UPT Dishub Pekanbaru Terbitkan Surat Keterangan Uji KIR, Denda Macam Mana?
Contoh Surat Keterangan yang ditervitkan UOT PKB Dishub Pekanbaru. (Dok: Ist)

UPT Dishub Pekanbaru Terbitkan Surat Keterangan Uji KIR, Denda Macam Mana?

Pekanbaru – Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Pengujian Kendaraan Bernotor (PKB) atau akrab disebut UPT KIR, menerbitkan surat keterangan pengujian kendaraan bermotor (PKB) bukan lulus uji kendaraan menggantikan Buku KIR

Penerbitan surat keterangan itu diterbitkan, sebelum pihak Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI memberlakukan smart card bagi kendaran angkutan Juli 2020 lalu.

Surat keterangan itu, bukan berupa lulus uji kendaraan melainkan hanya menperpanjang bagi pemilik kendaraan tidak lulus uji, dan masa berlaku diperpanjang 6 bulan. Dan, surat keterangan bukan berupa surat yang menyatakan lulus uji, pengganti buku KIR bagi kendaraan yang belum memenuhi aturan standar lolos untuk kendaraan angkutan.

Surat keterangan itu berlaku sejak masa uji kendaraan untuk enam bulan kedepan. Konon, sumber diperolah awak media dlingkungan UPT PKB Dishub Pekanbaru, surat keterangan diperuntukkan hanya satu item saja, yaitu pengguna kendaraan over dimensiion (kelebihan ukuran bak atau box kendaraan angkutan-red)

“Untuk Over Dimension, surat itu bisa ditunjukkan ke petugas dilapangan. Itu pun, kalau ukuran bak atau box (over dimension). Meski surat itu ditunjukkan ke petugas, pihak pemilik kendaraan tetap memuat isinya mekii bak atau boks tidak sesuai ketentuan di buku KIR. Akan tetapi, surat keterangan itu tidak berlaku bagi kendaraan Over Loading(kelebihan tonase/beban). Petugas dilapangan tetap menindak kendaraan over loading,” ujar si sumber minta namanya tidak dituliskan ke awak Media, Sabtu, (21/11/2020).

Sumber menambahkan, meski dibuat surat keterangan tersebut, jika nantinya pemilik kendaraan akan menguji.kembali setelah masa surat keterangan habis, tidak akan dikenakan denda keterlambatan.

“Tidak akan dikenakan denda dan bisa diperpanjang lagi dengan surat keterangan selama enam bulan kedepan sepanjang si pemilik kendaraan belum melengkapi ketentuan dalam pengujian KIR tersebut,” ujar si sumber lagi.

Sebelumnya, Kepala UPT PKB Dishub Pekanbaru, Muhammad Nasri menjelaskan, Surat Keterangan digunakan sementara, bukan berupa Buku Kir.

Ia menuturkan Surat Keterangan itu dikeluarkan berdasarkan arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan formatnya dari Kemenhub.

Nasri menjelaskan, pihaknya mengeluarkan Surat Keterangan hasil uji KIR itu hanya sementara. Sebab, sejak awal 2020 pihak Kemenhub tidak lagi menerbitkan Buku Kir,” pungkasnya.

Penerbitan Surat Keterangan bukanlah kegunaannya untuk menindak bagi kendaraan Over Dimension Over Loadibg (Odol, terkesan hanya obat penawar’ sementara. Sebab, surat Keterangan ditengarai menambah beban pemilik kendaraan tak lolos pengujian kendaraan bermotor. ‘Nah, problem baru muncul, sepanjang pemilik kendaraan tidak memenuhi ketentuan syarat uji kendaraan bermotor, apakah terus menerus diperpanjang. Lalu, bagaimana soal dendanya?. Weleh..weleh..

CATEGORIES
TAGS