Terus Berlanjut, Saksi Tersangka Proyek Jalan Lingkar Barat Duri Bengkalis Diperiksa KPK
Plt Jubir KPK, Ali Fikri. (Dok: Ist)

Terus Berlanjut, Saksi Tersangka Proyek Jalan Lingkar Barat Duri Bengkalis Diperiksa KPK

Pekanbaru – Pemeriksaan sejumlah saksi untuk tersangka HS terkait proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (Multiyears) di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau  tahun anggaran 2013-2013, terus berlanjut. Kali ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi yang berlatar belakang swasta, suplier dan satu perusahaan rekanan.

“Hari ini, Senin, (1/3) dilakukan pemeriksaan saksi HS TPK proyek pembangunan Jalan lingkar Barat duri (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis Provinsin Riau tahun anggaran 2013 s/d tahun anggaran 2015,pemeriksaan dilakukan di Polda Riau,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri, dalam keterang tertulisnya, Senin, (13/2021)

Adapun sejumlah saksi diperiksa penyidik KPK, diantaranya; Jufri, Hengki Wijaya, Ahmad Zulfaneri, Djali, Willy Jeckson, Syahrial Efendi.

“Sedangkan, salah seorang saksi diperiksa merupakan suplier atas nama Indrayanti dan satu rekanann CV. Indo Prima,” ujar Ali.

Seperti diberitakan, PT Anugerah Niaga Nusantara (ANN) adalah pemenang tender salah satu proyek multi years pembangunan jalan di Bengkalis tersebut.

“Dari kegiatan tersebut diamankan sejumlah dokumen terkait dengan keuangan perusahaan dan dokumen lain yang akan segera dilakukan analisa dan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” jelas Ali.

Tersangka HS, salah satu dari 10 (sepuluh) tersangka yang ditetapkan KPK dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis.

Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak kecil (multiyears) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar.

KPK menetapkan tiga tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB).

Kedua, terkait proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) tàhun anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus (VS) selaku kontraktor.

Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut.

Berdasarkan hasil perhitungan, korupsi proyek tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp475 miliar. (***/SC-01)

CATEGORIES
TAGS