Home • Serambi Riau • Pekanbaru
Potret Dampak Asap di Kota Pekanbaru, 6 Kali Surat Edaran Belajar Daring Diterbitkan
Pekanbaru - Kondisi asap kian memprihatinkan di Ibu Kota Provinsi Riau Kota Pekanbaru. Meski matahari jauh beranjak dari peraduannya alias menapak siang hari, kepungan asap seakan tak surut. Perih mata mulai terasa, saat keliling memantau kondisi asap. Lagu ciptaan Deddy Dores "Setitik Air" pun seakan dibutuhkan menyiram perih mata karena dampak asap.
Awak media ini, Rabu, (7/10/2026) memantau beberapa titik pusat kota memantau kondisi asap, hingga mengakibatkan belajar tatap muka di sekolah diliburkan.
Saat melintas dari bundaran ujung nangka tepatnya Tugu Songket/sekapur sirih, dampak asap jarak pandang mulai terganggu. Penjual dipinggir jalan mengiyakannya.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Belanja belanja perjalanan dinas (Perjadin- red) dilingkungan Sekretariat DPRD Pelalawan, menjadi temuan BPK RI Perwakilan Provinsi Riau...
"Dari pagi asap tebal bang," ujar pedagang enggan disebutkan saat Media ini rehat sejenak dipinggir jalan tempat bundaran Tugu Songket, Rabu, (7/10/2026).
Media ini kembali melanjutkan pantauannya ke arah pusat kota. Tepatnya di perempatan Fly Over Jalan Nangka sekitar pukul 10.23 itu, kabut asap belum menghilang.
Berlanjut ke arah bundaran Tugu Zapin, tepatnya sekitar gedung perkantoran Gubernur Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Menara Bank Riau dan gedung rumah sakit Bhayangkara yang akan dibangun, kabut asap seakan menghiasi pemandangan dalam bidikan kamera.
-
Perlu Dibaca :
Pekanbaru - Hampir 5 (lima) tahun menanti sejak November 2021, Sarnubi menjadi orang nomor 1 di Pemerintahan Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan...
Pemantauan dilanjutkan ke arah gedung kediaman Walikota Pekanbaru, melewati sejumlah sekolah-sekolah.
"Sekolah diliburkan karena asap. Belum tahu apa lanjut besok atau diperpanjang," ujar salah penjaga di sekolah swasta terkenal di Jalan Ahmad Yani tersebut.
Surat Edaran 6 Kali
Berdasarkan penelusuran, sejak dampak asap dikategorikan mengganggu belajar tatap muka, pihak Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan bisa dihitung dari Agustus. September hingga Oktober ini, sudah ada 6 kali keluar Surat Edaran (SE) tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterbitkan karena dampak asap, yaitu
1. SE diterbitkan pada 23 Agustus 2026 dengan nomor SE 400.3/2796/2026 dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 1 hari tepatnya pada 24 Agustus 2026.
2. Surat Edaran diterbitkan pada 6 September 2026 dengan SE 400.3/3225/2026 tentang PJJ 7-8 September 2026 karena disebut dampak asap disebut kategori tidak sehat.
3. SE diterbitkan pada 8 September 2026 dengan SE B.400.3.1/30/2026, tentang Perpanjangan PJJ 9 September 2026.
4. SE diterbitkan pada 16-18 September 2026 agar dilaksanakan PJJ 3 hari ditambah PTM terbatas pulang jam 12.00 wib.
5. SE diterbitkan, PPJ kembali 20-21 September 2026 (perpanjangan lagi 21-22 Sep karena ISPU DLH di atas 500, PM2.5 253)
6. Terakhir, pada 6 Oktober 2026 dengan SE PJJ lagi Rabu 7 Oktober 2026. Sebagai informasi, dampak asap paling parah di minggu pertama September itu, Walikota Agung Nugroho sampai harus keluarin SE 2 kali dalam 3 hari karena kualitas udara tak kunjung membaik, bahkan Puskesmas catat 3.056 kasus ISPA. (R-01)




Komentar Via Facebook :