Home Serambi Riau Pekanbaru

Uun Awali Petang Belimau Tradisi Ziarah Makam Pendiri Kota Pekanbaru

Lihat Foto
×
Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun. (Dok: Humas)
Uun Awali Petang Belimau Tradisi Ziarah Makam Pendiri Kota Pekanbaru

Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun. (Dok: Humas)

Pekanbaru - Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun melakukan ziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru jelang Ramadan 1444 H, Rabu (22/3). Ziarah ke Makam Marhum Pekan mengawali rangkaian tradisi Petang Belimau di Kota Pekanbaru.

Rombongan Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun bersama unsur Forkopimda melakukan ziarah berdoa di depan pusara dalam area Makam Marhum Pekan. Lokasi makam tersebut berada dalam area Masjid Raya Pekanbaru di Kecamatan Senapelan

Satu dari beberapa makam dalam tersebut merupakan makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah. Beliau merupakan Sultan Siak kelima yang merupakan pendiri Kota Pekanbaru.

"Ziarah ini untuk menyambut bulan Ramadan. Mereka sekaligus berdoa bagi pendiri Kota Pekanbaru," paparnya.

Rombongan yang ikut dalam ziarah langsung melanjutkan dengan shalat ashar berjamaah di Masjid Raya Senapelan. Mereka mengikuti shalat ashar untuk selanjutnya menjalani tradisi Petang Belimau.

Sebelumnya,  Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, melakukan pemukulan beduk bersama unsur Forkopimda sebagai tanda dibukanya Petang Belimau, Rabu (22/3). Ia menyebut bahwa tradisi Petang Belimau digelar satu hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Dirinya berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan agar iven tradisi menyambut bulan suci Ramadan menjadi iven tingkat provinsi. Bahkan nantinya bisa dikenal di tingkat nasional.

"Dengan menjadi iven nasional, tentu masyarakat semakin kenal dengan tradisi Petang Belimau," ujarnya.

Muflihun mengatakan bahwa tradisi ini merupakan simbol menyucikan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Ia menyebut tidak terasa sudah memasuki Ramadan yang sangat dinantikan umat muslim di seluruh dunia.

Dirinya juga gembira pada momen melihat aneka permainan tradisional pada momen Petang Belimau. Ia mendorong permainan tradisional bisa semakin dikenal dengan rutin menggelar iven tradisi.

"Jangan sampai lupa, jangan sampai permainan tradisional ini tidak dikenal. Maka tetap budayakan budaya Melayu di tengah masyarakat," paparnya.


Komentar Via Facebook :