Home • News •
PBB Umumkan AS Keluar dari WHO Juni 2021
×
×
New York - Buntut pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) menuding WHO bergantung terhadap China selama pandemi Covid-19, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menerima surat keputusan dari Presiden Amerika Serikat akan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 6 Juli 2021.
Pengumuman itu disampaikan PBB setelah menerima surat keputusan dari Presiden AS Donald Trump, Selasa, (7/7/2020).
Setelah menjadi anggota selama 70 tahun, AS memutuskan keluar dari WHO mengingat ketegangan yang kian memuncak antara negara itu dan China karena pandemi. COVID-19, penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), pertama kali mewabah di Kota Wuhan, China, akhir tahun lalu.
Diketahui, Trump mengancam akan keluar dari WHO dampak pandemi Covid-19 setahun lalu. Ancaman Trump baru terjadi setelah setahun berjalan resmi keluar ddari organisasi kesehatan duni (WHO) tersebut. Dengan resmi keluar, AS juga harus membayar seluruh kewajibannya ke WHO sebagaimana diatur dalam resolusi bersama WHO dan Kongres AS 1948.
Disebutkan WHO, sebanyak lebih dari 200 juta dolar AS (sekitar Rp2,88 triliun) AS belum melunasi kontribusinya ke lembaga kesehatan dunia PBB tersebut.
Meski tudingan Trump bahwa WHO mendukung upaya "disinformasi" China terhadap keberadaan wabah.
Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan keputusan Trump mengeluarkan AS dari WHO sebagai "langkah yang tidak masuk akal mengingat WHO menjadi garda terdepan yang mengatur koordinasi penanggulangan COVID-19 dunia".
"Dengan jutaan jiwa dalam bahaya, Presiden justru membahayakan upaya komunitas intenasional menanggulangi virus," kata Pelosi, salah satu petinggi Partai Demokrat, lewat unggahannya di media sosial Twitter.
Menurut data Reuters, hampir 12 juta orang di seluruh dunia terserang COVID-19 dan lebih dari 540.000 di antaranya tewas. Dari total pasien positif dan keseluruhan korban jiwa, 25 persennya ditemukan di Amerika Serikat.
Walaupun demikian, keputusan Trump dapat dianulir jika ia nantinya kalah oleh rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pemilihan presiden AS pada November 2020. (**/SC-01)
[xyz-ips snippet="iklan"]


Komentar Via Facebook :