Tersangka Harun Masiku, Rekeningnya Pun tak Diblokir KPK
Juru Bicara KPK Ali Fikri (Dok: ist)

Tersangka Harun Masiku, Rekeningnya Pun tak Diblokir KPK

Jakarta – Tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW), Harun Masiku hingga hari ini masih buron. KPK pun tidak memblokir rekening kader PDIP tersebut.

Plt Jubir KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri pada Selasa (4/2) malam meluruskan pernyataannya terkait pemblokiran rekening Harun Masiku. Sebelumnya, ia menyatakan adanya antisipasi yang dilakukan penyidik dalam menangani kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan itu.

“Jadi perlu diluruskan itu bahwa upaya tindakan proses penerima. Dalam proses lain ketika tindak pidana suap, bisa dikembangkan secara langsung apakah si penerima ini ada penerimaan lain sehingga kan kemudian dilakukan pemblokiran,” terang Ali Fikri di Gedung KPK Jakarta, Selasa (4/2) malam.

Sehingga, pemblokiran rekening dilakukan terhadap tersangka penerima suap yakni Komisioner KPU, Wahyu Setiawan karena dugaan penerimaan uang Rp 400 juta dari Harun Masiku. Ali menegaskan, dalam antisipasinya penyidik tidak melakukan pemblokiran terhadap Harun Masiku.

“Perkara ini kan dugaan suap menyuap antara pemberi dan penerima, pemberi kita tahu kan uangnya sudah ditemukan, sebagai barbuk (barang bukti). Yang beralih kepada si penerima kan sementara ada Rp400 juta kemudian ada rekening yang ditemukan juga yang itu kemudian dugaannya diterima oleh si penerima dalam hal ini tersangka WSE,” terang Ali.

“Kalau pemberi sudah selesai uangnya sudah beralih tentunya kan tidak dilakukan upaya pemblokiran, tetapi sebagai penerima karena uangnya sudag beralih ke rekening yamg diblokir adalah rekening yang diterima,” tambahnya.

Ali mengklaim, KPK bersama aparat kepolisian masih terus berupaya dengan berbagai cara untuk membekuk Harun. KPK, kata Ali, optimistis penangkapan terhadap Harun hanya persoalan waktu.

“Ini soal waktu kapan kami bisa menemukan yang bersangkutan dan menangkap serta membawa ke KPK ntuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” katanya.

Ali menambahkan, untuk memaksimalkan upaya pencarian Harun, KPK memajang informasi Daftar Pencarian Orang (DPO) Harun pada laman KPK. KPK, kata Ali, berharap partisipasi masyarakat yang memiliki informasi keberadaan Harun untuk dapat melapor kepada aparat penegak hukum terdekat.

“Atau bisa langsung menghubungi KPK melalui telpon kantor atau call center KPK di  198,” tambah Ali. (Repco)

CATEGORIES
TAGS