Home Serambi Riau Pekanbaru

Tim PSW Pesparawi Riau: Persiapan Minim dan Dibebani Tiket Pulang, LPPD Riau Menghindar?

Lihat Foto
×
Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Riau yang ikut ajang Pesparawi Nasional XiV di Monokwari, Papua Bharat, (Dok: Ist)
Tim PSW Pesparawi Riau: Persiapan Minim dan Dibebani Tiket Pulang, LPPD Riau Menghindar?

Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Riau yang ikut ajang Pesparawi Nasional XiV di Monokwari, Papua Bharat, (Dok: Ist)

Pekanbaru - Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat yang telah diselenggarakan pada 18-28 Juni 2026 lalu, ternyata meninggalkan kisah yang belum diketahui publik. Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPDD) Provinsi Riau, dinilai tak maksimal mempersiapkan ajang 3 tahunan tersebut.

Adalah Ketua Paduan Suara (PSW) Tiurmaida Silitonga buka suara soal kisah keikutsertaan PSW satu-satunya kategori ikut ambil bagian dalam Pesparawi Nasional.

Dikatakan Tiurmaida, tim PSW mengikuti Pesparawi Nasional itu berjumlah 24 orang diluar official. Keikutsertaan Tim PSW tidaklah dipersiapkan kurang maksimal. Sebab, lanjut Tiurmaida, Tim PSW mempersipakan dalam waktu singkat yaitu kurang lebih 4 bulan sejak disepakati mengikuti Pesparawi Nasional.

"Padahal, waktu kita tanya peserta kontingen lain, ada yang mempersiapkan diri sudah sampai 3 tahun. Kalau tim PSW Riau bisa dihitung kurang lebih 4 bulan," kata Tiurmaida, saat bincang-bincang dengan Awak Media termasuk satelit.co pada Senin, 20 Juli 2026 lalu.

Pada bagian lain, Tiurmaida juga menyampaikan bahwa peserta Tim PSW yang ikut berlomba ke Monokwari, Papua Barat, tidak sekaligus diberangkatkan alias bertahap mengingat penginapan di Monokeari terbatas.

"Tim PSW dberangkatkan tahap perdana bersama sejumlah official.  Kenapa bertahap, karena daya tampung penginapan tak cukup karena ribuan peserta Pesparawi hadir dari berbagai Provinsi," kata Tiurnaida.

 

Disinggung soal biaya perlengkapan hingga pembiayaan tiket keberangkatan, disebut Tiurmada harga perkiraan kebutuhannya.

"Kalau diperkirakan, biaya kustum dan aksesoris lainnya, diperkirakan menelan biaya Rp24 juta per orang. Tiket keberangkatan urusannya LPPD," ungkap Tiur.

Pun, Tiur menceritakan bahwa bagi ikut peserta PSW mestinya ada ajang audiensi untuk pemilihannya. Namun, LPPD tak punya banyak waktu lagi mengingat perhelatan Pesparawi Nasional tak lama lagi.

"Dengan kondisi itu, maka diserahkan kegiatan itu ke Ketua Perempuan Kristen Distrik XXII HKBP Provinsi Riau. Itu cerita Pembimas Kemenag Provinsi Riau," papar Tiur akrab disapa.

Seiring berjalan, sebut Tiur,  disampaikanlah bahwa mereka yang menyanggupi dibebani pembayaran tiket. 

"Nah, ikutlah beberapa peserta PSW yang bisa belajar not, latihan rutin empat kali seming setiap malam dalam waktu 4 bulan tersebut. Saat disela-sela latihan itu, kami sampaikan tiket berangkat dibayar LPPD, tapi pulang dibayar masing-masing peserta PSW," kata Tiur.

Diungkapkan Tiur, dengan penyampaian itu, maka ada 24 peserta bersedia ikut peserta PSW yang mewakili Provinsi Riau kontigen ajang Pesparawi Nasional.

"Kita tak tau total keseluruhan beserta official yang berangkat Pesparawi Nasional Monokwari pada 23 Juni 2026. Untuk keberangkatan tahap kedua setelah kami pulang dari Monokwari, Papua Bharat karena ada dua tahap keberangkatan," jelasnya.

Disebutkan Tiur, selain tiket bayar pulang yang dibebankan ke peserta PSW, ada juga diberikan uang kantong masing-masing Rp2 juta.

"Memang ada uang kantong Rp 2 juta. Kami memilih uang kantong dialihkan untuk mengunjungi wisata Raja Ampat. Toh, kami bayar tiket masing-masing tiket pulang sebesar Rp7.800.000," kata Tiur.

Diakhir perbincangan, Tiurmaida Silitonga berharap pihak LPPD harus mempersiapkan dari awal sejak ditentukan perhelatan Pesparawi Nasional itu, LPPD sudah punya agenda persiapan jika ikut perlombaan ajang 3 tahunan itu.

"Untuk ajang Pesparawi Nasional ke XV di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil dari Pesparawi Nasional ke XIV, kontinten Provinsi diganjar jadi perhargaan silver (perak). Ajang berikutnya, kita harus lebih meningkat dan jangan hanya ikut 1 kategori saja yaitu Paduan Suara Wanita (PSW)," kata Tiur.

Dalam perbincangan itu, Tiurmaida tak menutupi kekecewaanya selain persiapan tak maksimal, sebaiknya jangan dibebani peserta yang ikut ajang membawa nama provinsi tersebut.

"Kita berharap ada persiapan matang, walaupun kita bisa menyanggupi," ujarnya.

Saat awak media ini wawancara, diungkapkan Tiurmaida, sejak kepulangan dari ajang Pesparawi, para peserta PSW belum dikumpulkan LPPD untuk membahas hasil yang diperoleh dari Pesparawi Nasional sebagai laporan.

 

LPPD Menghindar?
Terkait buka suara Tim PSW, LPPD Provinsi Riau yang diketuai Albert Tarigan, terkesan menghindar dari pertanyaan wartawan. 

Beberap kali awak media ini memintate waktu, sejumlah alasan dianggap tak mau terbuka terhadap publik.

Awak media ini mencoba waktu bincang-bincang pada terkait perhelatan Pesparawi Nasion ke XIV itu pada Rabu, 8 Juli 2026 lalu, via pesan elektronik whatsapp, Albert Tarigan berjanji akan mengaatur jadwal pertemuannya.

"Minggu depan kita atur. Karena Minggu ini sudah ada jadwal kegiatan," ujarnya.

Untuk memastikan kembali janji yang disampaikan, awak media kembali meminta waktu berbincang-bincang terkait Pesparawi Nasional itu, lagi-lagi Albert Tarigan punya dalil.

"Hari ini belum bisa, Karena ada rapat PGIW. MENDADAK," tulis Albert Taringan via pesan whatsapp pada Rabu, 15 Juli 2026.

"Kami diskusi dulu dengan Pembimas dan Pengurus LPPD ya. Akan saya infokan," lanjut Albert Tarigam via pesan whatsappnya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Terbaru, Selasa, 28 Juli 2026, Albert Tarigan kembali memberi alasan belum ada waktu jumpa karena masih diluar kota. 

Menarik ditunggu, apa tanggapan  Pembimas Kristen, Kantor Wilayah Riau, Kemenang RI, Armin Antoni Silaban.


 


Komentar Via Facebook :