Home • Ragam •
Stop Merokok dan Jaga Kesehatan, Agar Terhindar Penyakit Jantung Koroner
ESCO - Sudah 20 (dua puluh) tahun melakukan pengabdian untuk masyarakat Riau merupakan waktu yang tidak sebentar ditempuh Kepala Staff Medik Fungsional dan Instalasi Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dr. Dyah Siswanti E, Sp.JP (K) FIHA yang sehari-hari bergelut di bidang spesialis jantung ini.
Dokter berparas cantik ini, berkisah dirinya mulai menangani pasien dibidang kesehatan jantung sejak pada 1999 silam. “Ini pengalaman yang sangat berat. Mengingat profesi yang digelutinya menyangkut keselamatan pasiennya dari penyakit nomor satu di dunia yang menjadi penyebab kematian,” ucapnya.
Berbagai usia dan macam-macam penyakit jantung ia tangani. Diakuinya setiap tahun terjadi peningkatan jumlah pasien ditanganinya. “Bahkan, peningkatan pasien penyakit jantung ini mencapai 20 hingga 30 persen,” tutur Ibu tiga anak ini. Namun, dirinya masih mensyukuri peningkatan pasien jantung ini terjadi bukan karena penderita penyakit jantung kronis (PJK). Tapi kesadaran masyarakat Riau yang dimaksud bahwa semakin meningkatkan giat melakukan medical chek-up. Hal ini tentunya tidak lepas dari informasi tentang kesehatan yang sangat mudah didapat, mulai dari penyuluhan ataupun informasi dari yang di dapat didunia internet.
-
Perlu Dibaca :
Oleh: Sarah Boseley DIPLOMASI Organisasi Kesehatan Dunia harus seimbangan dalami penanganan wabah Corona, antara China,-- yang secara tegas...

“Tapi kan peningkatan kedatangan bukan berarti peningkatan penyakit, awareness (kesadaran-red) masyarakat sekarang ini bisa dibilang baguslah, apalagi informasi tentang jantung sekarang sangat mudah didapat,” imbuhnya.
Saat ini, target yang ingin dicapai ibu yang akrab dipanggil dokter Diah ini, agar kesadaran masyarakat untuk melakukan medical check-up meningkat. Terutama medical check-up dengan menggunakan treadmill.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta - Salah satu warga Depok, Jawa Barat, NT, merasa nama baiknya menjadi buruk karena kabar dia dan ibunya positif virus corona. Dia merasa,...
Menurutnya, Tes Treadmill (Exercise Stress Test) adalah pemeriksaan fisik jantung yang memberikan informasi apakah jantung memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi saat terjadi stress fisik. “Tes treadmill juga dilakukan untuk memperoleh informasi penting apabila ada kelainan dari irama jantung dan tekanan darah,” jelasnya.
“Yang paling saya kejar saat ini adalah keinginan masyarakat untuk medical check-up, karena, medical check-up dengan menggunakan treadmill, adalah upaya untuk mengetahui penyakit jantung koroner (PJK) secara dini. Selama ini kebanyakan pasien yang melakukan medical chek up hanya mengambil yang simple, seperti check-up melalui labor dan lain lain,” harap Dyah
Disinggung kesan ketika menangani pasien jantung, dokter berusia 50 (lima puluh tahun) ini agar jadi pasien yang patuh. Pasien yang disiplin dan mau mengikuti anjuran dokter baginya adalah salah satu kepuasan tersendiri baginya.
“Ketika kita memberi edukasi, contohnya yang paling simple adalah berhenti merokok, ketika pasien mengikuti anjuran, itu adalah kepuasan tersendiri,” tutur dokter Dyah sambil tersenyum.
Ia mengungkapkan, penderita jantung yang paling banyak dihuni pasien laki-laki dan penderita jantung tak melihat batas usia. “Bahkan, pasien yang masih muda cukup rentan mendapat penyakit jantung. Semua itu, bagian dari hidup yang tidak sehat, yaitu seperti kebiasaan merokok,” ia mencontohkan.
Dokter Dyah berharap secara khusus masyarakat Riau, dan Indonesia pada umumnya, supaya menjaga kesehatan dan menghindari kebiasaan merokok. Sebab, merokok adalah salah satu sumber penyebab penyakit jantung yang paling banyak ditemuinya selama ia menjalani profesi dokter spesialis jantung.
Untuk itu, jika sudah ada gejala penyakit jantung disebut penyakit paling mematikan ini, dokter Dyah sangat menganjurkan untuk segera melakukan medical check-up.
“Harapan saya pasien jantung yang datang tidak dalam kondisi berat. Kalau bisa dalam keadaan sehat, masih bisa dilakukan pencegahan. Tetapi kalau sudah dalam kondisi keadaan berat, maka kita mengupayakan penyelamatan. Mudah-mudahan masih bisa mendapat kehidupan yang baik, masih berumur panjang. Tentu itu tidak terlepas dari bantuan dari pasien itu sendiri. Disiplin adalah utama selain mau mengikuti anjuran dari dokter. Mau minum obat yang teratur, serta melakukan kontrol secara teratur untuk penyembuhan,” (MedikAA)




Komentar Via Facebook :