Home • Ragam • Inforial
Dialog Bersama Pimpinan Gereja Riau, Bimas Kristen: SK Dirjen Tekankan Pentingnya Surat Tanda Lapor Gereja
Suasana dialog Bimas Kristen bersama pimpinan wilayag Gereja yang di Provinsi Riau, di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa, (14/10/2025). Dok: SC
Pekanbaru - Kementerian Agama Wilayah Provinsi Riau melalui Bimbingan (Bimas) Kristen taja dialog kerukunan intern Kristen beberapa pimpinan gereja yang ada di Provinsi Riau. Dialog tersebut dipimpin langsung Pembimas Kristen, Armin Antoni Silaban di Pekanbaru, Selasa, (14/10/2025).
Diawal dialog, Antoni menyampaikan ada beberapa hal yang perlu didiskusikan guna meningkatkan kerukunan dan mempererat silaturahmi antar pimpinan internal gereja di Provinsi Riau.
Dialog tersebut, Pembimas Kristen diawal pemaparannya, diawali menekankan perlunya tertibnya administrasi Gereja. Sebab, harap Armin, kedepan Gereja terus meningkatkan tertib administrasi.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025, Bank BRI Cabang Sudirman 1 menggelar kegiatan pelayanan khusus bagi para...
"Beberapa kali saya sampaikan di bebeapa gereja soal tertib administrasi yang dituangkan dalam SK Dirjen Bimas Kristen Nomor 535 Tahun 2025 Tentang petunujuk tekhnis Surat Tanda Lapor (STL) Bagi Lembaga Agama dan Keagamaan Kristen. Sehingga, kehadiran pimpinan gereja dalam dialog ini, membangun persepsi yang sama tujuan tertin administrasi seperti dituangkan dalam SK Dirjen tersebut," jelas Armin.
Dikatakan Armin, Bimas Kristen telah menyurati sejumlah gereja yang ada di Provinsi Riau ini, agar melaksanakan SK Dirjen tersebut agar aktivitas diluar gereja selalu berdampingan Bimas Kristen.
"Itulah perlunya STL itu. Sebab, ada tahun-tahun sebelumnya, ada fenomena dimana ada gereja melakukan kegiatan keagamaan tanpa berdampingan dengan Bimas Kristen karena belum mengantongi STL. Secara khusus di Pekanbaru, diharapkan pimpinan-pimpinan gereja menjadi pemandu tertib administrasi bagi daerah-daerah yang ada di Kabupaten dan Kota di Provisi Riau," papar Armin.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta - Penampilan Fashion Show Batik Kiambang Bertaut by Syarifah Aida memukau penonton pada Pergelaran Budaya Wanita Filantropi...
Perlunya STL itu, ia mencontohkan, bagaimana nantinya dalam pengurusan catatan sipil di dinas terkait, selain melampirkan akte nikah dari gereja, juga melampirkan STL Gereja tersebut.
"Untuk itu, bagi bapak-bapak Pimpinan Wilayah Gereja di Provinisi Riau ini, mendorong agar menguruskan STL. Jangan sampai nantinya, dinas dukcapil terus menerus menanyakan kelengkapan berkas terutama STL. Bukan berarti mempersulit pengurusannya. Karena itulah, wajib gereja-gereja mengantongi STL sesuai SK Dirjen tersebut," tegas Armin.
Pada kesempatan dialog itu, Armin juga memaparkan soal pelayanan oikumene berharap seluruh kegiatan keagamaan selalu berkordinasi dengan Kementerian Agama via Bimas Kristen.
Ia menegaskan, kehadiran pimpinan gereja wilayah berperan strategis dalam seluruh kegiatan pelayanan keagamaan.
Menurut Armin, perlu diselaraskan setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan di pusat, seperti ibadah perayaan natal dan paskah.
"Dua perayaan besar ini, melibatkan semua denominasi gereja bukan satu gereja atau aras. Itulah mestinya juga kita terapkan di daerah kita ini," pinta Armin.
Selain itu, Armin juga menyosilisasikan terjemahan Alkitab terbaru kedua yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
"Bapak-bapak boleh baca catatan kecil terjemahan Alkitab yang telah disajikan," beber Armin.
Pada kesempatan itu, Armin juga menyampaikan topik dialog yang terakhir soal salah satu event terbesar keagamaan Kristen yaitu, Pesta Paduan Suarq Gerejawi (Pesparawi) yang diselenggarakan Juli 2025 mendatang di Monokwari, Papua Barat.
Atas pemaparan Pembimas Kristen tersebut, pimpinan Gereja Wilayah Riau, merespon baik dan mendukung ditajanya dialog tersebut. Dan, berharap dialog pimpinan gereja bisa dilakukan setiap bulannya guna mempererat dan mengenal satu dengan pimpinan gereja wilayah provinsi.
Adalah Pendeta Abraham F hadir dalam dialog itu sebagai Mupel GPIB Jalan Sumatera, mengapresiasi inisiasi Pembimas Kristem mempertemukan pimpinan gereja wilayah. Sebab, kehadiran pimpinan gereja wilayah ini, informasi hal yang telah disampaikan pihak Bimas Kristen seperti pengurusan STL bisa langsung oleh jemaat gereja.
"Terimakasih pak Bimas Kristen. Kedepan kita juga akan mengurus STL Gereja di Jalan Sumatera. Kita dukung penuh gagasan yang diprakarsai Bimas Kristen," imbuh Pendeta Abraham.
Sementara, Pimpinan Wilayah atau Praeses Distrik XXII HKBP Riau, Pendeta Hardy Lumbantobing juga berterimakasih atas dialog yamg digagas Bimas Kristen Kemenag Riau.
"Kita dukunglah dialog ini. Dan dialog ini dilaksanakan secara bergantian tuan rumah. Ngopi barenglah. Dan kami siap tuan rumah di pertemuan dialog berikutnya," ujar Pendeta Lumbantobing
Prasess HKBP juga menyoroti sejumlah isu yang berkembang, termasuk soal jemaat dan gereja di Taman Nasional di Tesso Nillo, Kabupaten Pelelawan, Provinsi Riau.
"Kita dukung adanya dialog ini, agar antar sesama pimpinan wilayah gereja bersinergi dan terus terjalin komunikasi," harap Pendeta Lumban Tobing.
Dialog berjalan lancar dan suasana penuh akrab. Dari pemaparan seluruh pimpinan gereja yang hadir, pada intinya mendukung penuh terus berlanjut dialog nantinya. Dan pimpinan gereja wilayah, tampil sebagai leading sektor dalam menyatukan keakraban dengan ditaja dialog tersebut.
Tampak sejumlah Pimpinan Wilayah Gereja diantaranya, Pimpinan Wilayah Gereja Metodis Indonesia (GMI) Pendeta James Gurning, Pimpinan GMI Pekanbaru, Pendeta Herdeman, Pendeta Ressort GKPS, Pendeta Hendrik Barus, Praeses HKI, Pendeta Riyanto Nainggolan, Praeses BNKP, Pendeta S. Zebua dan Ketua Klasis GBKP, Pendeta Soni F. Sembiring. (R-01).




Komentar Via Facebook :