Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Aksi 'Walk Out' Anggota Dewan Warnai Rapat Evaluasi PSBB Pekanbaru
Pekanbaru-DPRD Kota Pekanbaru gelar rapat evaluasi diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seyogianya, agenda rapat mendengar hasil dari Tim Gugus Covid-19, berubah menjadi rapat internal komisi karena ketidakhadiiran Tim Gugus Covid-19 Kota Pekanbaru diharapkan hadii tak kunjung datang. Jumat (1/5/2020).
Lantas aksi ' wallk out' dilakukan Sigit Yuwono dari Fraksi Demokrat sesaat rapat internal komisi dimulai karena agenda tidak ada dalam Badan Musyawarah (Banmus) Tim Gugus Covid-19.
Dengan emsional, Sigit Yuwono Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, tinggalkan rapat internal lintas komisi itu.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru-Keluarga Besar Lanud Roesmin Nurjadin gelar doa bersama keluarga, dirumah masing-masing dalam rangka keselamatan Bangsa dan Negara...
"Saya bilang hari ini, dan semalam adalah rapat-rapat 'haram'. Saya hadir sebentar. Lalu saya keluar. Kenapa saya berani bilang seperti itu karena ini tidak pernah dibahas dalam Banmus. Padahal kegiatan DPRD itu semua harus diagendakan dalam Banmus. Kalaulah mau evaluasi tentang PSBB, itu wewenangnya ada di Bapperda (Badan Pembentukan Perda). Jelas di Tatib aturannya. Jadi nggak ada rapat lintas komisi yang ada hanya rapat gabungannya," kesal Sigit tampak emosional seperti dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (2/5/2020)
Mengevaluasi PSBB, Sigit, Tim Gugus Tugas COVID-19 seharusnya hadir, masalah yang dibahas bisa tuntas dan tidak buang-buang membahasnya.
"Saya setuju PSBB ini dievaluasi terutama dalam dalam distribusi pembagian Sembako. Namun, bukan kami diadu-adu dengan pemerintah. Akhirnya kita yang saling menyalahkan," tandas Sigit
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru-Pesawat jenis A-2907 milik TNI AU yang dipiloti oleh Kapten PNB Galih, kembali angkut APD (Alat Pelindung Diri) dari Gugus Depan Covid-19...
Ia menumpahkan kekecewaanya atas sikap yang diambil pimpinan DPRD Kota Pekanbaru karena yang selama ini tidak banyak terlibat rapat-rapat dengan Tim Gugus Tugas COVID-19. Hal itu, hanya lebih memaksakan sikap politiknya dengan menggelar berbagai pertemuan untuk membahas evaluasi PSBB.
"Kami sayang dengan pimpinan. Bukan benci. Sebab saya sudah pernah merasakan jadi pimpinan. Makanya kita sampaikan yang benar itu benar yang salah itu salah. Ini fakta," ia menegaskan.
Sigit menyarankan, agar pimpinan DPRD ikut rapat dengan Walikota ke Gubernur untuk evaluasi masalah PSBB.
"Lalu jelaskan kepada anggota apa masalahnya sehingga jelas," jelasnya.
Senada koleganya Sigit Yuwono, Wakil ketua DPRD Kota Pekanbaru T Azwendi sebut dirinya sengaja hadir mengikuti rapat internal lintas komisi. Sebab, kata Tengku Azwendi, dirinya selaku pimpinan tidak mengetahui agenda rapat tersebut. miskomunikasi
"Agendanya apa? Dan mengundang siapa juga tidak ada," ujar Azwendi.
Pun, Azwendi mengungkap penyebab banyak anggota dewan tak hadir karena tidak tahu adanya rapat tersebut. Sebab, dirinya beranggapan rapat tak resmi karena tidak terjadwal dalam Banmus.
"Kami tidak bertanggungjawab terhadap apapun keputusannya," tukas Azwendi.
Dibantah Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani membantah apa yang disampaikan koleganya tersebut.
Hamdani menyebutkan dalam rapat internal itu, terdapat sejumlah pembahasan termasuk diantaranya, DPRD akan memanggil kembali Pemko agar menjelaskan hasil pelaksanaan PSBB.
"Rapat lintas komisi ini sudah sesuai dengan AKD (alat kelengkapan dewan). Ini sesuai jadwal. Tentunya dalam mekanisme rapat, keputusan rapat itulah yang disepakati bersama," menjawab sikap 'walk out' koleganya tersebuy..
Hamdani berdalih, perbedaan pendapat dinilai wajar demi kesejahteraan masyarakat Kota Pekanbaru. Ia berharap., pelaksanaan PSBB harus efektif guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Tak luput, Dewan juga menyoroti bantuan sosial selama pelaksanaan PSBB.(***)




Komentar Via Facebook :