Home Serambi Riau Pekanbaru

Wamen Naker RI Singgung Riau Banyak Sengketa Pekerja dengan Perusahaan

Lihat Foto
×
(Kika), Wamennaker RI saat wawancara dengan awak media. Wamenaker RI saat berpose dengan wartawan satelit.co. (Bawah). Wamenaker RI berpose bersama unsur Forkompimda Riau dan Pengurus Korwil KSBSI Riau. (Dok: Pung El Mandri)
Wamen Naker RI Singgung Riau Banyak Sengketa Pekerja dengan Perusahaan

(Kika), Wamennaker RI saat wawancara dengan awak media. Wamenaker RI saat berpose dengan wartawan satelit.co. (Bawah). Wamenaker RI berpose bersama unsur Forkompimda Riau dan Pengurus Korwil KSBSI Riau. (Dok: Pung El Mandri)

Pekanbaru - Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Afriansyah Noer resmi buka Rapat Koordinasi Wilayah ( Rakorwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Riau, di Pekanbaru, Senin, (12/09/2022).

Rakorwil KSBSI Riau mengusung thema "Membangun Citra Positif Kelapa Sawit Melalui Peningkatan Kapsitas Petani dan Tenaga Kerja di Sektor Kelapa Sawit, juga dihadiri Gubri Syamsuar,Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal,Anggota DPR-RI Effendi Sianipar,Sekjen KSBSI dan tamu undangan lainnya.

Sesion wawancara usai Rakorwil KSBSI dibuka, Wamen Afriansyah didamping Ketua Korwil KSBSI Riau Juandy menyoroti perusahaan sawit di Riau perlu fokus terhadap keselamatan kerja K3, dewan pengupahan.

"Karena disini banyak  terjadi  sengketa  anatara pemilik kebun dengan pekerja kita yang memang masih simpang siur," ujar Wamen kepada awak media termasuk satelit.co

Wamen pun membandingkan kondisi pekerja dengan perusahaan BUM yang dia kunjungi di Malaysia.

"Saya mau coba study banding,Dimana perusahaan  perkebunan Nasinonal Malaysia itu luar biasa  perhatiannya terhadap buruh-buruh kerjanya termasuk  buruh-buruh yang berasal dari Indonesia, kesejahteraannya, pahnya juga bagus," bebernya.

Oleh karena itu, kata dia, agar meningkatkan upah buruh yang ada di Indonesia meski hal itu diaukinya akan susah juga diterapkan memberikan upah yang sama dengan Malaysia.

"Karena harga sawit di Indonesia beda dengan Malaysia lebih tinggi harga sawit di Malaysia. Mungkin Pemerintah melalui Menteri Perekonomiannya harus betul-betul bisa mengambil solusi bagaimana caranya untuk bisa meningkatkan nilai jual sawit yang ada di Indonesia ini," ujar Wamen.

Disinggung soal bantuan ke pekerja akibat dampak BBM naik, Afriansyah membenarkannya.

"Pemerintah sudah menganalisa dan mendata hampir 14 juta orang lebih itu terdampak terhadap kenaikan BBM melalui upah buruh yang dibawah 3 juta," ungkapnya.

"Oleh karena itu, kita dengan Pemerintah Daerah Kabupaten,Kota,Propinsi memberikan bantuan perorang itu Rp. 600.000,- untuk menghadapi inflasi BBM ini," ia menambahkan

Wamen menyebutkan, pihaknya sudah mendata tahap awal ini sekitar 5 juta orang untuk diberi bantuan senilai Rp 600.000 per orang.

Wamen berharap kepada KSBSI Riau dibawah pimpinan Juandy hendaknya betul-betul bisa memimpin sesuai dengan hymne dan mars KSBSI untuk dapat meningkatkan kesejahteraan buruh dan peduli terhadap para buruh.

Selain itu, Wamen menghimbau lebih diutamakan dialog sosial sehingga dialog sosial itu tidak ada yang dirugikan semua mempunyai positif yang baik.

"Sehingga semua tersalur dengan baik.Jadi dialog sosial ini yang kita tekankan kepada seluruh Konfederasi dan Serikat Pekerja yang ada di Indonesia bukan hanya KSBSI saja," kata Wamen Naker.


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :