Home • News •
Trump Klaim Punya Bukti Laboratorium China Sumber Virus Corona
Jakartta-Presiden Donald Trump mengklaim mengantongi bukti bahwa virus corona berasal dari satu laboratorium di China. Ia pun mengancam bakal menambah tarif atas barang dari Negeri Tirai Bambu.
Trump menekankan klaim tersebut kala sejumlah wartawan mempertanyakan kebenaran spekulasi bahwa virus corona berasal dari Institut Virologi di Wuhan, China.
Spekulasi ini berbeda dengan keyakinan selama ini bahwa virus itu pertama kali berkembang di pasar basah di Wuhan yang menjual hewan liar untuk konsumsi.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru- Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang daerah Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara sekitar pukul 15.20 WIB. Lokasi gempa berada 24...
Ketika ditanya apakah Trump sudah mengantongi data yang memperkuat dugaan tersebut, sang presiden hanya berkata, "Ya, saya punya."
Sebagaimana dilansir AFP, wartawan lantas bertanya lebih jauh data mana yang membuat Trump begitu yakin akan informasi tersebut.
Namun, Trump hanya menjawab, "Saya tidak bisa memberi tahu kalian."
-
Perlu Dibaca :
Merauke-Guna mempererat tali silaturahmi dan meringankan beban warga binaan di tengah pandemi virus corona, Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif...
Trump sendiri kerap menggunakan isu cara China menangani virus corona sebagai bahan untuk kampanyenya menjelang pemilihan umum pada November mendatang.
Sebelumnya, sejumlah sumber menyebut bahwa Trump sempat mempertimbangkan tak membayar utang ke China sebagai "hukuman" atas virus corona yang menyebar ke AS.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penerapan "hukuman" itu, Trump mengatakan ia punya cara lain untuk membuat China jera.
"Saya bisa melakukannya dengan cara berbeda. Cara yang lebih benar. Saya bisa melakukannya dengan uang, dengan mengenakan tarif," tutur Trump.
AS dan China hingga kini masih terlibat perang dagang. Kedua negara baru saja meneken kesepakatan damai dagang fase pertama pada Januari lalu.
Namun, AS menyatakan bakal tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga ada perjanjian fase II.
AS hanya setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.
Kesepakatan fase I ini diharapkan bisa menjadi awal baik setelah kedua negara terlibat perang dagang yang juga menyeret perekonomian global. (***)
Sumber: Cnn Indonesia




Komentar Via Facebook :