 baru mencapai 85 persen. Nilai anggaran sesuai kontrak HK.02.03-Bb2-Wil2.R5/05/2019 sebesar Rp21.903.319.000,- tanggal 31 Juli 2019 dikerjakan dalam waktu 150 (seratus limapuluh) hari kalender.

Pihak kontraktor,  sejak Desember 2019 tampaknya mengejar target. Pihak kontraktor sudah dikenakan sanksi denda keterlambatan sejak per 30  Desember 2019 lalu.

Balai Besar Pelaksanaa Jembatan Nasional II Medan membenarkan progres kerja pembangunan Jembatan Lubuk Jambi mengalami keterlambatan. “Sesuai kontrak, pada Juli 2019 pihak kontraktor sudah ada pemenang yaitu PT. Nagamas Mitra Usaha,” ujar Pejabat Pelaksana Komitmen (PPK), Asdiman, kepada ESCO akhir pekanlalu.

“Iya. Kontraktor baru kerja September 2019. Ada sebulan tertunda,” kata Asdiman.

Ia mengatakan, pihak kontraktor tak bisa menyelesaikan proyek pembangunan jembatan Lubuk Jambi tidak sesuai kontrak. Namun, sesuai Perpres akan diperpanjang masa waktu kerja 50 (lima puluh) hari. “Sejak 30 Desember 2019, rekanan sudah denda keterlambatan kerja,” jelas Asdiman. (Red)

CATEGORIES