PTMT Diberlakukan di Humbahas, Kinerja Kepsek SD Sitapung Parlilitan Disorot
Kepala Dinas Disdik Humbahas, Jonny Gultom. (Kiri atas). Ball Tank milik SD Sitapung masih tampak gagah tergeletak dan tempat cuci tangan tampak belum terpasang. (Dok: Ist/SC)

PTMT Diberlakukan di Humbahas, Kinerja Kepsek SD Sitapung Parlilitan Disorot

Humbahas – Mulai Senin, (13/9/2021) akan diberlakukan pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) bagi satuan pendidikan PAUD, SD/MI dan SMP/MTs, Negeri/Swasta di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan, Jonny Gultom  saat dihubungi via ponselnya, Minggu (12/9/2021)

Pemberlakuan PTMT tersebut, kata Jonny Gultom sesuai Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor: 188.54/39/INST/2021 dan surat edaran Bupati Humbahas Nomor: 2197 Tahun 2021 tentang pelaksanaan PTMT di masa pandemi Covid-19 satuan penddikan PAUD, SD/MI dan SMP/MTs, Negeri/Swasta di Kab. Humbahas.

Jonny melanjutkan, merujuk surat instruksi gubernur dan hasil koordinasi dengan Satgas Covid-19 di Humbahas, PTMT dapat diberlakukan karena tenaga guru sudah tervaksin sebanyak 92 persen. Juga guru yang belum tervaksin karena faktor kesehatan.  Alasan lain, siswa usia 12 tahun sampai dengan 17 Tahun  sudah tervaksin. Namun yang belum vaksin akan tetap dilakukan pembelajaran melalui daring (dalam jaringan).

Secara teknis, pelaksanaan PTMT dilakukan secara bergelombang dan ditentukan masing-masing satuan pendidikan. “Tatap muka terbatas tetap fifty-fifty dari jumlah rombel,” ujarnya.

Jonny Gultom berpesan, dalam pemberlakuan PTMT, satuan pendidikan agar membuat media komunikasi edukasi berupa baliho, papan informasi, pengumman di lingkungan sekolah tentang SOP/Protokol kesehatan Covid-19.

Disorot
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sekolaj mulai di Kabupaten Humbahas, dengan tetap menjalankan prortokol kesehatan (prokes). Kesiapan menyambut PTMT juga dibarengi tetap tersedianya.anjuran prokes seperti tempat cuci tangan bagi siswa sebelum pembelajaran dimulai maupun usai pembelajaran dimulai.

Berbeda dengan dengan kondisi SD Sitapung, Kecamatan Parlilitan, sepertinya belum bisa menjalankan anjuran protokol kesehatan itu. Misalnya, pemasangan ball tank di sekolah tersebut tak kunjung terpasang dan tempat cuci tangan juga tak berfungsi di sekolah tersebut. Belum terpasangnya ball tank tersebut, satelit.co pernah ditanyakan hal tersebut ke Kepsek SD Sitapung, Pardamean Tinambunan pada Senin, 19 Juli 2021 lalu.

Saat itu, pantauan satelit.co, pada awal Juli 2021 lalu dilapangan, bahwa ball tank yang masih diletakkan dirumah warga, tak kunjung terpasang. Kemudian, tempat cuci tangan (wastafe) tak berfungsi. Alhasil, saat dikonfirmasi, Kepsek SD Sitapung yang diangkat awal 2021 itu, tak merespon konfirmasi yang dilayangkan.

Update Selasa, (14/9/2021), hampir 6 (enam) bulan menjabat Kepsek SD Sitapung, ball tank tak kunjung belum terpasang dan cuci tangan (wastafel) belum juga berfungsi. Padahal, informasi diperoleh, penempatan Pardamean Tinambunan ditempatkan Kepala SD Sitapung bahwa program yang belum bisa dilanjutkan oleh Kepsek sebelumnya yang telah meninggal dunia, salah satunya termasuk pemasangan ball tank yang terbengkalai.

“Belum juga terpasang ball tank. Masih tergeletak,” ujar warga saat dihubungi, Selasa, (14/9/2021).

Sejauh ini Kepala Disdik Humbahas, belum bersikap atas kinerja Kepsek SD Sitapung tersebut. (Jhon. S/SC-01).

CATEGORIES
TAGS