Tok! Satu Paslon di Pilkada Humbahas, Adu Kuat Calon Tunggal Versus Kotak Kosong
DOk: Istimewa

Tok! Satu Paslon di Pilkada Humbahas, Adu Kuat Calon Tunggal Versus Kotak Kosong

Doloksanggul – Sesuai prediksi, hanya satu peserta pasangan calon yang ikut kontestan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi kenyataan. Hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, menetapkan secara resmi hanya diikuti satu pasangan calon Bupati-Wakil Bupati yaitu, Dosmar Banjarnahor-Oloan P Nababan. Sehingga, dengan ditetapkan satu paslon, maka surat suara pada pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang, hanya dua pilihan calon tunggal versus kota kosong.

Ketua KPUD Humbahas, Binsar Pardamean Sihombing mengatakan penetapan Paslon Bupati-Wakil Bupati telah sesuai dengan PKPU Nomor: 5 Tahun 2020, KPUD Humbahas dalam nejalankan tahapan pencalonan, mulai dari pendaftaran, perpanjangan pendaftaran dan verifikasi syarat calon selanjutnya penetapan pasangan calon pada, Rabu 23 September 2020.

“Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KPUD Humbahas Nomor: 118/PL.02.-Kpt/1216/KPU Kab/IX/2020 tentang penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Tahun 2020, KPUD menetapkan Dosmar Banjarnahor sebagai calon bupati dan Oloan P Nababan sebagai calon wakil bupati, pada Pilkada Humbahas Tahun 2020,” ujar Binsar di Kantor KPUD Humbahas, Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Humbahas, Rabu (23/9) lalu.

Penetapan Paslon,  sambung Binsar, KPUD Humbahas mengeluarkan Surat Keputusan penetapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Humbahas dengan satu Paslon. SK tersebut dituangkan dalam Nomor: 119/PL.02.0-Kpt/1216/KPU Kab/IX/2020. Penerbitan dua SK diatas sesuai dengan pasal 5 ayat 2 huruf b PKPU Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota dengan satu pasangan calon.

Tak Mudah
Dikutip dari dari Republika.co.id, Senin, (7/9/2020), Pengamat politik dari LSI Denny JA, Ardian Sopa menilai bahwa calon tunggal dalam Pilkada 2020 memiliki tantangan yang lebih besar dalam meraih suara.

Menurut Ardian, saat ini telah banyak muncul calon tunggal Pilkada 2020 di berbagai daerah. Kemunculan mereka karena kepiawaian elit-elit politik daerah untuk meraih dukungan dari berbagai parpol.

“Umumnya direncanakan oleh parpol. Tapi banyak juga daerah yang memiliki figur yang sangat kuat, sehingga lawan lain tidak berani maju,” ujar Ardian Sopa kepada Republika.co.id, Senin (7/9).

Ardian menjelaskan, banyak yang beranggapan melawan kotak kosong justru lebih mudah. Padahal kalau dilihat lebih dalam tantangannya justru lebih berat melawan kotak kosong. Dalam pemilihan melawan kotak kosong, masyarakat tidak dapat melakukan perbandingan calon. Dengan demikian, jika tidak suka pada calon tunggal, masyarakat akan langsung memilih kotak kosong.

Di samping itu, calon tunggal juga harus berusaha lebih keras dalam berkampanye. Terlebih di daerah- daerah yang terdapat kekuatan politik yang tidak bisa dihitung. Misalnya ada elit-elit disana yang harusnya menjadi kontestan, tetapi akhirnya tidal mendapat dukungan partai.

“Jika elit-elit ini bersatu, ‘barisan sakit hati’ bisa muncul dan mereka bisa saja membuat antitesa dari calon tunggal dengan tujuan mempermalukan dan menghentikan elit politik yang ada,” jelasnya.

Kabupaten Humbang Hasundutan telah berusia 17 tahun itu, disuguhkan dengan pesta demokrasi Calon Tunggal versus Kotak Kosong. Dibandingkan dengan Kabupaten induknya, Kabupaten Tapanuli Utara, bahkan daerah lain Kabupaten dan Kota yang di Sumatera Utara, tergolong masyarakatnya ‘melek demokrasi’, belum pernah peserta pilkada calon tunggal mleawan kotak kosong.

“Kali ini, masyarakat Humbahas disuguhkan pesta demokrasi dengan memilih Calon Tunggal atau Kotak Kosong. Saya yakin, masyarakat Humbahas cerdas memilih, dan tetap menjaga persaudaran dan persatuan itu lebih penting. Sebab, masyarakat Humbahas tak akan melupakan ajaran agamanya, kerabatan dan adat istiadat hanya karena beda pilihan. Semoga pilkada Humbahas berjalan sukses dan kondusif sampai perhelatan demokrasi tersebut selesai,” ujar Pemerhati Pilkada Humbahas, DR. Wahyu Donri Tinambunan, di Pekanbaru, Riau, (24/9/2020). (Red/Vernando Nahampun)

CATEGORIES
TAGS