Home Serambi Riau Pekanbaru

Disdik Pekanbaru Ajukan Belajar Tatap Muka Dilakukan Seminggu Sekali

Lihat Foto
×
Disdik Pekanbaru Ajukan Belajar Tatap Muka Dilakukan Seminggu Sekali

Pekanbaru - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pekanbaru mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka tahap awal dilakukan seminggu sekali. Sebab, ada beberapa mata pelajaran kegiatan belajar mengajar, harus dilakukan secara tatap.muka dan tidak utuh dipahami jika belajar via daring. Pernyataan tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, diruang kerjanya, kepada awak media, di Pekanbaru, Selasa, (4/8/2020). "Usulan itu sudah kita ajukan ke Kemendikbud. Kita masih nunggu keputusannya," ujar Ismardi. Ia menjelaskan, usulan belajar tatap muka di tengah Pekanbar, bisa dikatakan masih belum aman pandemi Covid-19, didasari karena tidak semua mata pelajaran di sekolah bisa dipahami siswa atau murid belajar virtual. "Misalnya, Matematika, Ilmu Kimia atau IPA dan lain-lain. Itu Ilmu eksakta. Harus belajar tatap muka. Dan, saya ingin memberikan yang terbaik pendidikan dasar. Ini menyangkut karakter. Kalau dari dasar pendidikan salah, seterusnya mau jadi apa. Saya mendukung program Walikota pendidikan di Pekanbaru yang berkarakter mendukung program.Kota Pekanbaru Smart City," jelas Ismail. Disinggung soal, bantuan dana biaya operasi sekolah (bos) dialokasikan untuk biaya pulsa atau paket internet belajar daring siswa dan murid, Ismardi kurang sependapat. "Regulasi penggunaan dana Bos sudah ada aturannya. Nah, kalau kita gunakan ke yang lain, sulit dipertanggungjawabkan dan tak ada klausul yang mengatur peruntukkan dialokasikan ke yang lain," terang Ismail. Jika dialihkan dana bos ke peruntukkan lain, kata Ismail, anggaran untuk para gaji honor guru tak bisa mencukupi. "Gaji honor guru darimana diambil. Tentunya, dari dana bos maupun dana komite. Kita masih memenuhi kebutuhan guru honorer dan PTT yang masih kurang. Itulah dasar, alokasi dana bos tidak bisa dialihkan ke yang lain," papar Ismardi. Menyangkut belajar tatap muka sekali.seminggu, ujar Ismail, akan dievaluasi jika memungkin akan ditingkatkan maksima dua kali dalam seminggu. "Kita pantau jika belajar tatap muka diterapkan. Jika ada kekhwatiran siswa dan murid juga guru, kita akan evaluasi. Jangan sampai ada permasalahan baru jika diterapkan belajar tatap muka tersebut. Perlu diingat, jika diberlakukan belajar tatap muka, dibatasi jumlahnya maksimal 15 orang nantinya dan protokol kesehatan harus diberlakukan,," pungkas Ismardi. (Red)


Komentar Via Facebook :