Home • News •
Kanada Tolak Hentikan Sidang Ekstradisi Petinggi Huawei
Jakarta - Mantan anggota Parlemen dan diplomat Kanada menyurati agar Pemerintah Kanada agar menghentikan persidangan ekstradisi petinggi Huawei Meng Wanzhou. Namun, pihak Pemerintah Kanada menolan permintaan eks 19 angota dan diplomat Kanada tersebut..
Penolakan itu disampaikam Perdana Menteri Justin Trudeau. Sebaliknya, Justin lebih memilih mengambil risiko lebih terhadap penangkapan dua warga Kanada yang ditangkap di China untuk menekan mereka. Selain menghentikan persidangan ekstradisi terhadap petinggi Huawei tersebut, juga anggota parlemen dan diplomat mendesak membebaskan Huawei Meng Wanzhou.
Jika hal itu dilakukan diputuskan Justin, pihak China akan membebaskan mantan diplomat, Michael Kovrig dan pengusaha, Michael Spavor yang ditahan dengan tuduhan sebagai mata-mata asing.
-
Perlu Dibaca :
Kongo - Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour...
"Saya menghormati masukkan yang disampaikan dalam surat itu, tetapi saya sangat tidak setuju dengan mereka," ujar Trudeau dalam konferensi pers harian di Ottawa, Kamis (25/6) dikutip dari Cnn Indonesia dari AFP.
"Ini menunjukkan kepada China bahwa apa yang harus mereka atau negara lain lakukan adalah dengan secara acak menangkap warga Kanada untuk memberikan tekanan politik pada pemerintah agar melakukan apa yang mereka inginkan," kata Justin lagi.
Lanjut Justin, menuruti permintaan tersebut berpotensi membahayakan jutaan warganya yang tinggal dan di luar negeri.
-
Perlu Dibaca :
Jakarta - Tak menunggu lama, pasca insiden Bendera Partai dibakar mass unjuk rasa Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP), surat...
"Kami tidak bisa membiarkan tekanan politik atau penangkapan secara acak terhadap warga Kanada (oleh pemerintah asing) memengaruhi fungsi sistem peradilan kami," tepis Justin.
Seperti diketahui, penangkapan Huawei Meng Wanzhou mengakibatkan hubung kedua negara memburuk. Bahkan China memblokir ekspor pertanian Kanada mencapai miliaran tersebut.
Meng ditangkap atas surat perintah yang diterbitkan Amerika Serikat. Jaksa penuntut AS ingin Meng diadili dengan berbagai tuduhan termasuk manipulasi perbankan dan melanggar sanksi terhadap Iran.
Akhir Mei lalu, seorang hakim Kanada memutuskan kasus ekstradisi Meng dapat dilanjutkan. Seorang diplomat China menyebut Kanada berada dalam 'insiden politik yang serius'.
Penangkapan Kovrig dan Spavor oleh pemerintah China terjadi pada Desember 2018, sembilan hari setelah Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada dengan surat perintah Amerika Serikat. Meng adalah putri tertua pendiri Huawei, Ren Zhengfei.
Michael Kovrieg adalah mantan diplomat di Beijing dan bekerja untuk perusahaan ICG. Sementara Michael Spavor adalah pendiri Pertukaran Budaya Paektu, yakni sebuah perusahaan yang membantu memfasilitasi perjalanan ke Korea Utara. Spavor telah membantu mantan pemain basket NBA, Dennis Rodman, pergi ke Pyongyang untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
Pemerintah Kanada berulang kali menyebut penahanan mereka sebagai langkah 'sewenang-wenang'. Anggota keluarga dan sahabat dekat kedua pria itu mengatakan mereka ditahan dalam kondisi buruk dan menolak menerima kontak dari luar.
Tahun lalu, Duta Besar Kanada untuk China periode 2012-2016, Guy Saint-Jacques, mengatakan kepada CNN bahwa Spavor ditahan di fasilitas penahanan di provinsi timur laut Dandong. Dia berbagi sel dengan delapan belas tahanan lainnya dengan lampu menyala, dan ia hanya diberi waktu 15 menit untuk menghabiskan waktu di luar. Sementara Kovrig ditahan di Beijing. (Cnni/SC-01)




Komentar Via Facebook :