Home • Ragam • Sosok
Sedih.. Curhat Keluarga Dilarang Beribadah Dirumah, Ini Kronologinya...
Imbauan Pemerintah untuk memutus penyebaran pandemi Covid-19. Bekerja dirumah, belajar dirumah, beribadah dirumah. Seharusnya, imbauan itu semua pihak tentu mematuhinya. Pemangku aturan tentunya mengawal seluruh aturan berlaku di tengah masyarakat. Disisi lain, para pelaksana (masyarakat-red), mematuhi dan melaksanakan utuh kebijakan atau aturan dibuat oleh penguasa..
Adalah peristiwa yang kini viral di dunia maya, keluarga Kristen yang beribadah dirumah secara online. Pada umumnya, orang Kristen setiap minggunya beribadah di Gereja setia Hari Minggu. Beribadah dirumah secara online merupakan anjuran pemerintah selama mewabahnya Covid-19 melanda Indonesia.
Lalau, bagaimana kronologis peristiwa tersebut. Nah, ini kutipan dari curhat media online Indonesiakininews.com sekaligus mengirimkan video peristiwa yang menimpa satu keluarga beragama kristen di Cikarang Pusat Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta-Ditengah-tengah mewabahnya Covid-19 di berbagai belahan dunia, seluruh perangkat Guskamla Koarmada I tetap mempertahankan kesiapsiagaan...
Dalam video yang menampilkan sosok laki laki berbaju putih, mengenakan sarung dan berkopiah hitam sedang mengamuk di sebuah rumah warga
Laki laki berbaju putih tersebut tadi marah marah lantaran warga yang ia datangi (beragama Kristen) sedang mengadakan Ibadah Online di rumahnya sendiri mengingat saat ini Lagi musim Corona sehingga mereka sekeluarga tidak berani keluar rumah
Namun, laki laki berbaju putih tadi tetap tidak peduli dan tetap mengamuk sejadi jadinya dan minta acara ibadah online hari minggu di rumah warga yang ia datangi itu segera dibubarkan
-
Perlu Dibaca :
Jakarta-Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari matra TNI AD, TNI AL dan TNI AU menggelar dapur umum di tiga wilayah yang berada di Jakarta, Rabu...
Sosok laki laki berbaju putih, berkopiah hitam dan dan bersarung yang mengamuk di rumah warga beragama kristen yang sedang ibadah online itu ternyata tidak sendirian.
Di Video tersebut Ada satu lagi laki laki berbaju hitam dan berkumis yang ikut bikin rusuh dan membubarkan acara keagamaan online di rumah warga beragama kristen tersebut
Berikut Kronologi lengkap yang disampaikan oleh pihak keluarga yang jadi korban amukan Pak RT dan H.Mulyana di Cikarang Pusat :
"Syalom aku mau sharing ni teman" date, jadi tadi siang sepupu ku yang di Cikarang sedang melangsungkan ibadah online, namun ada pihak yang melarang melangsungkan ibadah sampe" sepupu ku di usir padahal itu rumah nya sendiri, bantu dalam doa ya teman" date semoga sepupu ku dan keluarga tetap baik.
Kronologinya: Kami biasa mengadakan ibadah dirumah setelah kejadian covid-19 ini, dan yang pasti keluarga inti tentunya, namun tiba tiba Pak Hj.Mulyana dan RT datang sontak marah marah dan membubarkan ibadah kami, karna kami ga boleh ibadah dirumah, aku langsung videoin kejadian itu,
Lalu dia pergi cuma kami takut nya nanti malam dia akan bawa massa (sekitar 12 tahun yang lalu rumah kami pernah didemo saat ibadah syukuran rumah, dan diteror 1 bulan penuh dile**ari ba*u tengah malam, dan kami terpaksa berjanji agar tidak mengadakan ibadah dirumah)
Namun, yang sangat kami sesali, keluarga kami yg berusaha turut akan anjuran pemerintah untuk beribadah dirumah (keluarga inti dan tidak mengundang siapapun) masih ada saja yang usik.
Dpt dr wag sblh, nama nya, Bpk.. H. Mulyana, kampung Rawasentul, rt.01, rw.04. Cikarang Pusat." Demikian penjelasan pihak keluarga yang jadi korban amukan Ketua RT dibantu H.Mulyana Dari akun facebook Cristi Agya Veve Minggu Pukul 16.00 WIB 19/04/2020.
Berujung Damai
Dikutip dsari kompas.com, seorang pria bernama Imam Mulyana, yang disebut sebagai tokoh agama, bersama pengurus RT di Kampung Rawasentul, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi telah berdamai dengan keluarga Jamin Sihombing. Ibadah keagamaan di rumah Jamin hari Minggu (19/4/2020) kemarin dibubarkan secara paksa oleh Imam dan pengurus RT setempat. Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombespol Hendra Gunawan, memastikan adanya perdamaian antara kedua pihak itu. Hendra mengatakan, kedua belah pihak telah menandatangani surat tertulis untuk bersepakat berdamai. Kasus itu pun tidak dibawa ke ranah hukum. “Kan udah disepakatin berdamai, tidak ada ranah hukum. Sudah ada kesepakatan bersama bentuk tertulis,” ujar Hendra saat dihubungi, Senin (20/4/2020). Menurut Hendra, keluarga Jamin Sihombing telah memaafkan dan memahami tindakan pihak RT serta tokoh agama yang terlibat dalam aksi itu. “Jadi gini, ini enggak ada kaitannya dengan masalah agama. Semuanya hanya penertiban PSBB. Hanya saja karena ada kegiatan agama, maka dikaitkan dengan pembubaran ibadah,” kata dia. (***)



Komentar Via Facebook :