Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Sampah Tak Terangkut, Kabid DLHK: Kirim Titik Geogle Saja
Lokasi tumpukan sampah diabadikan di beberapa lokasi di Pekanbaru, Provinsi Riau.
Pekanbaru - Tumpukan sampah belakangan ini, mudah diitemukan dipinggir jalan maupun komplek perumahan. Aroma bau busuk kerap tercium saat melintas. Diperoleh informasi, sempat terjadi mogok pengangkutan sampah berimbas sampah tak terangkut. Terakhir, kondisi terkini pengangkutan masih belum normal, sehingga sampah tampak menumpuk.
"Pengangkutan belum normal karena minyak alat tempat pembuangan akhir (TPA). Kemudian, tidak ada angkutan yang melansir sampah dari Riau Ujung ke TPA Muara Fajar karena macet karena armada pengangkut gak bisa bongkar," ujar Ahmad supir pengangkut minta namanya disamarkan, di Pekanbaru, Jumat, (18/3/2022) pagi.
Sebelumnya, hasil penelusuran satelit.co di Pekanbaru, Rabu, (16/3/22) ditemukan tumpukan sampah dibeberapa titik lokasi di Jalan Sukajadi dan Payung Sekaki. Misalnya, tumpukan sampah di Jalan Teratai, Jalan Dharma Bhakti, Jalan Cempaka dan Jalan Arengka II tak jauh dari terminal Bandara Raya Payung Sekaki.
-
Perlu Dibaca :
Pelalawan – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K. M.H tinjau pelaksanaan vaksinasi massal di Riau Kompleks...
Ia menambahkan, tumpukan sampah sudah beberapa hari tak diangkut dan aromanya membusuk.
"Biasanya mereka mengambil sampah tersebut setiap hari. Entah kenapa sampah tak lama diangkut pihak pengangkutan sampah. Kebanyakan warga disini yang sampahnya sudah menumpuk di buang pada lahan kosong di tepian jalan Darma Bakti," ia mengeluh.
Ditempat lain, warga yang berhasil dicegat saat melintas ditengah pekerjaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), saban hari mengeluh ketika melintas jalan tersebut.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Pelaku pengerusakan ruang Badan Kehormatan DPRD Provinsi Riau berinisia LY, akhirnya dijemput paksa polisi. Penjemputn paksa dilakukan,...
"Sudahlah jalan banyak yang rusak, berlubang di tambah lagi dengan adanya tumpukan sampah menimbukan macet. Dan, disaat macet tersebut tidak ada saya jumpai petugas untuk mengatur kemacetan tersebut," ujar pengendara melintas di Jalan Cempaka Sukajadi, Pekanbaru, Rabu, (16/3/2022).
Salah seorang warga ketika dimintai komentarnya mengatakan biasanya mereka mengambil sampah tersebut setiap hari,namun sudah 2 minggu ini tidak ada pengambilan sampah dari pihak dinas kebersihan. Kebanyakan warga disini yang sampahnya sudah menumpuk di buang pada lahan kosong di tepian jalan Darma Bakti,"ujar Ibu paruh baya pemilik rumah makan Ampera.
Terkait hal tersebut, Kepala Persampahan dan Pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Asrizal, menanggapi diplomatis.
"Tumpukan sampah di lapangan, silahkan anda kirimkan saja titik googlenya. InsyaAllah paling lambat 2 x 24 jam, kalau mobilnya ada akan terangkat. Semuanya dan akan saya perintah orang. Kalau tidak terangkat juga, silahkan telpon saya kembali," ujar Asrizal saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu, (16/3/2022).
Asrizal pùn memberikan solusi dengan memperbanyak sosialisasi pengelolaan sampah ke masyarkat karena pengangkutan sampah dilakukan 1 x 24 jam.
"Harapan kita sampah ini adalah tugas bukan semata-mata pemerintah. Kesadaran daripada masyarakat yang pertama dengan mbuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Yang kedua, petugas-petugas yang sudah kita tunjuk baik mandiri tapi ada ikatannya dengan kita dengan membuang sampah itu di TPS yang sudah kita sediakan," ungkap Asrizal.
Asrizal menambahkan, yang paling terpenting lagi, masyarakat itu membuang sampah ada waktunnya. Pembuangan sampah dalam Perda kita itu, dari pukul 19.00 wib sampai jam 05.00 Wib dan pada pukul jam 07.00 Wib sampah sudah ditarik atau diangkut.
"Kita menghimbau supaya masyarakat membantu pemerintah. Kita ini membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Yang ketiga solusi kita perilaku-perilaku dari petugas kita SDM-SDM petugas kita ini perlu berikan pembinaan contoh yang terbaik," ucap Asrizal.
Akui Konflik
Terkait sampah yang sudah menumpuk di seruas Jalan Darma Bakti Sigunggung selama hampir 2 minggu tidak ditarik atau diangkut diakui Asrizal.
"Kalau di zona Sigunggung kemarin memang ada konflik satu minggu tidak terangkat. Apakah informasi pegawainya mogok. Tapi beberapa hari ini mulai dari hari Minggu kemarin sudah dikejar dan diburu petugas semuanya," ujar Asrizal sembari menyebutkan pihak Dinas DLHK memiliki 100 unit armada dibagi menjadi 3 zona. Armada yang dimaksud Asrizal didalamnya termasuk.truk, sepeda motor gerobak dan mobil kecil yang ditempatkan di tiga zona tersebut.
Pantauan terakhir satelit.co, Jumat, (18/3/2022) sekitar pukul 10.00 wib, masih terdapat tumpukan sampah. Misalnya di Jalan Air Hitam, meski sudah dibuat larangan membuang sampah, tetap saja sampah dibuang dilokasi tersebut. Kemudian, tak jauh dari terminal BPRS, sampah sampah masih menumpuk. Kemudian, sampah menumpuk di ruas Jalan Dharma Bhakti termasuk depan jual roti Win-win. (Pung El Mandri/Red)




Komentar Via Facebook :