Home • Olah Raga •
Seteru Berpantun PSSI Vs Shin Tae-Young, Masa Shin Melatih Timmas Berakhir?
ESCO- Berawal Shin Tae-young mengkritik sikap organisasi sepakbola Indonesia Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Kritik Shin berawal PSSI mendukung penuh kepelatihan asal Korea Selatan tersebut. Seiring perjalanan, Shin Tae-Young menilai Timnas meraih prestasi tak bisa hanya dilakukan pelatih saja. PSSI juga harus membantu pelatih mewujudkan program-program yang dirancangnya.
Sukses membawa Korsel di Piala Dunia 2018, PSSI memutuskan pilihannya pelatih asal Korsel tersebut. Sejumlah program dirancang Shin termasuk berlatih diluar negeri.
"Awalnya, program dirancang sampai Mei 2021. Seperti pemusatan latihan di Jerman yang seharusnya digelar pada April lalu," kata Shin Tae-yong, dalam wawancara dengan media Korea Selatan, Joins, Kamis (18/6).
-
Perlu Dibaca :
ESCO-Arsenal dikalahkan Brighton & Hove Albion di Stadion AMEX, Sabtu (20/6). Kekalahan Arsenal, pertanda klub asuhan Mikel Arteta makin jauh...
"Namun, terjadi pandemi virus corona dan saya akhirnya mengirimkan kembali program pelatihan ke PSSI. Pada 1 Juli saya ingin mengadakan pelatihan di Korea Selatan dan negara lainnya," ucap Shin Tae-yong, yang dilansir Bola.com.
Kurang direspon PSSI, Shin Tae-yong mempertanyakan komitmen soal dirinya dibebani target yang tidak mudah di Piala Dunia U-20 2021. Padahal, kata Shin, Ketum PSSI menegaskan dirinya didukung penuh menukangi Tim Garuda Indonesia tersebut.
"Untuk melakukannya, kami harus bergerak bersama selangkah demi selangkah. Awalnya, saya mencoba melakukan segalanya, namun akhirnya saya harus mengubah sikap," tegas Shin Tae-yong.
-
Perlu Dibaca :
Laga lanjutan Liga Primer Inggris, Totteham Spurs menjamu Manchester United, Jumat, (19/6/2020) atau Sabtu dinihari berakhir imbang 1-1. Ambisi Jose...
Bahkan, Shin dengan nada pedas mengingatkan fokus membantu Timnas bukan mengurusi hal-hal yang hanya menguntungkan kepentingan pribadi.
Bak gayung bersambut, pihak PSSI melancarkan serang balik kritik Shin Tae Young dan kian memanas.
Adalah Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri akhirnya menyerang balik ucapa manajer Shin Tae-young. Indra menyebut eks pelatih tim nasional Korea Selatan itu hanya mencari alasan, karena tidak mampu memenuhi target dari PSSI.
Selain itu, Indra mengatakan Shin yang terlalu banyak berbicara ke berbagai media di Korea Selatan menunjukkan bahwa Shin tidak percaya diri dengan janjinya sendiri seperti presentasi menjadi kandidat pelatih timnas.
“Dia ini sebenarnya banyak alasan saja, karena tak yakin bisa memenuhi target berat yang dibebankan federasi kita. PSSI ingin timnas senior Juara Piala AFF 2020, memperbaiki peringkat FIFA, serta Timnas U-19 berprestasi di Piala Dunia U-20 2021," curhat Indra Sabtu (20/6).
Bahkan, Indra membandingkan Shin Tae-young menjamin Timnas bisa lolos iika dengan dengan kandidat calon pelatih Luis Milla. "Pembohong namanya, ada pelatih bisa menjamin juara," kata Indra.
Pun, Indra mengungkapkan PSSI sedari awal Shi Tae-young bisa menukangi tiga level, Timnas Senior U-23 dan U-19.
Semua itu dilakukan Pak Ketum untuk kemajuan timnas kita. Termasuk memberikan wewenang sangat berlebih kepada Shin untuk menangani hampir semua level timnas, dari Timnas Senior, U-23 dan U-19,” tukas Indra.
Lalu, Indra membeberkan perilakuk Shin Tae -young ketika rapat daring digelar. Lalu, Shin Tae-young membatalkan rapat dengan alasan melihat resor.
“Dia tetap kita gaji sangat besar lho, meski selama masa covid-19 dipotong 50%. Ini kok diajak rapat susah sekali,” ungkap Indra. (PSSI)
Bak berpantun, Patih Indonesia, Shin Tae-yong kembali merespons tudingan konflik PSSI dengan dirinya tak berlarut-larut.
Media lokal yang sama di Korsel, Yonhap News, Pelatih Shin Tae-young permintaannya sangat jelas agar pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia di tepat yang aman. Shin beralasan, pemusatan pelatihan dengan mengumpulkan total orang, pemain dan staf sangat berbaya di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, ribuan kasus Covid-19 setiap hari ada di Indonesia
"Saya berencana membawa timnas U-19 Indonesia ke Gyeongju, Korsel untuk pemusatan latihan, tetapi tak masalah bila latihan di mana saja," ujar Shin berbicara dengan Yonhap News melalui sambungan telepon.
Shin Tae-yong anggap tak terlalu penting soal dirinya sedang berkinflik dengan PSSI.
"Media lokal melaporkan saya berkonflik dengan PSSI. Itu bukan hal penting, banyak masyarakat Indonesia ingin tim sepak bolanya memiliki kemampuan untuk mencapai hasil maskimal," ujarnya.
Sejumlah persiapan Timnas U-19 menuju perhelatan Piala Dunia U-20 2021. Berbagai persiapan itu, serangkaian ůji coba telah dilkakukan seperti, di Chiangmai, Thailand Januari 2020 lalu. Di sana, Shin membawa Garuda Muda melawan beberapa tim Korsel seperti Seongnam FC, Busan I-Park dan Kyung Hee University.
Berbagai even timnas akan dhadapi, Shin berharap kerjasama PSSI demi timnas Indonesia agar meraih hasil maksimal di event-event mendatang.
Kesuksesan timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2002, berkat gemblengan Guus Hiddink di luar negeri secara ketat. Shin meyakinkan dirinya dirinya kemampuan ia berikan menjadikan sebuah tim tangguh.
"Saya jelas tahu bagaimana caranya mencapai level saya, tetapi Federasi tak mau mendengarnya. Sesuai kemauan saya, saya ingin memberikan pengalaman dengan tim yang tangguh," Shin menegaskan ke Yonhap News.
"Korsel melakukan perncapaian luar biasa iru, karena hasil latihan terus menerus. Jika ia tak ingin mengecewakan masyarakat Indonesia di Piala Dunia U-20 2021. Bukan hal mudah menang dan pencapaian itu. Tetapi saya tak ingin mengecewakan rakyat Indonesia di Piala Dunia U-20. Kita bisa membuat momen bahagia bersama," pungkasnya.
Mengenai pemotongan gaji dilakukan PSSI, Shin tak mempersoalkan dan memaklumi.
"Itu adalah darurat, saya mengerti soal pemotongan gaji," tutup Shin. (Bbs/SC-01)




Komentar Via Facebook :