Eks Gubri Tersangka: Akankah Bawa ‘Gerbong Baru’ di Kasus Suap APBD Riau?
(Ki-Ka): Ahmad Kirjuhari, Johar Firdaus, Suparman dan Anaas Maamun. (Dok: Ist)

Eks Gubri Tersangka: Akankah Bawa ‘Gerbong Baru’ di Kasus Suap APBD Riau?

Pekanbaru – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat mantan Gubernur Riau (Gubri).Annas Maamun dua kasus sekaligus.

Kasus pertama yang menjerat Annas Maamun dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia di Riau Gulat Medali Emas Manurung sebagai tersangka pasca  operasi tangkap tangan di Perumahan Citra Grand, Cibubur, Kamis (25/9/2014) silam.

Terhadap kasus ini, mantan Gubri Annas Maamun divonis 7 Tahun dan mendapat grasi dari Presiden Jokowi pengurangan kurungan 1 (satu) tahun menjadi. Annas bebas dari Lapas Sukamiskin pada 3 Oktober 2020 dari yang seharusnya pada 3 Oktober 2021 berkat grasi yang diperolehnya tersebut,

Sedangkan, Gulat Medali Emas Manurung, divonis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta selama 3 (tahun) dipenjara pada 23 Februari 2015 silam. Gulat Manurung, sudah terlebih dahulu menghirup udara bebas sekitar 2018 lalu.

Baru genap satu tahu menghirup udara bebas, mantan Bupati Rohil itu, KPK kembali membuka kasus dugaan suap dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun 2014 dan RAPBD Tambahan (RAPBDTA) Tahun 2015 di Provinsi Riau.

Pun, Annas ditetapkan telah ditetapkan tersangka kasus suap APBD Riau pada Februari 2015 silam. Padahal, nyaris kasus yang menjerat mantan Gubernur Riau, seakan sudah terlupakan karena sudah terpendam hampir 6 (enam) tahun.

Berdasarkan isi permohonan grasi ke Presiden Jokowi, KPK menjadi pertimbangan belum dilanjutkan kasus suap APBD tersebut. Dalam surat permohonannya, Annas merasa dirinya sudah uzur, sakit-sakitan, renta, dan kondisi kesehatannya mulai menurun. Berbekal keterangan dokter, Annas mengaku menderita penyakit PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak napas. Dalam perjalanannya, pasca Annas Maamun bebas, kiprahnya menjadi sorotan tatkkala muncul dinobatkan menjadi kader Partai Nasdem.

Jadi Napikor
Dalam kasus suap APBD Riau, 3 (tiga) eks anggota DPRD Riau yaitu Ahmad Kir Jauhari dan Johar Firdaus dan Suparman sebagai Eks Ketua DPRD Riau sudah berstatus narapidana korupsi. Politisi Ahmad Kirjuhari terlebih dulu dijebloskan ke penjara dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Disebut dakwaan Ahmad Kirjauhari, Annas Maamun diduga memberikan uang Rp1 miliar untuk dibagikan ke sejumlah anggota DPRD Riau terkait pembahasan APBD 2014 dan RAPBD 2015.

Kesaksian Ahmad Kirjauhari menyebut Johar Firdaus menerima bagian Rp250 juta. Sementara, Suparman dalam kasus ini berperan sebagai penghubung antara anggota dewan dengan Annas Maamun.

Johar Firdaus merupakan Ketua DPRD Riau periode 2009-2014. Sedangkan Suparman periode 2014-2019. Namun Suparman mundur dari kursi Ketua DPRD Riau karena menjadi Bupati Rohul pada 2015.

Johar Firdaus dan Suparman menjalani hukuman setelah kasasi KPK ditolak Mahkamah Agung (MA) dengan memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru pada 15 Juni 2017.

Vonis Johar Firdaus dan Suparman, majelis menjatuhkan hukuman bagi keduanya masing-masing 6 tahun dan pidana denda masing-masing Rp 200 juta. Dengan ketentuan, jika pidana denda tak dibayar, diganti dengan pidana kurungan masing-masing 6 bulan.

Titah Baru
Kasus suap pembahasan APBD Riau tersisa  bekas Gubernur Riau, Annas Maamun belum bergulir di pengadilan. Lantaran Annas Maamun berhalangan karena sakit dan  menjalankan proses hukum terkait dengan kasus suap alih fungsi lahan di KPK.

Pun, KPK membenarkan kembali menindaklanjuti penetapaam tersangka Annas Maamun dengan memanggil mantan anggota DPRD Riau telah napi korupsi sebagai saksi dengan tersangka Annas Maamun.

Bisa saja, pemeriksaan terhadap saksi-saksi bertambah untuk tersangka Annas Maamun. Sejumlah nama seperti Ahmad Kirjuhari, Johar Firdaus dan Suparman, bisa kembali menghiasi pemeriksaan penyidik KPK dan persidangan nantinya. Pastinya, menarik ditunggu nyanyian tersangka dan saksi-saksi bawa gerbong baru kasus suap APBD Riau 2014 dan RAPBD 2015. (Bbs/SC)

CATEGORIES
TAGS