Home Serambi Riau Pekanbaru

PUPR Riau Akui Proyek Dianggarkan Rp5.9 M tak Sesuai Target

Lihat Foto
×
PUPR Riau Akui Proyek Dianggarkan Rp5.9 M tak Sesuai Target

Pekanbaru - Proyek pembangunan jembatan Sail di Jalan Hang Tuah, Kota Pekanbaru, diakui tak sesuai target. Kendala lain, belum tuntasnya soal pembebasan lahan. Proyek pembangunan berbiaya Rp5.9 miliar tersebut, diklaim baru mencapai 62.32 persen. Pengakuan tak sesuai target tersebut, Yunanris menjawab kekecewaan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution saat meninjau proyek pembangunan jembatan Sail beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Yunanaris, menjawab sejumlah pertanyaan dilayangkan www.satelit.co, (10/12/2019). Diakui Yunan, masih ada sejumlah kendala.yang dihadapi proyek pembangunan jembatan Sail tersebut. Ya (tak sesuai-target-red). Memang kita juga sudah menggenjot progres dilapangan. Tapi memang ada kendala yang membuat progresnya tidak sesuai dengan harapan," kata Yunan, (Rabu,11/12/2019). Sejauh ini, ia klaim, prores kerja sudah mencapai 62.32 persen. "Termin pembayaran terhadap pekerjaan proyek tersebut, baru dibayarkan 47.5 persen," katanya. Dengan capain progres kerja tersebut, ketika ditanya pihak PUPR dinilai.kecolongan, Yunan membantahnya. "Tidak kecolonganlah, " katanya. Yunan mengungkap hal lain bahwa lambannya progres pekerjaan terkendala karena belum tuntasnya dengan pihak-pihak terkait dan masalah pembebasan lahan. " Ada kendal-kendala lain yang perlu dibicarakan ke pemko dan masyarakat seperti masalah pembebasan lahan," ujar Yunan. Namun, Yunan masih optimis di akhir Desember 2019 pihak kontraktor mampu menyelesaikan perkerjaan proyek yang dimenangkan PT.Rajawali Sakti Prima tersebut. "Akhir Desember nanti bobot diperkirakan 90 an persen. Dan, untuk penyiapan jembatan nanti kita beri kesempatan untuk penyelesaiannya dengan didenda atas keterlambatan tersebut mempertimbangkan aza.manfaat," ia mengakhiri. Seperti diberitakan, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution turun ke lokasi proyek pekerjaan pembangunan jembatan Sail di Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Jumat (6/12/2019). Saat dilokasi, Wagubri tampak kecewa atas pekerjaan proyek yang menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Proyek yang dianggarka cukup.fantastis ini, berbiaya Rp5,9 miliar dimenangkan PT Rajawali Sakti Prima. Saat kunjungan diperkirakan, progres proyek tersebut baru 43 persen. Wagubri sedikit kesal, agar pihak PUPR menegur dan meramoungkan sesuai target. Bahlan, Wagbri sangat tegas jika perusahaan kontraktor tersebut tak bisa menyelesaikan pekeejaannya agar diberi sanksi. "Kalau tidak diselesaikan, perusahaan ini blacklist saja," tegasnya disela-sela peninjauan. Edy Nasution menjelaskan, jika pekerjaan belum juga tuntas sesuai kontrak yang ada, maka diberikan kesempatan dengan melakukan adendum selama 50 (lima.piuluh) hari setelah kontrak berakhir, meski tetap dikenakan denda dimulai setelah masa kontrak berakhir jika terjadi adendum. "Seharusnya tanggal 13 Desember ini sudah selesai, sesuai perjanjian kerja. Setelah dicek pekerjaannya ternyata baru 43 persen. Seharusnya sudah 90 persen hari ini," tukas mantan Danrem 031/WB ketika itu. (Red)


Komentar Via Facebook :